Kompas.com - 13/02/2021, 21:43 WIB
Pemain Leicester City, James Maddison, merayakan gol ke gawang Liverpool pada lanjutan laga Liga Inggris, Sabtu (13/2/2021) malam WIB. AFP/Michael ReganPemain Leicester City, James Maddison, merayakan gol ke gawang Liverpool pada lanjutan laga Liga Inggris, Sabtu (13/2/2021) malam WIB.

KOMPAS.com - Liverpool kalah 1-3 dari Leicester City pada laga pekan ke-23 Liga Inggris, Sabtu (13/2/2021) malam WIB.

Hasil ini bukan hanya membuat Mo Salah dkk kalah tiga kali beruntun di Premier League, melainkan juga merusak laga ke-300 Juergen Klopp bersama Liverpool.

Ini adalah kekalahan beruntun ketiga Liverpool di Premier League untuk pertama kalinya sejak November 2014 ketika masih dipimpin pelatih Leicester kini, Brendan Rodgers.

Liverpool juga telah kalah enam kali musim ini, melebihi jumlah kekalahan dari dua musim terakhir digabung.

Bermain di Stadion King Power, Liverpool unggul terlebih dahulu melalui gol Mohamed Salah pada menit ke-67.

Namun, The Reds lengah pada 10 menit akhir pertandingan sehingga Leicester menciptakan trigol kilat melalui James Maddison (80'), Jamie Vardy (82'), dan Harvey Barnes (85') pada babak kedua.

Jarak gol yang singkat itu bak mengingatkan laga sebelumnya ketika Liverpool takluk 1-4 dari Manchester City pada pekan lalu.

Saat itu, mereka kebobolan gol-gol krusial dalam rentan waktu tiga menit melalui Ilkay Guendogan (73') dan Raheem Sterling (76').

Baca juga: Prediksi Man City Vs Spurs, Tuan Rumah Masih Terlalu Kuat

Kisah pada laga ini pun serupa karena salah satu faktor penyebab adalah sang kiper Alisson Becker.

Alisson kembali membuat blunder, di mana pada laga ini terjadi pada proses gol kedua yang dilesatkan Vardy.

Liverpool pun kalah setelah gol pamungkas Barnes menutup laga.

Sebaliknya, Leicester City menanjak hingga peringkat kedua klasemen sementara dengan raihan 46 poin dari 24 laga.

Jalannya pertandingan

Leicester City menciptakan peluang berbahaya lebih dulu melalui tendangan spektakuler jarak jauh James Maddison menit kedua.

Sayang, upayanya masih melebar sehingga gawang Alisson masih terjaga.

Menit kelima Liverpool langsung merespons cepat melalui penetrasi Sadio Mane setelah menerima umpan terukur Trent Alexander-Arnold dari kanan.

Namun, penerimaan bolanya tak sempurna sehingga mampu diantisipasi Caglar Soyuncu

Liverpool yang tampil dengan permainan cepatnya kembali menciptakan peluang berbahaya melalui Mohamed Salah.

Baca juga: Man City Vs Tottenham, Mourinho Ungkap Kebohongan Gareth Bale

Kali ini, The Reds mengkreasikan peluang melalui situasi sepakan pojok tepat menit ke-16.

Namun, lagi-lagi peluang gagal dimanfaatkan setelah sepakan Mo Salah melebar.

Menit ke-26, Liverpool kembali mendapatkan peluang emas melalui Roberto Firmino.

Menerima umpan terobosan Salah, sang striker berhasil mengungguli dua bek Leicester. Sayang, sepakannya ke sudut gawang mampu dimentahkan Schmeichel.

Leicester akhirnya mampu menciptakan peluang sangan berbahaya melalui Jamie Vardy setelah menerima crossing Harvey Barnes pada menit ke-36.

Baca juga: Man City Vs Tottenham, Rekor Fantastis Ini Tak Berarti bagi Pep Guardiola

Sayang, tandukannya masih tepat dalam pelukan Alisson sehingga skor masih kacamata.

Pada menit akhir babak pertama, The Foxes kembali mendapat peluang emas. James Maddison melakukan tekanan hebat kepada Ozan Kabak sehingga bek debutan Liverpool itu tergelincir.

Jamie Vardy pun mendapat ruang bebas setelah mendapat umpan dari Daniel Amartey. Namun, upayanya masih digagalkan oleh mistar gawang.

Tak ada peluang berarti, skor 0-0 mengakhiri babak pertama.

Pada babak kedua, Liverpool masih mempertahankan dominasinya atas Leicester.

Serangan bertubi-tubi terus dilancarkan Mo Salah dkk. Namun, upaya mereka kembali ditahan oleh barisan pertahanan The Foxes.

Pasukan Juergen Klopp baru bisa menciptakan peluang berbahaya pada menit ke-56. Melalui skema tendangan bebas, Trent Alexander-Arnold.

Baca juga: Link Live Streaming Man City Vs Tottenham, Perjuangan The Lilywhites Menuju Rekor Baru

Sayang, tendangan akuratnya masih mencium mistar gawang The Foxes.

Liverpool yang terus menekan akhirnya berhasil membuka keunggulan melalui Mohamed Salah menit ke-67.

Berawal dari kesalahan Youri Tielemans, Firmino sukses memberikan umpan ciamik kepada Mo Salah.

Penyerang sayap asal Mesir itu kemudian meneruskan dengan sepakan terukurnya ke tiang jauh dan berhasil membobol gawang Schmeichel. Liverpool unggul 1-0 atas The Foxes.

Tertinggal satu gol tak membuat tim tuan rumah gentar. Setelahnya, Leicester mulai memberikan tekanan berarti kepada Liverpool.

Gol tersebut pun bak menandakan ancaman untuk Liverpool. Benar saja, pada menit ke-76 ancaman hadir melalui Harvey Barnes.

