Kompas.com - 11/04/2021, 12:00 WIB
 Pemain PSM Makassar Abdul Rahman (tengah) dan Beni Okto (kanan) berlari keluar hotel karena terjadi gempa 6,7 RS yang menguncang Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/04/2021) siang. KOMPAS.com/Suci Rahayu Pemain PSM Makassar Abdul Rahman (tengah) dan Beni Okto (kanan) berlari keluar hotel karena terjadi gempa 6,7 RS yang menguncang Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/04/2021) siang.

MALANG, KOMPAS.com - Bek PSM Makassar Abdul Rahman berbagi pengalaman mencekam merasakan detik-detik gempa yang melanda Malang Raya pada Sabtu (9/4/2021) siang.

Saat kejadian, dia mengaku dalam keadaan terlelap di kamar hotel tempat tim PSM dan Barito Putera menginap.

Tubuhnya letih setelah berjuang meraih kemenangan saat menghadapi PSIS Semarang di babak 8 besar Piala Menpora 2021, Jumat (8/4/2021) malam.

Namun, guncangan gempa berkekuatan 6,7 SR membuat dia terbangun dari tidur. Awalnya, dia tidak sadar dengan apa yang terjadi, tetapi guncangan disertai bunyi decitan tembok yang semakin menjadi-jadi membuatnya sadar sedang ada gempa yang melanda.

Baca juga: Malang Gempa, Kapten PSM Sempat Ingin Pecah Kaca dan Lompat Jendela

"Saya sedang tidur pulas, lalu kasurnya bergoyang-goyang. Langsung saya yakin gempa karena kencang soalnya, sampai bangunannya berbunyi (mengeluarkan suara)," ujarnya kepada Kompas.com.

Abdul Rahman pun langsung berupaya menyelamatkan diri. Tanpa memperhatikan pakaian dan alas kaki, dia langsung berlari menuju pintu keluar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia beruntung karena mendapatkan kamar di lantai satu sehingga bisa menuju ruang terbuka lebih cepat.

"Saya sudah tidak kepikiran apa-apa, langsung lari saja ke ruang terbuka," katanya.

Baca juga: Berita Foto: Pemain PSM Berhamburan ke Jalan Saat Gempa Malang Terjadi

Mantan pemain Persiba Balikpapan tersebut mengakui ini bukanlah pengalaman pertamanya menghadapi gempa besar. Dia mengaku pernah merasakan gempa yang lebih besar.

"Dulu pernah di Padang sama di Ternate. Bahkan, yang di Padang lebih kencang, tetapi namanya gempa, ya pasti langsung panik," tutur pemain berusia 32 tahun itu.

Abdul Rahman melanjutkan kejadian ini sempat membuat keluarganya ikut panik.

Dia pun berusaha meyakinkan keluarganya bahwa dia sedang dalam kondisi baik-baik saja.

Abdul Rahman mengakui gempa yang terjadi tidak membuatnya trauma.

Namun, sampai saat ini dia masih waswas adanya gempa susulan.

Baca juga: Panpel Pastikan Gempa Malang Tak Ganggu Laga Piala Menpora

"Ya semoga tidak ada lagi gempa susulan dan kejadian ini tidak memakan korban," ujar Abdul Rahman.

"Namun, kita semua harus tetap waspada dan selalu berdoa agar diberikan keselamatan dari segala marabahaya," tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.