Piala Menpora 2021, Rekor Apik Pelatih Persebaya di Ajang Pramusim

Kompas.com - 15/03/2021, 08:40 WIB
Pelatih Persebaya Surabaya untuk musim 2020, Aji Santoso. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPelatih Persebaya Surabaya untuk musim 2020, Aji Santoso.

SURABAYA, KOMPAS.com - Aji Santoso diharapkan kembali membuat kejutan bersama Persebaya Surabaya di Piala Menpora 2021.

Penghentian Liga 1 2020 yang berlangsung selama nyaris satu tahun penuh membuat fans Persebaya merindukan racikan apik dan cantik dari Aji Santoso.

Sebuah misi yang cukup berat untuk meraih prestasi terbaik di Piala Menpora 2021, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Aji Santoso dikenal sebagai pelatih spesialis kompetisi pramusim. Meskipun tidak rutin merengkuh trofi, namun tim racikannya selalu berhasil menyemarakkan sengitnya perebutan gelar juara. 

Berikut rekam jejak Aji Santoso dalam menangani tim di ajang pramusim.

Juara Piala Presiden 2017 bersama Arema FC

Setelah menyelesaikan tugasnya di Timnas U-23, Aji Santoso memutuskan bergabung dengan Arema FC di awal musim 2017.

Singo Edan (julukan Arema FC) menjadi tim pertama Aji Santoso setelah bertugas di Garuda Muda selama 4 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada musim yang sama, dia berkesempatan mengikuti Piala Presiden 2017, yang notabene menjadi turnamen pramusim besar pertama baginya.

Hebatnya, pelatih asal Kepanjen Kabupaten Malang tersebut langsung berhasil merengkuh gelar juara.

Baca juga: Gubernur Jatim Fasilitasi 4 Pemain Persebaya Dapatkan Vaksin Kedua

Di tangan Aji Santoso, Singo Edan mampu mendominasi di semua fase.

Bahkan Dendi Santoso dan kawan-kawan beberapa kali menorehkan kemenangan dengan skor mencolok, antara lain hasil 4-0 melawan PS TNI di fase grup dan 5-2 atas Semen Padang di leg kedua semifinal.

Aji Santoso pun berhasil membawa Arema FC menang telak 5-1 atas Pusamania Borneo FC di partai final.

Kompetitif bersama Persela

Memasuki musim 2018 Aji Santoso hijrah ke Persela Lamongan setelah dilepas Arema FC . Hasil kurang memuaskan di liga membuatnya harus angkat koper. Prestasi di Piala Presiden 2017 pun tak cukup menyelamatkannya.

Aji Santoso kemudian membuka lembaran baru bersama Persela Lamongan. Piala Presiden 2018 menjadi ujian pertamanya.

Namun, sayang dia gagal mengulang kesuksesan seperti bersama Arema FC tahun sebelumnya. Bahkan, dia terpuruk bersama Persela yang menjadi juru kunci Grup H. 

Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) hanya berhasil mengemas dua poin dari dua hasil seri dan sekali kalah.

Ironisnya, di Grup H Persela Lamongan bergabung dengan mantan timnya, Arema FC yang menjadi tuan rumah.

Meskipun berakhir sebagai tim juru kunci, Aji Santoso dan Persela sempat membuat Singo Edan nyaris tidak lolos dengan memaksakan hasil imbang 2-2.

Baca juga: Fakta Unik Piala Menpora 2021, Kisah Indah Persebaya dan Kota Bandung

Piala Presiden 2019 lantas menjadi misi balas dendam bagi Aji Santoso. Setelah satu musim mempelajari seluk beluk Persela Lamongan, dia dan pasukannya melangkah lebih mantap.

Untuk kedua kali Aji Santoso dan Persela kembali bertemu Arema FC di Grup E. Namun, kali ini Laskar Joko Tingkir tidak datang sebagai batu sandungan. Mereka datang dengan motivasi untuk jadi yang terbaik.

Hasilnya pun mengesankan. Persela Lamongan berhasil lolos sebagai juara Grup E dengan dua kemenangan dan satu hasil seri. Termasuk kemenangan atas Arema FC 1-0.

