Sama-sama Gugur di Liga Champions, Ronaldo dan Messi Dapat Perlakuan Berbeda

Kompas.com - 12/03/2021, 15:00 WIB
Penyerang Juventus Cristiano Ronaldo menyapa penyerang Barcelona Lionel Messi (kanan) sebelum pertandingan Grup G Liga Champions antara Barcelona vs Juventus di Stadion Camp Nou di Barcelona pada 8 Desember 2020. AFP/JOSEP LAGOPenyerang Juventus Cristiano Ronaldo menyapa penyerang Barcelona Lionel Messi (kanan) sebelum pertandingan Grup G Liga Champions antara Barcelona vs Juventus di Stadion Camp Nou di Barcelona pada 8 Desember 2020.

KOMPAS.com - Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sama-sama gugur di babak 16 besar Liga Champions musim ini. Namun, mereka mendapat perlakuan yang berbeda.

Cristiano Ronaldo bersama koleganya di Juventus harus mengubur mimpi untuk menjadi juara Liga Champions 2020-2021.

Mereka tersingkir lebih dini pada babak 16 besar. Pelakunya adalah wakil Portugal, FC Porto. Juventus kalah produktivitas gol tandang dari Porto dalam agregat 4-4.

Juventus menyerah 1-2 pada leg pertama di kandang lawan dan balik menang 3-2 saat menjadi tuan rumah pada leg kedua.

Namun, kemenangan itu tak cukup mengantarkan pasukan Si Nyonya Tua ke perempat final Liga Champions.

Baca juga: Saat Ronaldo Dihujani Kritik, Sergio Ramos Muncul dengan Pembelaan

Meski kegagalan ini adalah bagian dari tim Juventus secara keseluruhan, Ronaldo dianggap menjadi pemain yang paling "berdosa".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Megabintang asal Portugal itu dihujani kritik karena tidak mampu mengangkat prestasi I Bianconeri di tingkat Eropa.

Padahal, dia datang ke Turin pada 2018 dengan label empat kali juara Liga Champions bersama klub sebelumnya, Real Madrid.

Ronaldo hanya mampu mengantarkan Juventus paling jauh sampai perempat final Liga Champions, yakni pada musim pertamanya di sana (2018-2019).

Selebihnya, pemain 36 tahun itu selalu gugur bersama Juventus di babak 16 besar Liga Champions.

Baca juga: Eks Kapten Milan Bahas Ronaldo, Sebut soal Proyek Gagal dan Prestise

Musim lalu, Juve dan Ronaldo gagal ke perempat final setelah kalah produktivitas gol tandang lawan Olympique Lyon dalam agregat 3-3.

Sebagai perbandingan, sebelum Ronaldo datang, prestasi Juventus terbilan lumayan. Mereka bisa menembus dua final Liga Champions edisi 2015 dan 2017, walaupun selalu kalah.

Aksi Cristiano Ronaldo dalam laga Juventus vs FC Porto pada babak 16 besar Liga Champions di Stadion Allianz, 9 Maret 2021. AFP/MARCO BERTORELLO Aksi Cristiano Ronaldo dalam laga Juventus vs FC Porto pada babak 16 besar Liga Champions di Stadion Allianz, 9 Maret 2021.

Jurnalis asal Italia, Paolo Condo, sampai bilang bahwa Ronaldo telah mengkhianati Juventus soal prestasi di tingkat Eropa.

"Juventus seperti dikhianati oleh Ronaldo," kata Condo, seperti dikutip dari Sky Sport Italia, Kamis (11/3/2021).

"Juventus mendatangkan Ronaldo untuk memperbesar peluang tim menjadi juara Liga Champions. Namun, misi itu tidak berhasil sampai saat ini," imbuhnya.

Baca juga: Juventus Siap Lepas Cristiano Ronaldo, Harga Jual Sudah Ditetapkan

Parahnya, pendapat itu juga didukung oleh legenda hidup Juventus, Alessandro Del Piero.

"Apakah Juventus dikhianati oleh Ronaldo? Saya menjawab iya," kata Del Piero.

