Kompas.com - 04/03/2021, 21:21 WIB
Gelandang Inter Milan Christian Eriksen berselebrasi usai mencetak gol ke gawang AC Milan pada laga petempat final Coppa Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (26/1/2021) atau Rabu dini hari WIB. AFP/MIGUEL MEDINAGelandang Inter Milan Christian Eriksen berselebrasi usai mencetak gol ke gawang AC Milan pada laga petempat final Coppa Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (26/1/2021) atau Rabu dini hari WIB.

MILAN, KOMPAS.com - Pemilik saham mayoritas Inter Milan, Grup Suning tengah berbenah menata kembali kondisi keuangannya lantaran empasan nyaris setahun pandemi Covid-19.

Di negeri asalnya, China, Grup Suning dikenal sebagai perusahaan konglomerasi toko ritel elektronik.

Didirikan sejak 1996 di Provinsi Nanjing, Jiangsu, grup ini sekarang dipimpin oleh Zhang Jindong.

Baca juga: Ekonomi Global Tak Menentu, Pirelli Pilih Pamit Pergi dari Inter

Sepekan lalu, Grup Suning yang juga menjadi pemilik klub Liga Super China (CSL) Jiangsu Suning menghentikan kegiatan klub itu.

Jiangsu Suning, padahal, baru saja menjadi juara CSL pada November 2020.

Gawang Gianluigi Donnarumma saat dibobol oleh penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez, pada laga lanjutan pekan ke-23 Serie A di Stadion San Siro, Minggu (21/2/2021) malam WIB.AFP/MIGUEL MEDINA Gawang Gianluigi Donnarumma saat dibobol oleh penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez, pada laga lanjutan pekan ke-23 Serie A di Stadion San Siro, Minggu (21/2/2021) malam WIB.

Grup Suning dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa kondisi keuangan grup mengalami gangguan sebagai dampak merosotnya perekonomian global, termasuk China gegera pandemi corona.

Baca juga: Masih Rumor, Calon Pengganti Pirelli di Jersey Inter Milan

"Kami akan fokus kembali hanya di bisnis ritel," kata Zhang Jindong.

Untuk alasan itulah, patut diduga klub Inter Milan bisa kena "getah" alias dampaknya.

Romelu Lukaku merayakan golnya dalam pertandingan Inter Milan vs Genoa pada pekan ke-24 Liga Italia 2020-2021 di Stadion San Siro, Minggu (28/2/2021) malam WIB. AFP/FILIPPO MONTEFORTE Romelu Lukaku merayakan golnya dalam pertandingan Inter Milan vs Genoa pada pekan ke-24 Liga Italia 2020-2021 di Stadion San Siro, Minggu (28/2/2021) malam WIB.

Alasannya, kepemilikan Grup Suning terhadap Inter Milan tidak masuk dalam skema bisnis inti.

Kemungkinan besar, selanjutnya, Grup Suning berada dalam kongsi dengan produsen ban Pirelli yang namanya tersemat di dada jersey Inter Milan.

Pasalnya, data menunjukkan bahwa investasi Suning berkenaan dengan sponsor Pirelli di Inter Milan menyentuh angka di kisaran 36,2 juta dollar AS atau sekitar Rp 506,8 miliar per tahun.

Kabarnya, Grup Suning sudah melepas 23 persen sahamnya di Inter Milan.

Matteo Darmian dan Romelu Lukaku merayakan gol kedua Inter Milan saat bersua Genoa pada pekan ke-24 Liga Italia di Stadion San Siro, Minggu (28/2/2021) malam WIB. AFP/FILIPPO MONTEFORTE Matteo Darmian dan Romelu Lukaku merayakan gol kedua Inter Milan saat bersua Genoa pada pekan ke-24 Liga Italia di Stadion San Siro, Minggu (28/2/2021) malam WIB.

Saat ini, Grup Suning masih mencarikan investor penggantinya di Inter Milan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X