Kompas.com - 15/04/2021, 07:19 WIB
Striker Liverpool Diogo Jota (tengah) melakukan sundulan dalam pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions UEFA antara Liverpool vs Real Madrid di Anfield di Liverpool pada 14 April 2021. AFP/PAUL ELLISStriker Liverpool Diogo Jota (tengah) melakukan sundulan dalam pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions UEFA antara Liverpool vs Real Madrid di Anfield di Liverpool pada 14 April 2021.

KOMPAS.com - Bus yang ditumpangi Real Madrid dirusak oleh sejumlah oknum suporter Liverpool saat tiba di Anfield.

Hal tersebut terjadi ketika Real Madrid tiba ke markas Liverpool guna menjalani laga leg kedua perempat final Liga Champions, Rabu (14/4/2021) waktu lokal atau Kamis (15/4/2021) dini hari WIB.

Melansir dari BBC, Polisi Merseyside mengatakan 400 orang berada di Anfield Road sebelum pertandingan Liverpool vs Real Madrid dimulai.

Mereka nekat datang demi memberikan dukungan kepada Liverpool meski terdapat larangan berkerumun akibat Covid-19 di Inggris.

Baca juga: Hasil Liverpool Vs Madrid - Buntu di Anfield, The Reds Gugur di Liga Champions

Oknum suporter Liverpool itu kemudian mencemooh skuad Real Madrid yang datang dan melempari beberapa benda ke bus Los Blancos.

Satu panel jendela bus Real Madrid pun pecah dan staf Liverpool langsung membersihkan pecahannya di tanah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami mengutuk dengan tegas tindakan yang menyebabkan bus tim Real Madrid rusak saat tiba di Anfield malam ini," kata seorang juru bicara Liverpool.

"Ini benar-benar perilaku yang tidak dapat diterima dan memalukan dari beberapa individu."

"Kami dengan tulus meminta maaf kepada Real Madrid atas segala kesulitan yang ditimbulkan."

"Kami akan bekerja sama dengan Polisi Merseyside untuk mengungkapkan fakta dan mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab," tandasnya.

Sementara itu, Polisi Merseyside juga memberikan tanggapan mengenai insiden yang membahayakan ini.

Diketahui bahwa tidak ada pemain atau staf Real Madrid yang terluka akibat insiden ini.

Meski demikian, investigasi akan dilakukan demi mengusut tuntas pelaku tindakan anarkis tersebut.

"Kami mengetahui gambar yang menunjukkan panel luar jendela pelatih utama rusak. Kaca tidak pecah dan tidak ada cedera yang dilaporkan," kata pihak kepolisian.

"Sejumlah kembang api juga dinyalakan di daerah tersebut yang mengurangi jarak pandang dan dapat membahayakan orang lain."

"Seperti semua pertandingan, kami telah bekerja sangat erat dengan kedua klub untuk memastikan keamanan publik dan tim itu sendiri.

Baca juga: Hasil Dortmund Vs Man City, Aksi Foden Pastikan City ke Semifinal

"Perilaku memalukan dari mereka yang terlibat malam ini sangat mengecewakan dan sama sekali tidak dapat diterima."

"Insiden seperti itu tidak akan ditoleransi dalam keadaan apapun."

"Tim investigasi akan meninjau rekaman CCTV dari daerah tersebut, bersama dengan rekaman kamera kepolisian.

"Kami akan bekerja sama dengan klub untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab," demikian pernyataan Kepolisian Merseyside.

Tindakan anarkis dari oknum suporter Liverpool ini bukanlah yang pertama kali.

Hal sama juga pernah terjadi ketika suporter The Reds melemparkan kaleng, botol, dan suar ke bus Manchester City di Anfield pada perempat final Liga Champions 2018.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X