Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Rindu" Bikin Pelatih PS Sleman Gugup

Kompas.com - 12/03/2021, 19:26 WIB
Josephus Primus

Penulis

Sumber PSS Sleman

HONG KONG, KOMPAS.com - Terpisah jarak hingga sekitar 3.300 kilometer antara Hong Kong dan Bandung membawa kesan tersendiri bagi pelatih PS Sleman Dejan Antonic.

Apalagi, pelatih kelahiran Beograd pada 22 Januari 1969 ini belum bisa bersua tatap muka dengan anak-anak asuhnya di Bandung.

"Saya masih di Hong Kong menunggu Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) Indonesia," tutur mantan penggawa klub Red Star Belgrade di usianya kala itu.

Baca juga: Piala Menpora 2021, PS Sleman Hadapi Sendiri Empat Tim Jatim

Sementara, skuad PS Sleman berada di Bandung lantaran bakal mengarungi laga Piala Menpora 2021 mulai Rabu (24/3/2021).

Mantan penggawa Felda United Malaysia, Nicolas Leandro Velez memilih PS Sleman sebagai pelabuhan berikutnya pada 2021. PSS Sleman Mantan penggawa Felda United Malaysia, Nicolas Leandro Velez memilih PS Sleman sebagai pelabuhan berikutnya pada 2021.

"Saya juga sudah mulai gugup di rumah karena tidak bisa sepenuhnya maksimal kalau dari sini, dan masih jauh sekali dari tim," ujar Dejan mengungkapkan kesan rasa "rindu"-nya melatih PS Sleman lagi.

Dejan Antonic yang saat masih aktif bermain di sepak bola berposisi sebagai gelandang ini mengaku terus berkomunikasi dengan Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada, Marco Gracia Paulo.

Pemain asing PSS Sleman asal Australia, Aaron Evans.Instagram Aaron Evans Pemain asing PSS Sleman asal Australia, Aaron Evans.

"Saya juga berkomunikasi dengan manajer Danilo Fernando," tuturnya.

Dejan mengatakan bahwa saat ini semua dokumen yang dibutuhkan untuk ke Indonesia sudah ada di imigrasi.

"Semoga bisa segera keluar sehingga saya bisa berangkat,” kata Dejan Antonic di Hong Kong, Rabu (10/3/2021) malam.

Rekrutan anyar PS Sleman mulai tahun 2021, Mario Maslac.  Maslac lahir di Novi Sad, Serbia pada 9 September 1990 PSS Sleman Rekrutan anyar PS Sleman mulai tahun 2021, Mario Maslac. Maslac lahir di Novi Sad, Serbia pada 9 September 1990

Warga Negara Asing (WNA) memang diharuskan untuk mengurus Kitas supaya dapat tinggal lebih lama di Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia kembali mengeluarkan kebijakan baru terkait perjalanan WNA ke dalam negeri yang berlaku mulai Selasa (9/2/2021).

Kebijakan ini tertera dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19.

Diakui oleh Dejan, kondisi ini pun cukup memberatkan baginya.

Meski belum dapat bergabung, program latihan sudah diberikan Dejan kepada tim pelatih yang berada di Bandung.

Ilustrasi virus coronaShutterstock Ilustrasi virus corona

Dengan demikian, para penggawa Super Elang Jawa dapat mengembalikan performa fisiknya secara perlahan.

“Kalaupun (saya) tidak bisa cepat tiba di sana, semua pemain harus bisa ikut di program latihan, agar pelan-pelan bisa kembali ke kondisi yang normal. Ke depannya mereka akan jauh lebih baik kondisinya,” tambah ayah dari Stefan Antonic ini.

"Semoga kita bisa datang ke Jakarta, lalu ke Bandung untuk segera mulai latihan bersama," harapnya.

Hingga kini, selain Dejan Antonic, pelatih Mladen Dodic, pemain Mario Maslac, Nico Felez, dan Aaron Evans belum tiba di Bandung. 

Direktur Finansial PS Sleman Andhy Wardhana (kiri) dan Direktur Utama PS Sleman Marco Gracia Paulo (kanan) pada Rabu (3/3/2021) di Jakarta.

PS Sleman menyiapkan diri untuk Turnamen Piala Menpora 2021 dan berharap Liga Indonesia bergulir kembali tahun ini. Kompas.com/JOSEPHUS PRIMUS Direktur Finansial PS Sleman Andhy Wardhana (kiri) dan Direktur Utama PS Sleman Marco Gracia Paulo (kanan) pada Rabu (3/3/2021) di Jakarta. PS Sleman menyiapkan diri untuk Turnamen Piala Menpora 2021 dan berharap Liga Indonesia bergulir kembali tahun ini.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com