Kompas.com - 28/02/2021, 22:00 WIB
Skuad Inter Milan saat merayakan salah satu gol pada laga lanjutan pekan ke-15 Liga Italia kontra Crotone yang berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (3/1/2021) malam WIB. AFP/MARCO BERTORELLOSkuad Inter Milan saat merayakan salah satu gol pada laga lanjutan pekan ke-15 Liga Italia kontra Crotone yang berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (3/1/2021) malam WIB.

KOMPAS.com - Klub peraih gelar juara Liga Super China musim lalu, Jiangsu FC, mengumumkan penghentian sementara kegiatan operasionalnya pada akhir pekan ini.

Langkah tersebut diambil akibat krisis keuangan yang dialami oleh perusahaan pemilik klub, Suning Group, sejak awal tahun ini.

Kelompok usaha Suning, jaringan ritel terbesar di China, juga merupakan pemilik saham mayoritas dari klub asal Italia, Inter Milan.

Penghentian sementara ini juga berlaku untuk seluruh aktivitas organisasi tim sepak bola wanita, Jiangsu Suning Women.

Seperti dilansir dari Sky Sports, Jiangsu FC tercatat meraih gelar juara Liga Super China pada November lalu setelah mengalahkan Guangzhou Evergrande pada laga final.

Baca juga: Kostum Inter Milan Spesial Tahun Baru Imlek, Lautaro Martinez Jadi Model Utama

Raihan prestasi tersebut merupakan kali pertama bagi klub, sejak tampil di kasta teratas kompetisi sepak bola Negeri Tirai Bambu.

Nama klub asal provinsi Nianjing, China tersebut sempat meroket ketika merekrut pelatih kawakan Fabio Capello pada kurun waktu Juni 2017 hingga Maret 2018.

Selain itu, Jiangsu FC juga pernah mengutarakan ambisi untuk mendatangkan penyerang sayap top, Gareth Bale, pada bursa transfer musim panas 2019.

Jauh sebelumnya, Jiangsu pernah menyalip Liverpool dalam upaya mendatangkan penyerang Alex Teixeira dari Shakhtar Donetsk pada 2016, dengan banderol 50 juta euro atau sekitar 865 miliar rupiah.

Nuansa mewah masih terlihat dalam daftar skuad terkini Jiangsu FC yang memuat dua nama bekas pemain Inter Milan, yakni bek Joao Miranda dan penyerang Eder.

Baca juga: Jelang Inter Milan Vs Genoa, Antonio Conte Bicara soal Masa Depannya

Terhentinya semua kegiatan tim Jiangsu FC akibat krisis keuangan merupakan pukulan terbaru bagi perkembangan sepak bola di China.

Masalah serupa sebelumnya juga menimpa sesama klub peserta Liga Super China, Shandong Luneng, yang dikeluarkan dari ajang Liga Champions Asia 2021.

Konfirmasi dari pihak Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyebut Shandong Luneng gagal melunasi utang klub sebagai syarat kepastian finansial untuk tampil di ajang paling elite Asia yang bakal bergulir pada April mendatang tersebut.



Sumber Sky Sports
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X