Solskjaer Tak Ingin Man United Bermain seperti Man City, Mengapa?

Kompas.com - 07/03/2021, 20:10 WIB
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, memberikan wejangan kepada para pemainnya dalam laga kontra Copenhagen pada perempat final Liga Europa 2019-2020. POOL/GETTY IMAGES EUROPE/GETTY IMAGES VIA AFPPelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, memberikan wejangan kepada para pemainnya dalam laga kontra Copenhagen pada perempat final Liga Europa 2019-2020.

KOMPAS.com - Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, tak ingin timnya meniru gaya bermain Manchester City.

Lebih spesifik, Ole Gunnar Solskjaer enggan meniru permainan Man City yang begitu fenomenal bersama Pep Guardiola.

Guardiola telah menjadi bagian dari tim Man City sejak 2016 lalu.

Bersama Man City, Guardiola membawa gaya yang melekat padanya, yakni permainan yang berbasis penguasaan bola.

Guardiola terus mengembangkan filosofi tiki-taka yang pernah membawanya meraih banyak kesuksesan semasa menjadi pelatih Barcelona pada periode 2008-2012.

Baca juga: Man City Vs Man United, 4 Pemain Bisa Rusak Rekor Kemenangan The Citizens

Tiki-tika ala Guardiola terlihat seperti evolusi lanjutan dari gaya total football  garapan Johan Cruyff yang sudah menjadi ciri khas Barcelona sejak 1988.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak membesut Barcelona, Guardiola identik dengan citra sebagai pelatih yang begitu mengutamakan penguasaan bola.

Seusai memimpin Barca, manajer berkepala plontos itu membudayakan filosofinya di Bayern Muenchen dan kini Man City.

Baca juga: Man City Vs Man United, Mengulik Resep Rotasi Jitu Pep Guardiola...

Hasilnya pun jitu, kedua tim tersebut semakin digdaya khususnya di liga dan mampu meraih berbagai gelar.

Terkhusus di Man City, gaya bermain yang mengandalkan umpan cepat jarak pendek nan akurat, plus garis pertahanan tinggi menjadikan The Citizens sebagai tim paling berjaya di Liga Inggris dalam kurun lima tahun terakhir ini.

The Citizens berhasil menorehkan banyak gelar domestik, di antaranya dua trofi Liga Inggris.

Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi di antara klub Premier League lain dalam lima tahun terakhir.

Baca juga: Man City Vs Man United, Lindelof Yakin Bisa Hentikan Laju Pasukan Guardiola

Sementara itu, walau Guardiola punya taktik dan gaya bermain yang brilian, fakta tersebut tidak membuat rivalnya, Solskjaer di Man United, kepincut untuk menerapkan filosofi yang sama.

Solskjaer enggan meniru Guardiola karena ia ingin menghormati tradisi klub yang dibangun oleh Sir Matt Busby dan Sir Alex Ferguson dengan lebih mengutamakan aspek kecepatan, kekuatan, dan serangan kilat.

"Setiap manajer membangun tim di sekitar kultur klub," ujar Solskjaer ketika disinggung soal ide untuk mencoba taktik Guardiola di Man United seperti dilansir Manchester Evening News, Minggu (7/3/2021).

"Kami memiliki budaya di Man United yang ingin kami pertahankan, sebuah tradisi, dibangun dari Sir Matt Busby dan Sir Alex, yakni kecepatan, kekuatan, serangan kilat."

Baca juga: Man City Vs Man United, Guardiola Tak Gentar dengan Rekor Tandang Setan Merah

"Kami semua memiliki filosofi dan keyakinan untuk memenangi pertandingan sepak bola," ujar Solskajer menegaskan.

"Ada banyak cara berbeda untuk sukses, saya pikir kami sebagai klub telah sukses."

"Saya merasa kami meningkat dan semakin dekat untuk memenangi banyak hal."

Manchester United belum kembali sebagai tim langganan peraih trofi di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer sejak 2018 hingga saat ini.

Baca juga: Alasan Man United adalah Tim Terbaik untuk Setop Keran Gol Man City

Setan Merah, julukan Man United, sering kali tampil inkonsisten dan kecenderungan itu berujung pada banyaknya laga yang gagal dimenangkan, fenomena yang juga terjadi pada musim 2020-2021.

