Kompas.com - 12/03/2021, 13:40 WIB
Para pemain Juventus merayakan kemenangan mereka di akhir pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Juventus dan Lazio di Stadion Juventus di Turin, Italia utara pada 6 Maret 2021. MIGUEL MEDINAPara pemain Juventus merayakan kemenangan mereka di akhir pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Juventus dan Lazio di Stadion Juventus di Turin, Italia utara pada 6 Maret 2021.
|

KOMPAS.com - Organisasi pagar betis yang amburadul dianggap menjadi salah satu penyebab utama kegagalan Juventus di fase 16 besar Liga Champions 2020-2021.

Gara-gara pagar betis yang berantakan, Juventus harus rela disingkirkan FC Porto di babak 16 besar Liga Champions 2020-2021.

Juventus kalah agresivitas gol tandang meski agregat berujung sama kuat 4-4.

Usai kalah 1-2 pada leg pertama di markas Porto, Juventus membalas via kemenangan 3-2 dalam bentrokan kedua di Stadion Allianz, Rabu (10/3/2021) dini hari WIB.

Banyak pengamat menyebut kegagalan Juventus menapak ke perempat final bisa dihindari andai mereka lebih jeli dalam membentuk pagar betis.

Gol balasan Porto dari tendangan bebas Sergio Oliveira pada babak tambahan waktu yang mengubah skor menjadi 2-2, dimungkinkan oleh organisasi pagar betis Juventus yang amburadul.

Cristiano Ronaldo menjadi bagian dari pagar betis bobrok Juventus bersama Juan Cuadrado, Alvaro Morata, dan Adrien Rabiot.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Saat Ronaldo Dihujani Kritik, Sergio Ramos Muncul dengan Pembelaan

Sang megabintang Juventus asal Portugal itu memilih memalingkan muka dari bola tanpa menyadari arah yang dibidik Sergio Oliveira.

Si kulit bundar pun meluncur mulus melewati sela-sela kaki Ronaldo, sebelum bersarang nyaman di gawang Juventus.

“Anda memilih pemain untuk membentuk pagar betis dan mereka tak boleh berisi orang yang takut terkena bola,” ujar pelatih legendaris Italia, Fabio Capello.

Kritik lanjutan buat Juventus datang dari pelatih senior Italia lain, Luigi Cagni (70 tahun).

“Kita selalu berbicara tentang taktik permainan, tapi tak pernah membahas bagaimana pagar betis dibuat,” kata Luigi Cagni.

“Ronaldo? Dia tak tahu cara membentuk pagar betis sebab dia seharusnya tak berada di sana,” kata Cagni menambahkan.

Cagni kemudian menyebut bahwa kiper Juventus, Wojciech Szczesny, juga layak dilabeli sebagai kambing hitam.

“Apakah Szczesny bertanggung jawab? Ya. Ini berarti mereka tak pernah latihan membentuk pagar betis. Jika tim berlatih, mereka tak akan memasang orang yang seharusnya tak ada di sana,” ujar Cagni yang pernah menukangi Empoli dan Sampdoria.

Situasi bola mati tampak menjadi salah satu titik lemah Juventus musim ini.

Baca juga: Eks Kapten Milan Bahas Ronaldo, Sebut soal Proyek Gagal dan Prestise

Tak cuma dalam situasi bertahan, Juventus juga terus disorot lantaran kurang cakap memanfaatkan bola mati untuk mengais gol.

“Gol dari bola mati penting. Hal itu sering menentukan hasil akhir saat berhadapan dengan tim yang bertahan dengan dalam,” kata pelatih Juventus, Andrea Pirlo, yang ironisnya adalah seorang jagoan tendangan bebas kala masih aktif merumput.

Sampai sekarang, Juventus belum sekali pun bikin gol dari situasi tendangan bebas langsung.

Khusus Ronaldo, ia terakhir kali mencetak gol via tendangan bebas langsung pada delapan bulan silam, tepatnya saat Juventus melibas sang tetangga, Torino, dengan skor 4-1.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wolves Vs Liverpool: Salah Dituding Egois, Juergen Klopp Bersuara

Wolves Vs Liverpool: Salah Dituding Egois, Juergen Klopp Bersuara

Liga Inggris
Hasil Persija Vs Persikabo: Rohit Chand Pecah Kebuntuan, Macan Kemayoran Menang 1-0

Hasil Persija Vs Persikabo: Rohit Chand Pecah Kebuntuan, Macan Kemayoran Menang 1-0

Liga Indonesia
Berita Foto Persik Vs Persita, Akhirnya Macan Putih Menang Usai Puasa 6 Laga

Berita Foto Persik Vs Persita, Akhirnya Macan Putih Menang Usai Puasa 6 Laga

Liga Indonesia
3 Bulan Lebih Petugas Layanan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 di Dalam Gelembung

3 Bulan Lebih Petugas Layanan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 di Dalam Gelembung

Sports
2 Lifter Indonesia Tak Ikut Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021

2 Lifter Indonesia Tak Ikut Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021

Sports
2 Penetapan Komite Olimpiade Internasional Mulai dari Olimpiade Paris 2024

2 Penetapan Komite Olimpiade Internasional Mulai dari Olimpiade Paris 2024

Sports
Hasil Drawing Semifinal BWF World Tour Finals, Marcus/Kevin Lawan Juara Olimpiade Lagi

Hasil Drawing Semifinal BWF World Tour Finals, Marcus/Kevin Lawan Juara Olimpiade Lagi

Badminton
Kevin: Saya Tunjukkan, Saya Masih Kuat dan Bisa Loncat-loncat...

Kevin: Saya Tunjukkan, Saya Masih Kuat dan Bisa Loncat-loncat...

Badminton
Lifter Muda Dominasi Tim Indonesia di Kejuaraan Dunia Angkat Besi

Lifter Muda Dominasi Tim Indonesia di Kejuaraan Dunia Angkat Besi

Sports
Babak I Persija Vs Persikabo: Macan Kemayoran Masih Tumpul, Skor Sama Kuat 0-0

Babak I Persija Vs Persikabo: Macan Kemayoran Masih Tumpul, Skor Sama Kuat 0-0

Liga Indonesia
Hasil BWF World Tour Finals: Pram/Yere Menangi Laga Pamungkas, 2 Wakil Indonesia ke Semifinal

Hasil BWF World Tour Finals: Pram/Yere Menangi Laga Pamungkas, 2 Wakil Indonesia ke Semifinal

Badminton
Hasil BWF World Tour Finals, Marcus/Kevin Ungkap Strategi Kemenangan atas Wakil Denmark

Hasil BWF World Tour Finals, Marcus/Kevin Ungkap Strategi Kemenangan atas Wakil Denmark

Badminton
Manajemen PSS Sleman Resmi Laporkan Dokter Gadungan ke Polisi

Manajemen PSS Sleman Resmi Laporkan Dokter Gadungan ke Polisi

Liga Indonesia
Tujuan Senam Ritmik Diiringi Musik

Tujuan Senam Ritmik Diiringi Musik

Sports
Hasil BWF World Tour Finals: Diwarnai Kartu Kuning Kevin, Minions Menang Lagi dan Lolos ke Semifinal

Hasil BWF World Tour Finals: Diwarnai Kartu Kuning Kevin, Minions Menang Lagi dan Lolos ke Semifinal

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.