Pecat Mourinho Sebelum Final Piala Liga Inggris, Totteham Dinilai Gila

Kompas.com - 20/04/2021, 16:00 WIB
Jose Mourinho (tengah) saat memberikan instruksi pada laga Tottenham Hotspur vs West Ham United di Tottenham Hotspur Stadium dalam lanjutan pekan ke-31 Premier League, kasta teratas Liga Inggris, Selasa 23 Juni 2020. AFP/ NEIL HALLJose Mourinho (tengah) saat memberikan instruksi pada laga Tottenham Hotspur vs West Ham United di Tottenham Hotspur Stadium dalam lanjutan pekan ke-31 Premier League, kasta teratas Liga Inggris, Selasa 23 Juni 2020.

KOMPAS.com - Tottenham Hotspur dinilai melakukan kesalahan fatal karena memecat Jose Mourinho beberapa hari menjelang laga final Liga Liga Inggris melawan Manchester City.

Hal itu diungkapkan legenda Manchester United yang kini bekerja sebagai pelatih Derby County, Wayne Rooney.

Tottenham Hotspur resmi memecat Jose Mourinho pada Senin (19/4/2021) petang WIB.

Dikutip dari situs iSky Sports, Jose Mourinho dipecat karena performa Tottenham terus melorot sejak pertengahan Maret 2021.

Dalam tujuh laga terakhir di semua kompetisi, Tottenham Hotspur tercatat hanya bisa meraih dua kemenangan dan menelan tiga kekalahan.

Baca juga: Salam Perpisahan Harry Kane untuk Jose Mourinho

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Inkonsistensi itu membuat Tottenham tersingkir dari 16 besar Liga Euoropa dan kini terancam gagal finis di empat besar Liga Inggris.

Jose Mourinho pada akhirnya harus menerima kenyataan dipecat Tottenham Hotspur meskipun kontraknya tersisa sekitar dua tahun lagi sampai Juni 2023.

Posisi pelatih kepala Tottenham Hotspur untuk sementara diisi oleh Ryan Mason.

Menanggapi kabar pemecatan Mourinho, Rooney menilai Tottenham telah melakukan kesalahan fatal.

Sebab, keputusan memecat Mourinho diambil Tottenham ketika tim sedang bersiap menyambut laga final Piala Liga Inggris melawan Man City yang akan dihelat pada Minggu (25/4/2021).

Rooney menilai keputusan itu secara tidak langsung akan memengaruhi mental bertanding para pemain Tottenham di partai final nanti.

Baca juga: Profil Ryan Mason, Pengganti Mourinho dan Kisah Pelat Baja di Kepala

Menurut Rooney, Tottenham seharusnya menunggu sampai setelah final Piala Liga Inggris jika ingin memecat Mourinho.

Rooney juga menilai peluang Tottenham mengalahkan Man City untuk menjadi juara Piala Liga Inggris sebenarnya jauh lebih besar ketika didampingi Mourinho.

"Saya pikir itu keputusan gila memecat Mourinho sebelum final Piala Liga Inggris," kata Rooney dikutip dari situs ESPN.

"Waktu mereka mengambil keputusan itu sangat aneh. Mereka seharusnya menunggu sampai final Piala Liga Inggris jika memang ingin memecat Mourinho," ujar Rooney.

"Mourinho adalah pelatih yang suka dengan trofi juara. Itu sangat terlihat dari rekam jejaknya. Para petinggi Tottenham seharusnya menunggu," ucap Rooney menambahkan.

"Jika diminta memilih pelatih yang sanggup membentuk tim untuk bermain melawan Man City di final, saya akan memilih Mourinho," ujar pemain asal Inggris itu.

"Tottenham belum mengalami musim terbaik bersama Mourinho. Jadi dari sudut pandang itu, keputusan memecat Mourinho adalah sesuatu yang gila dan sangat berisiko," ucap Rooney.

Baca juga: Mourinho Dipecat Tottenham - Pelatih Pragmatis Nyasar ke Klub Romantis

Mourinho ditunjuk oleh Tottenham pada November 2019 untuk menggantikan Mauricio Pochettino yang dipecat.

Selama 17 bulan menangani Tottenham, Jose Mourinho sudah melewati total 86 laga dengan rincian 45 kemenangan, 17 imbang, dan 24 kali menelan kekalahan.

Ini adalah kali kelima Jose Mourinho dipecat oleh tim sepanjang karier kepelatihannya.

Chelsea menjadi tim pertama yang memecat Mourinho pada 2007. Enam tahun berselang, giliran Real Madrid yang memecat Jose Mourinho.

Pada 2015, Chelsea kembali memecat Jose Mourinho untuk kedua kalinya. Manchester United kemudian melakukan hal serupa kepada Jose Mourinho pada 2018 dan terakhir Tottenham.

Meski kehilangan pekerjaan, Jose Mourinho tetap mendapat keuntungan materi setelah lima kali dipecat.

