"Big Six" Liga Inggris Ikut European Super League, Sanksi UEFA Menanti

Kompas.com - 19/04/2021, 07:27 WIB
Para pemain Manchester United merayakan gol pada laga leg kedua perempat final Liga Europa kontra Granada di Stadion Old Trafford pada Jumat (16/4/2021) dini hari WIB. AFP/OLI SCARFFPara pemain Manchester United merayakan gol pada laga leg kedua perempat final Liga Europa kontra Granada di Stadion Old Trafford pada Jumat (16/4/2021) dini hari WIB.

KOMPAS.com - Anggota "big six" Premier League dikabarkan menjadi bagian dari 12 klub yang setuju untuk bergabung dengan European Super League (ESL) alias Liga Super Eropa.

Melansir BBC, Senin (19/4/2021), keenam klub tersebut adalah Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United dan Tottenham.

Mereka bergabung dengan klub-klub top Eropa dari Italia dan Spanyol, seperti, Juventus, AC Milan, Inter Milan, Barcelona, Atletico Madrid, dan Real Madrid.

Kedua belas klub itu, menurut pernyataan dari ESL, berstatus sebagai klub pendiri alias founding clubs Liga Super Eropa.

"Dua belas klub sepak bola top di Eropa hari ini berkumpul untuk mengumumkan bahwa mereka telah setuju untuk membentuk kompetisi tengah pekan yang baru, Liga Super, yang dijalankan oleh klub pendiri," bunyi pernyataan ESL, seperti dikutip dari Sky Sports.

Baca juga: 12 Tim Elite Disebut Ikut European Super League, UEFA Siapkan Sanksi Tegas

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"AC Milan, Arsenal FC, Atlético de Madrid, Chelsea FC, FC Barcelona, FC Internazionale Milano, Juventus FC, Liverpool FC, Manchester City, Manchester United, Real Madrid CF dan Tottenham Hotspur semuanya telah bergabung sebagai klub pendiri."

Proyek Liga Super Eropa ini juga melibatkan co-chariman Man United, Joel Glazer. Dia akan menjadi wakil ketua ESL.

Dalam keterangannya, Joel Glazer menilai bahwa ESL bakal membuka babak baru sepak bola Benua Biru.

"Dengan menyatukan klub dan pemain terhebat di dunia untuk bermain satu sama lain sepanjang musim, Liga Super akan membuka babak baru untuk sepak bola Eropa, memastikan kompetisi dan fasilitas kelas dunia, dan meningkatkan dukungan keuangan untuk piramida sepak bola yang lebih luas," ujarnya.

Namun, tidak semua pihak setuju dengan adanya European Super League, salah satunya adalah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Baca juga: Sejarah Chant Glory Glory Man United, Lagu Wajib Manchester United

Boris Johnson mengutuk rencana Liga Super Eropa dan menyerukan kepada otoritas sepak bola untuk mengambil tindakan.

"Rencana Liga Super Eropa akan sangat merusak sepak bola dan kami mendukung otoritas sepakbola dalam mengambil tindakan," kicau Boris Johnson di akun Twitter-nya.

Sejalan dengan pendapat Boris Johnson, UEFA juga menentang keras adanya European Super League.

Mengutip salah satu pernyataan dalam rilis resminya, induk sepak bola Eropa itu akan menindak tegas klub-klub yang ambil bagian dalam kompetisi ESL.

"Klub-klub yang berpartisipasi dalam proyek ini akan dilarang bermain di kompetisi tingkat domestik, Eropa atau dunia, sementara para pemain tidak diizinkan mewakili tim nasional mereka," bunyi pernyataan UEFA.

Baca juga: Profil Thomas Tuchel, Pelatih yang Membawa Chelsea Bangkit

Mengenal European Super League alias Liga Super Eropa

Proyek European Super League atau Liga Super Eropa sebenarnya sudah direncanakan sejak 2018.

Rencana itu digagas berdasar dari "kegelisahan" beberapa klub top Eropa yang ingin membuat kompetisi sendiri untuk menyaingi Liga Champions.

Keuntungan lebih besar dari hak siar maupun iklan, disebut menjadi salah satu tujuan "klub pendiri" membentuk Liga Super Eropa.

Format kompetisi Liga Super Eropa masih belum jelas. Meski demikian, sudah ada beberapa media Eropa yang membocorkannya ke publik.