Sayang bagi Persela Lamongan, mereka harus puas finis di posisi 8 besar. Langkah Hambali Tolib dan kawan-kawan terhenti di babak perempat final usai kalah tipis 1-2 dari Madura United.

Juara turnamen pramusim bersama Persebaya

Musim 2020 menjadi babak baru bagi Aji Santoso. Setelah menjalani pertengahan musim 2019 yang kurang menyenangkan, pelatih yang kini berusia 50 tahun tersebut mendapatkan rumah barunya menjelang berakhirnya musim 2019. 

Dia bergabung dengan Persebaya Surabaya pada pekan ke-26. Dengan hanya 8 pertandingan tersisa, Aji Santoso mampu mengantar Bajul Ijo (julukan Persebaya) dari papan tengah menuju finis sebagai runner-up Liga 1 2019.

Capaian tersebut membuat manajemen akhirnya membebankan target juara Liga 1 2020 kepada Aji Santoso. Untuk memenuhi misi tersebut kebutuhan belanjanya pun dipenuhi.

Persebaya lantas belanja besar dengan mendatangkan pemain bintang macam Makan Konate, David da Silva, Mahmoud Eid, serta sederet pemain lokal berkualitas.

Persebaya Surabaya menjadi juara Piala Gubernur Jatim 2020 setelah mengalahkan Persija Jakarta pada partai final yang digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (20/2/2020.KOMPAS.com/SUCI RAHAYU Persebaya Surabaya menjadi juara Piala Gubernur Jatim 2020 setelah mengalahkan Persija Jakarta pada partai final yang digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (20/2/2020.

Penguatan fondasi tersebut pun memberikan dampak yang besar kepada Persebaya Surabaya di turnamen pramusim, Piala Gubernur Jatim 2020.

Persebaya Surabaya berhasil lolos babak penyisihan grup sebagai pemuncak grup. Mereka berhasil mengungguli Persik Kediri dan Madura United, namun merasakan satu kekalahan dari Bhayangkara FC.

Di babak semifinal, Persebaya Surabaya mendapatkan ujian melawan rival abadinya, Arema FC.

Derbi Jatim berjalan sengit dengan jual beli serangan di sepanjang laga. Namun, Persebaya Surabaya yang datang dengan pasukan terbaiknya mampu mengakhiri perlawanan Singo Edan dengan skor akhir 4-2.

Baca juga: Catat! Ini Jadwal Arema FC, Persija, Persebaya, dan Persib di Piala Menpora 2021

Pada babak final, Persebaya Surabaya ditantang rival berat lainnya, Persija Jakarta. Lantaran sudah berada di atas angin, langkah Makan Konate dkk tak terhentikan.

Aji Santoso pada akhirnya berhasil merengkuh gelar juara turnamen pramusim keduanya, kali ini bersama Persebaya Surabaya.

Sayang bagi Aji Santoso, cerita manis tersebut urung berlanjut ke ajang kompetitif sesungguhnya. Baru berjalan dua pertandingan, Liga 1 2020 dihentikan.

Pilar-pilar penyangga Persebaya Surabaya pun memutuskan pamit, seiring ketidakpastian penyelenggaraan kompetisi akibat pandemi Covid-19.

Kans di Piala Menpora 2021

Di Piala Menpora 2021 Aji Santoso dan Persebaya Surabaya memulai dari titik rendahnya. Dengan sisa-sisa fondasi yang ada, sang pelatih menyusun kembali pilar-pilar yang akan digunakan untuk menyongsong Piala Menpora 2021.

Tidak ada pembelian istimewa, sangat kontras dengan musim lalu yang disertai ingar-bingar kedatangan pemain bintang.

Kendati demikian, bukan berarti peluang Aji Santoso untuk merengkuh trofi Piala Menpora 2021 ikut tertutup. Karena, seluruh klub Liga 1 lain juga harus merangkak dari bawah selepas vakum lama seturut penghentian kompetisi akibat pandemi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.