"Ronaldo memiliki tanggung jawab besar mengangkat prestasi Juventus. Sebab, Ronaldo adalah pemimpin di Juventus," tutur Del Piero menambahkan.

Kritik juga untuk Ronaldo juga datang dari mantan Presiden Juventus Giovanni Cobolli Gigli.

Menurut Gigli, Juventus telah melakukan kesalahan besar dengan merekrut Ronaldo.

"Merekrut Cristiano Ronaldo adalah kesalahan besar. Saya sudah mengatakan ini sejak pertama dia datang," ucap Gigli, seperti dikutip dari Mundo Deportivo.

Baca juga: Ramos Bicara Masa Depan Messi, Siap Sambut La Pulga di Real Madrid

"Dia memang hebat dan seorang juara, tetapi harganya terlalu mahal. Sekarang semuanya di tangan Juventus. Mereka membayar Ronaldo jutaan euro untuk tiap gol yang dia bikin," Gigli menambahkan.

Meski Ronaldo banyak mendapat kritik, tak sedikit pula yang membela mantan pemain Sporting CP itu, salah satunya Bruno Fernandes.

Playmaker Manchester United itu menilai kegagalan Juventus di Liga Champions musim ini bukan salah Ronaldo seorang.

"Saya tahu kehadirannya di Juventus telah menciptakan ekspektasi yang sangat besar untuk Liga Champions," ucap Fernandes, seperti dikutip dari La Gazzetta dello Sport.

Namun, ketika sebuah tim kalah, seluruh skuad kalah, bukan satu pemain saja," kata Fernandes menambahkan.

Baca juga: Di Balik Derita Barcelona, Lionel Messi Ukir Rekor Pribadi di Liga Champions

Pembelaan juga datang dari mantan rekan Ronaldo di Real Madrid, Sergio Ramos.

Ramos mengatakan bahwa tidak ada pihak yang bisa menjamin kesuksesan, terlebih dalam ajang Liga Champions.

"Apabila rentetan hasil buruk datang, kita hanya berbicara tentang kapten dan pelatih. Itu adalah sesuatu yang harus Anda tinggalkan. Cris telah membuat perbedaan (di Juventus)," ucap Ramos.

"Tidak ada yang menjamin kesuksesan. Setiap tim bisa mengalahkan Anda di Liga Champions," kata Ramos menambahkan.

Ekspresi Lionel Messi dalam laga Paris Saintt-Germain vs Barcelona pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2020-2021 di Stadion Parc des Princes, 10 Maret 2021. AFP/FRANCK FIFE Ekspresi Lionel Messi dalam laga Paris Saintt-Germain vs Barcelona pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2020-2021 di Stadion Parc des Princes, 10 Maret 2021.

Berbeda dengan Ronaldo, Messi justru tidak mendapat kritik berlebihan ketika gagal membawa Barcelona lolos ke perempat final Liga Champions musim ini.

Baca juga: 3 Penyebab Barcelona Tersingkir dari Liga Champions, Messi Biang Keladi

Lionel Messi dan rekan-rekannya di Barcelona harus mengakui kehebatan Paris Saint-Germain (PSG). Mereka kalah agregat 2-5 dari klub ibu kota Perancis itu.

Pada leg pertama di Camp Nou, Barcelona takluk 1-4 dari PSG. Kemudian, pada pertemuan kedua, Barca hanya bermain imbang 1-1 di Parc des Princes.

Ini merupakan kali pertama sejak musim 2006-2007, Messi dan Barcelona tersingkir di babak 16 besar Liga Champions.

Meski El Barca gagal ke perempat final Liga Champions, Messi tidak mendapat kritik berlebihan seperti yang diterima Ronaldo.

La Pulga hanya menerima "hujatan" dari pelatihnya sendiri di Barcelona, Ronald Koeman, itu pun secara tidak langsung.

Baca juga: Masa Depan Cristiano Ronaldo Usai Juventus Gugur di Liga Champions

Kritik itu berkaitan dengan kegagalan Messi mengeksekusi penalti pada leg kedua yang dinilai mengubah jalannya pertandingan.

