Kompas.com - 14/03/2021, 20:40 WIB
 Joan Laporta terpilih kembali sebagai presiden Barcelona seusai pemungutan suara yang berlangsung pada Minggu (7/3/2021). Laporta pernah menjabat sebagai presiden Barcelona antara 2003 dan 2010. AFP/LLUIS GENE Joan Laporta terpilih kembali sebagai presiden Barcelona seusai pemungutan suara yang berlangsung pada Minggu (7/3/2021). Laporta pernah menjabat sebagai presiden Barcelona antara 2003 dan 2010.

KOMPAS.com - Presiden terpilih Barcelona, Joan Laporta, menapak jalan terjal jelang sebelum resmi menjalankan tampuk kekuasaan klub mulai pekan depan.

Joan Laporta sudah kehilangan salah satu nama dari kabinet pilihannya, setelah salah satu wakil presiden, yakni Jaume Giro, mengundurkan diri dari posisinya.

Seperti dilansir dari Diario Sport, Jaume Giro mengajukan pengunduran diri pada pekan ini dengan alasan memprioritaskan kegiatan bisnis pribadinya di Inggris.

Awalnya, nama Jaume Giro dipersiapkan oleh Joan Laporta untuk mengisi posisi sebagai wakil presiden bidang keuangan dalam hierarki kepengurusan Barcelona.

Namun, belakangan adanya beban finansial seiring situasi pandemi Covid-19 yang melanda Spanyol diperkirakan membuat Giro merasa gentar menjalankan tugas tersebut.

Baca juga: Profil Joan Laporta, Pengacara yang Pimpin Era Tersukses Barcelona

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan sejumlah sumber, terdapat perbedaan pandangan antara Laporta dan Giro mengenai pengambilan keputusan penting dalam alur keuangan Barcelona pada masa mendatang.

Tanggung jawab mengenai pengelolaan keuangan klub, menurut Giro, berada di tangannya sebagai Wakil Presiden klub.

Di sisi lain, Laporta menginginkan CEO baru Barcelona, Ferran Reverter, ambil bagian secara besar dalam pengambilan keputusan terkait sektor finansial tim.

Kedua belah pihak, baik Giro maupun Laporta, akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan potensi kerja sama dalam kepengurusan baru Barcelona nantinya.

Baca juga: Sergio Aguero Bisa Jadi Kunci Masa Depan Lionel Messi di Barcelona

Masa jabatan kedua Joan Laporta sebagai Presiden Barcelona akan dimulai pada Rabu (17/3/2021) mendatang.

Sebelum kehilangan salah satu wakil presidennya, Joan Laporta sempat terganjal masalah finansial seusai terpilih sebagai Presiden Barcelona pada pekan lalu.

Joan Laporta harus menyetor jaminan sebesar 126 juta euro atau sekitar Rp 2,17 triliun kepada penyelenggara kompetisi teratas Liga Spanyol, La Liga, sebagai syarat menjalankan posisinya.

Di luar krisis yang terjadi dalam struktur organisasi klub dan calon pejabat terasnya, Barcelona juga mendapat cobaan terbaru terkait dengan hasil pertandingan di lapangan.

Baca juga: Laporta Jadi Presiden Barcelona, Ini Prediksi Line Up Lionel Messi dkk Musim Depan

Adapun hasil mengecewakan yang dimaksud adalah tersingkir dari fase 16 besar Liga Champions di tangan Paris Saint-Germain (PSG) pada pertengahan pekan ini.

Lionel Messi dan rekan-rekan harus terdepak dari kancah kompetisi antarklub Eropa itu seusai bermain seri 1-1 pada leg kedua 16 besar Liga Champions di Stadion Parc des Princes.

Hasil tersebut memaksa skuad Blaugrana gagal melaju ke perempat final akibat kalah agregat dari PSG dengan kedudukan 2-5.



Sumber Sport.es
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.