Man City Vs Dortmund, Guardiola Ungkap Area Terlarang bagi Erling Haaland

Kompas.com - 06/04/2021, 21:30 WIB
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. AFP/Laurence GriffithsPelatih Manchester City, Pep Guardiola.
|

KOMPAS.COM - Pelatih Manchester City, Josep "Pep" Guardiola, telah menemukan cara untuk membendung pergerakkan bomber Borussia Dortmund, Erling Haaland

Erling Haaland akan menjadi ancaman bagi City dalam pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions antara Man City vs Dortmund pada Selasa (6/4/2021) atau Rabu dini hari WIB. 

Erling Haaland untuk saat ini merupakan pemain tersebur di Liga Champions. Dia telah mencetak 10 gol. 

Guardiola menjelaskan bahwa pemainnya harus mewaspadai Haaland. Pelatih asal Spanyol itu menyebutkan bahwa pemain Man City dilarang membiarkan bomber berusia 20 tahun itu mendapatkan peluang. 

"Ia luar biasa, semua orang tahu itu. Orang buta bisa menyadari bahwa ia luar biasa, tidak perlu menjadi pelatih untuk menyadarinya," kata Guardiola.

Ditanya tentang bagaimana cara City menghentikannya, Guardiola menambahkan, "Para penyerang yang mencetak gol akan mencetak lebih banyak gol ketika mereka berada di kotak penalti kami. Ketika mereka berada lebih lama di luar kotak penalti kami, mereka memiliki lebih sedikit peluang."

"Bukan hanya Haaland - Vardy, Salah, Gabriel (Jesus), Aguero - semua striker di seluruh dunia mereka ingin berada di kotak penalti lawan sesering mungkin. Jadi cara terbaik adalah menghalangi mereka agar tidak sering berada di sana," tuturnya menambahkan. 

Robert Lewandowski (kiri) berduel melawan Erling Braut Haaland pada laga pekan ke-24 kasta teratas Liga Jerman, Bundesliga, yang mempertemukan Bayern Muenchen vs Borussia Dortmund di Stadion Allianz Arena, Minggu (7/3/2021) dini hari WIB.AFP/ ANDREAS GEBERT Robert Lewandowski (kiri) berduel melawan Erling Braut Haaland pada laga pekan ke-24 kasta teratas Liga Jerman, Bundesliga, yang mempertemukan Bayern Muenchen vs Borussia Dortmund di Stadion Allianz Arena, Minggu (7/3/2021) dini hari WIB.

City saat ini unggul 14 poin di puncak Liga Premier, dengan begitu Guardiola memiliki peluang nyata untuk meraih empat trofi sekaligus musim ini. Namun, Liga Champions tetap menjadi trofi tersulit untuk dimenangkan.

Guardiola pernah dua kali meraih gelar Liga Champions ketika masih melatih Barcelona, tetapi sejauh ini gagal melampaui perempat final dalam empat musim bersama City.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X