"Kami pantas mendapatkan lebih, setidaknya 2-1 pada babak pertama. Itu akan membuat perbedaan besar," kata Koeman, seperti dikutip dari laman resmi UEFA.

Barcelona saat itu memang memiliki kesempatan berbalik unggul pada pengujung babak pertama saat skor sama kuat 1-1.

Namun, seperti yang dijelaskan di atas, penalti Messi tidak masuk. Bola berhasil ditepis kiper PSG, Keylor Navas. Skor 1-1 akhirnya bertahan hingga laga bubar.

Pembicaran lain soal Messi setelah Barcelona tersingkir "hanya" masalah masa depan sang pemain yang kembali dipertanyakan.

Seperti yang diketahui, kontrak Messi akan habis pada akhir musim ini, tepatnya pada 30 Juni 2021 dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda sang pemain bakal memperpanjang masa baktinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Balas Kekalahan Menyakitkan di Masa Lalu, Indonesia Juara Piala Thomas 2020!

Balas Kekalahan Menyakitkan di Masa Lalu, Indonesia Juara Piala Thomas 2020!

Badminton
Daftar Juara Piala Uber, Negara Mana yang Mendominasi?

Daftar Juara Piala Uber, Negara Mana yang Mendominasi?

Sports
Penantian 19 Tahun Terbayar, Indonesia Raih Gelar ke-14 Piala Thomas

Penantian 19 Tahun Terbayar, Indonesia Raih Gelar ke-14 Piala Thomas

Badminton
Perjalanan Indonesia ke Podium Juara Piala Thomas 2020, Bungkam Juara Bertahan

Perjalanan Indonesia ke Podium Juara Piala Thomas 2020, Bungkam Juara Bertahan

Badminton
Kisah Indonesia Juara Piala Thomas 2020, Penantian 19 Tahun dan Tak Bisa Kibarkan Merah Putih

Kisah Indonesia Juara Piala Thomas 2020, Penantian 19 Tahun dan Tak Bisa Kibarkan Merah Putih

Sports
Asal-usul Paulo Dybala Dijuluki 'La Joya'

Asal-usul Paulo Dybala Dijuluki "La Joya"

Sports
Hasil Final Piala Thomas 2020 - Menang 3-0 atas China, Indonesia Juara!

Hasil Final Piala Thomas 2020 - Menang 3-0 atas China, Indonesia Juara!

Badminton
Hasil Liga 1 Persikabo Vs Borneo FC, Laskar Padjajaran Menang 3-0

Hasil Liga 1 Persikabo Vs Borneo FC, Laskar Padjajaran Menang 3-0

Liga Indonesia
Perjalanan 19 Tahun Indonesia Memboyong Kembali Piala Thomas ke Tanah Air

Perjalanan 19 Tahun Indonesia Memboyong Kembali Piala Thomas ke Tanah Air

Badminton
Rekap Final Piala Thomas 2020: Indonesia 3-0 China, Tim Merah Putih Juara

Rekap Final Piala Thomas 2020: Indonesia 3-0 China, Tim Merah Putih Juara

Badminton
Final Piala Thomas 2020 - Bawa Indonesia Juara, Fajar/Rian Beri Pembuktian

Final Piala Thomas 2020 - Bawa Indonesia Juara, Fajar/Rian Beri Pembuktian

Badminton
Daftar Juara Piala Thomas, Dominasi Indonesia

Daftar Juara Piala Thomas, Dominasi Indonesia

Sports
Hasil Final Piala Thomas 2020: Jonatan Christie Menang, Indonesia Juara!

Hasil Final Piala Thomas 2020: Jonatan Christie Menang, Indonesia Juara!

Badminton
Irwansyah, Asisten Pelatih Tunggal Putra Indonesia yang Pernah Meniti Karier di Eropa

Irwansyah, Asisten Pelatih Tunggal Putra Indonesia yang Pernah Meniti Karier di Eropa

Sports
Kata Anthony Ginting Usai Sumbang Poin Pertama pada Final Piala Thomas 2020

Kata Anthony Ginting Usai Sumbang Poin Pertama pada Final Piala Thomas 2020

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.