Kompas.com - 03/03/2021, 22:10 WIB
Penjaga gawang Madura United untuk musim 2020, M Ridho. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPenjaga gawang Madura United untuk musim 2020, M Ridho.

BANGKALAN, KOMPAS.com - Laga uji coba Timnas Indonesia U23 melawan Tira Persikabo yang sedianya berlangsung di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Rabu (3/3/2021) malam batal digelar.

Pembatalan dilakukan karena laga ujicoba tersebut tidak mengantongi izin dari pihak Kepolisian.

Para pemain Timnas U22 Indonesia dan Tira-Persikabo sempat menunggu selama sekitar 30 menit di dalam bus di parkiran Stadion Madya sebelum tiba-tiba diarahkan kembali ke hotel.

Selain itu, lampu-lampu stadion yang sebelumnya sudah menyala menjelang petang pun dipadamkan.

Pembatalan laga uji coba ini membuat kiper timnas senior, M. Ridho ikut meradang.

Baca juga: Alasan Kepolisian Batalkan Laga Timnas U22 Indonesia Vs Tira Persikabo

Dia mengatakan drama penundaan lanjutan Liga 1 2020 pada September lalu sudah sangat menyakitkan bagi pemain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ternyata, kini kejadian sama terulang dan bahkan lebih menyakitkan lagi.

“Sudah cukup tahun kemarin kami selaku pemain sangat sedih ketika H-2 kami tidak mendapatkan izin. Sekarang terjadi lagi,” kata kiper Madura United kepada KOMPAS.com.

“Bahkan lebih rumit lagi. Sekarang, 30 menit sebelum pertandingan dibatalkan. Ini memalukan,” imbuhnya.

M. Ridho pun tidak bisa menutupi kekecewaannya. Padahal dia yakin seluruh penikmat sepak bola sudah tak sabar menantikan pertandingan ujicoba ini.

Hampir satu tahun ini tidak ada tontonan sepak bola Indonesia di televisi. Kelalaian ini harus dibayar mahal karena mempengaruhi kepercayaan publik.

Baca juga: Reaksi Warganet Saat Tahu Laga Timnas U22 Indonesia Vs Tira Persikabo Batal

“Padahal malam ini menjadi tontonan sepak bola Indonesia yang pertama. Karena kelalaian jadi merugikan semua,” ujarnya.

Mantan kiper Borneo FC mengakui kejadian ini membuatnya paranoid dengan penyelenggaraan Piala Menpora 2021 mendatang.

Dia berharap kejadian seperti ini tidak terjadi nantinya.

“Iya parno juga, semoga saja tidak kena prank lagi. Karena izin Kepolisian kan sudah didapatkan dan diumumkan oleh Kapolri langsung,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.