Dikutip dari situs The Sun, total uang pesangon yang didapat Jose Mourinho dari lima kali pemecatan tersebut mencapai 77,5 juta pounds atau sekitar Rp 1,57 triliun.

Baca juga: Tottenham Pecat Mourinho - Buah Hilangnya Kesaktian The Special One

Terkini, The Independent menyebut Tottenham harus merogoh kocek sampai 15 juta pounds atau setara Rp 305 miliar ketika memecat Mourinho.

Mourinho yang masih menyisakan dua tahun kontrak di Tottenham disebut menyertakan klausul dalam ikatan kerjanya soal nominal pesangon yang disesuaikan dengan prestasi di lapangan hijau.

Jumlah 15 juta pounds itu muncul lantaran Tottenham kini bertengger di peringkat tujuh klasemen Liga Inggris.

Berikut adalah rincian dari pesangan yang diterima Jose Mourinho setelah dipecat oleh empat klub, seperti dikutip dari situs The Sun:

Chelsea (2007): 18 juta pounds atau sekitar Rp 366 miliar
Real Madrid (2013): 17 juta pounds atau sekitar Rp 345,2 miliar
Chelsea (2016): 12,5 juta pounds atau sekitar Rp 253,8 miliar
Manchester United (2018): 15 juta pounds atau sekitar Rp 3005 miliar
Tottenham (2021): 15 juta pounds atau sekitar Rp 305 miliar

TOTAL: 77,5 juta pounds atau sekitar Rp 1,57 triliun



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bhayangkara FC Vs Madura United, Tekad Laskar Sapeh Kerrab Raih Tiga Poin Pertama

Bhayangkara FC Vs Madura United, Tekad Laskar Sapeh Kerrab Raih Tiga Poin Pertama

Liga Indonesia
Bali United Vs Persib, Maung Bandung Belum Berniat Lakukan Rotasi

Bali United Vs Persib, Maung Bandung Belum Berniat Lakukan Rotasi

Liga Indonesia
Pandemi Covid-19 Jadi Tantangan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Pandemi Covid-19 Jadi Tantangan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
Bali United Vs Persib, Bek Serdadu Tridatu Bicara Target 15 Poin di Seri Pertama

Bali United Vs Persib, Bek Serdadu Tridatu Bicara Target 15 Poin di Seri Pertama

Liga Indonesia
Stadion Etihad Sepi, Pep Guardiola dan Pentolan Fans Man City Perang Kata-kata

Stadion Etihad Sepi, Pep Guardiola dan Pentolan Fans Man City Perang Kata-kata

Liga Inggris
Pelatih Persib Waspadai Kualitas Pemain Asing Baru Bali United

Pelatih Persib Waspadai Kualitas Pemain Asing Baru Bali United

Liga Indonesia
Mulai Musim 2021-2022, Bayern Muenchen Menyasar Fans Asia

Mulai Musim 2021-2022, Bayern Muenchen Menyasar Fans Asia

Bundesliga
Menpora Minta Kalteng Putra Segera Lunasi Tunggakan Gaji I Gede Sukadana dkk

Menpora Minta Kalteng Putra Segera Lunasi Tunggakan Gaji I Gede Sukadana dkk

Liga Indonesia
Profil Youssef Ezzejjari, Striker Persik Kediri Asal Spanyol

Profil Youssef Ezzejjari, Striker Persik Kediri Asal Spanyol

Sports
Waktu Latihan Gabungan FP1 dan FP2 MotoGP San Marino 2021

Waktu Latihan Gabungan FP1 dan FP2 MotoGP San Marino 2021

Motogp
Perayaan Satu Dekade, ONE Championship Gelar Laga Hybrid Bertajuk ONE X

Perayaan Satu Dekade, ONE Championship Gelar Laga Hybrid Bertajuk ONE X

Sports
Hasil FP2 MotoGP San Marino - Zarco Tercepat, Rider-rider Yamaha Menderita

Hasil FP2 MotoGP San Marino - Zarco Tercepat, Rider-rider Yamaha Menderita

Motogp
Hasil Persikabo 1973 Vs Persik, Puasa Laskar Padjadjaran Berlanjut

Hasil Persikabo 1973 Vs Persik, Puasa Laskar Padjadjaran Berlanjut

Liga Indonesia
PON XX Papua 2021, Terus Berlangsung Maksimalisasi Pencegahan Pandemi Covid-19 di 4 Klaster Penyelenggara

PON XX Papua 2021, Terus Berlangsung Maksimalisasi Pencegahan Pandemi Covid-19 di 4 Klaster Penyelenggara

Sports
Penjelasan I Gede Sukadana soal Sindiran Tunggakan Gaji Kalteng Putra

Penjelasan I Gede Sukadana soal Sindiran Tunggakan Gaji Kalteng Putra

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.