Baca juga: Sejarah Chant Youll Never Walk Alone, Lagu Kebesaran Liverpool

Melansir Sky Sports, berikut gambaran singkat format European Super League:

  • Diikuti 20 klub yang terdiri dari 15 klub pendiri dan lima klub lainnya.
  • 15 klub pendiri bebas dari degradasi. Sementara, lima klub lainnya akan dirotasi berdasarkan pencapaian pada musim sebelumnya.
  • 20 klub dibagi ke dalam dua grup berbeda. Masing-masing grup berisi 10 klub. Mereka akan memainkan laga kandang tandang.
  • Tiga klub teratas dari masing-masing grup lolos langsung ke perempat final. Dua slot lainnya akan diperebutkan oleh penghuni peringkat empat dan lima dari masing-masing grup dalam pertandingan dua leg.
  • Dari perempat final sampai semifinal memakai format dua leg, sedangkan final dimainkan satu pertemuan di tempat netral.

Soal hadiah, setiap tim akan memperoleh 400 juta USD (sekitar Rp 5,8 triliun) hanya dari partisipasi. Demikian klaim dari New York Times.

Jumlah itu empat kali lebih banyak dari hadiah yang dibawa pulang oleh tim pemenang Liga Champions musim 2019-2020.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klasemen Copa America 2021, Argentina dan Brasil Kompak di Puncak

Klasemen Copa America 2021, Argentina dan Brasil Kompak di Puncak

Internasional
Lihat Siaran Ulang Laga Inggris Vs Skotlandia di Mola Melalui Kompas.com

Lihat Siaran Ulang Laga Inggris Vs Skotlandia di Mola Melalui Kompas.com

Internasional
Profil Billy Gilmour, Bakat Muda Skotlandia yang Mencuat di Euro 2020

Profil Billy Gilmour, Bakat Muda Skotlandia yang Mencuat di Euro 2020

Sports
Hasil Copa America Argentina Vs Uruguay, Lionel Messi dkk Pecah Telur

Hasil Copa America Argentina Vs Uruguay, Lionel Messi dkk Pecah Telur

Internasional
Ben Brereton, dari Inggris untuk Timnas Chile

Ben Brereton, dari Inggris untuk Timnas Chile

Sports
Jadwal Euro 2020 Hari Ini, Big Match Portugal Vs Jerman

Jadwal Euro 2020 Hari Ini, Big Match Portugal Vs Jerman

Internasional
Ragam Pelanggaran dalam Servis Bulu Tangkis

Ragam Pelanggaran dalam Servis Bulu Tangkis

Sports
Babak I Argentina Vs Uruguay - Messi Cetak Assist, La Albiceleste Unggul

Babak I Argentina Vs Uruguay - Messi Cetak Assist, La Albiceleste Unggul

Internasional
Kenapa Sepak Takraw Disebut Perpaduan Sepak Bola, Voli, dan Bulu Tangkis?

Kenapa Sepak Takraw Disebut Perpaduan Sepak Bola, Voli, dan Bulu Tangkis?

Sports
Inggris Vs Skotlandia, Alasan Southgate Tarik Keluar Harry Kane

Inggris Vs Skotlandia, Alasan Southgate Tarik Keluar Harry Kane

Internasional
Permutasi Lolos di Grup D Euro 2020: Jika Selip, Inggris Masih Bisa Peringkat Ketiga

Permutasi Lolos di Grup D Euro 2020: Jika Selip, Inggris Masih Bisa Peringkat Ketiga

Internasional
Hongaria Vs Perancis: Ayam Jantan Cemaskan Puskas Arena yang Berisik

Hongaria Vs Perancis: Ayam Jantan Cemaskan Puskas Arena yang Berisik

Internasional
Mulai Pimpin Latihan Persija, Angelo Alessio Ungkap Sebuah Komitmen

Mulai Pimpin Latihan Persija, Angelo Alessio Ungkap Sebuah Komitmen

Liga Indonesia
Harry Kane Soal Ditarik Keluar pada Laga Inggris Vs Skotlandia: Begitulah Adanya...

Harry Kane Soal Ditarik Keluar pada Laga Inggris Vs Skotlandia: Begitulah Adanya...

Internasional
Hasil Lengkap Euro 2020 - Inggris Tertahan, Swedia Petik 3 Poin

Hasil Lengkap Euro 2020 - Inggris Tertahan, Swedia Petik 3 Poin

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X