Man United baru mengoleksi 51 poin dari 27 laga, terpaut 14 poin dari Man City di puncak klasemen sementara Liga Inggris.

Kendati demikian, Solskjaer tetap percaya akan filosofinya dan enggan terpengaruh oleh gaya bermain para manajer di tim lain.

"Saya selalu percaya dengan cara saya bermain sepak bola dan terkadang Anda melihat manajer lain dan berpikir Anda akan mengadopsi satu hal kecil dari cara bermainnya," ucap Solskjaer.

"Sama halnya ketika saya masih jadi pemain. Saya tidak meniru Becks (David Beckham), tetapi saya selalu ingin mengoper bola sebaik Becks."

"Saya tidak bisa menjadi pemain yang sama seperti Giggsy (Ryan Giggs), tetapi saya berharap bisa menggiring bola sebaik Giggsy dan jadi yang terdepan," tuturnya menjelaskan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Pertemuan Pertama Francesco Bagnaia dengan Valentino Rossi

Kisah Pertemuan Pertama Francesco Bagnaia dengan Valentino Rossi

Sports
Isi Hati Marcus Gideon dan Fajar Alfian Usai Merah Putih Tak Berkibar di Podium Piala Thomas

Isi Hati Marcus Gideon dan Fajar Alfian Usai Merah Putih Tak Berkibar di Podium Piala Thomas

Badminton
Jadwal Liga Champions Pekan Ini, Big Match Atletico Madrid Vs Liverpool

Jadwal Liga Champions Pekan Ini, Big Match Atletico Madrid Vs Liverpool

Liga Champions
VIDEO - Aksi Ciamik Egy Maulana Vikri Selamatkan FK Senica dari Kekalahan

VIDEO - Aksi Ciamik Egy Maulana Vikri Selamatkan FK Senica dari Kekalahan

Liga Lain
Perusahaan Aset Kripto Perpanjang Napas Lazio

Perusahaan Aset Kripto Perpanjang Napas Lazio

Liga Italia
Pimpin Tim Kerja Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA, Ketua KOI Sigap Petakan Solusi

Pimpin Tim Kerja Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA, Ketua KOI Sigap Petakan Solusi

Sports
Merah Putih Tak Berkibar di Podium Piala Thomas 2020, Kemenpora Kecolongan?

Merah Putih Tak Berkibar di Podium Piala Thomas 2020, Kemenpora Kecolongan?

Badminton
Berkat Aksi Heroik, Reguilon dan Dier Dapat Man of the Match Bersama

Berkat Aksi Heroik, Reguilon dan Dier Dapat Man of the Match Bersama

Liga Inggris
Kilas Balik Liga Champions 1997-1998, Saat Dynamo Kiev Lumat Barcelona di Camp Nou

Kilas Balik Liga Champions 1997-1998, Saat Dynamo Kiev Lumat Barcelona di Camp Nou

Sports
Fakta Piala Thomas yang Pulang ke Indonesia, Tinggi 71 Cm dan Tertulis Inskripsi IBF

Fakta Piala Thomas yang Pulang ke Indonesia, Tinggi 71 Cm dan Tertulis Inskripsi IBF

Badminton
Top Skor Liga Inggris - Mo Salah Teratas, CR7 Melempem Lagi

Top Skor Liga Inggris - Mo Salah Teratas, CR7 Melempem Lagi

Liga Inggris
Indonesia Terancam Tak Bisa Jadi Host Event Olahraga Internasional, Ini Penjelasan Ketum KOI

Indonesia Terancam Tak Bisa Jadi Host Event Olahraga Internasional, Ini Penjelasan Ketum KOI

Sports
Jonatan Christie di Piala Thomas 2020: 376 Menit, 1 Smash Penentu Indonesia Juara

Jonatan Christie di Piala Thomas 2020: 376 Menit, 1 Smash Penentu Indonesia Juara

Sports
Profil Renshi Yamaguchi, 'Si Tukang Jagal' Asal Jepang

Profil Renshi Yamaguchi, "Si Tukang Jagal" Asal Jepang

Sports
Jadwal Uji Coba Timnas U23 Indonesia, Lawan Tajikistan dan Nepal Pekan Ini

Jadwal Uji Coba Timnas U23 Indonesia, Lawan Tajikistan dan Nepal Pekan Ini

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.