Baca juga: Man City Menggila, Guendogan dan Guardiola Terbaik Januari di Liga Inggris

Gelandang serang asal Inggris itu melakukan penetrasi tajam ke dalam kotak penalti sehingga memaksa Thiago dan Alexander Arndold melakukan pelanggaran.

Tendangan bebas pun diberikan dan James Maddison yang mengeksekusi sukes mencetak gol melalui tendangan bebas jarak dekat.

Sepakan mendatar nan kerasnya melewati pagar hidup dan barisan pemain Liverpool dalam kotak penalti, bola mengalir deras sehingga masuk ke gawang Alisson.

Wasit sempat mengecek VAR karena disinyalir offside, tapi akhirnya gol tersebut disahkan karena terbukti sah.

Menit ke-82 petaka kembali hadir untuk Liverpool. Pasalnya, Alisson melakukan blunder fatal yang membuat The Foxes sukses membalikan keadaan.

Gol bermula ketika Amartey mengirimkan long ball ke sisi Liverpool. Alisson kemudian maju untuk menghalau bola, tetapi ia bertabrakan dengan Ozan Kabak.

Bola yang berusaha dihalau keduanya jatuh ke kaki Jamie Vardy dan sang penyerang dengan bebas mencetak gol ke gawang yang tak terjaga.

Baca juga: Man City Vs Tottenham: Mourinho Keluhkan Pertahanan, Malah Puji Andalan Lawan

Tak lama berselang mimpi buruk pun kembali hadir di kubu Liverpool. Mereka kembali kebobolan untuk ketiga kalinya pada menit ke-85.

Kali ini, The Reds kebobolan lantaran lini tengah melakukan error sehingga umpang yang dialirkan terputus.

Bola yang diambil alih pemain Leicester kemudian diteroboskan dengan akurat kepada Harvey Barnes.

Barnes yang bebas pun sukses mencetak gol setelah duel satu vs satu melawan Alisson. Leicester 3-1.

Setelahnya, Liverpool bak kehilangan sentuhan seperti ketika sebelum kebobolan. Alhasil, mereka pun gagal membalas dan harus kalah di tangan Leicester.

The Reds masih berkutat di posisi keempat, sementara Leicester mernyalip Manchester United di peringkat kedua klasemen walau memainkan satu laga lebih banyak.

LEICESTER vs LIVERPOOL (Maddison 80', Vardy 82', Barnes 85' / Mo Salah 67')

LEICESTER (3-4-3): 1-Schmeichel; 18-Amartey, 6-Evans, 4-Soyuncu; 21-Ricardo, 8-Tielemans (20-Choudhury 87'), 25-Ndidi, 11-Albrighton (17-Perez 74'/ 24-Mendy 90'); 10-Maddison, 9-Vardy, 15-Barnes.

Cadangan: 12-Ward; 14-Ihenacho, 19-Under, 28-Fuchs, 33-Thomas, 46-Campbell.

Pelatih: Brendan Rodgers (IRL).

LIVERPOOL (4-3-3): 1-Alisson; 26-Robertson, 14-Henderson, 19-Kabak, 66-Alexander Arnold; 17-Jones (15-Oxlade-Chamberlain 76'), 5-Wijnaldum (23-Shaqiri 87'), 7-Milner (6-Thiago 17'); 10-Mane, 9-Firmino, 11-Salah.

Cadangan: 13-Adrian, 21-Tsimikas, 46-R.Williams, 47-Phillips, 65-Clarkson, 76-N.Williams.

Pelatih: Juergen Klopp (JER).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Profil Dusan Vlahovic, Rp 1,2 Triliun untuk Pengkhianatan

Profil Dusan Vlahovic, Rp 1,2 Triliun untuk Pengkhianatan

Sports
Manfaat Latihan Guling Depan dan Guling Belakang

Manfaat Latihan Guling Depan dan Guling Belakang

Sports
Jadwal Timnas Indonesia Vs Timor Leste, Laga Kedua Besok Malam

Jadwal Timnas Indonesia Vs Timor Leste, Laga Kedua Besok Malam

Liga Indonesia
Ronaldo Pernah Ngambek dan Blokir Transfermarkt

Ronaldo Pernah Ngambek dan Blokir Transfermarkt

Internasional
Pramel dan Gloria Tersingkir dari Pelatnas PBSI, PB Djarum Kantongi Rencana

Pramel dan Gloria Tersingkir dari Pelatnas PBSI, PB Djarum Kantongi Rencana

Badminton
Cristiano Ronaldo Terima Penghargaan Globe Soccer Awards di Dubai

Cristiano Ronaldo Terima Penghargaan Globe Soccer Awards di Dubai

Liga Inggris
Apa Rencana Praveen/Melati Usai Terdegradasi dari Pelatnas PBSI?

Apa Rencana Praveen/Melati Usai Terdegradasi dari Pelatnas PBSI?

Badminton
Dusan Vlahovic ke Juventus: Diantar Kemarahan, Kostum Ronaldo, dan Kue Kejutan

Dusan Vlahovic ke Juventus: Diantar Kemarahan, Kostum Ronaldo, dan Kue Kejutan

Liga Italia
Olimpiade 2024 Jadi Target Gloria Bersama Pasangan Anyar Usai Dicoret dari Pelatnas PBSI

Olimpiade 2024 Jadi Target Gloria Bersama Pasangan Anyar Usai Dicoret dari Pelatnas PBSI

Badminton
Guard Amartha Hangtuah Sevly Rondonuwu Bicara soal Posisi Barunya

Guard Amartha Hangtuah Sevly Rondonuwu Bicara soal Posisi Barunya

Sports
Jadwal Liga 1 Hari Ini: Ada Bali United-Persebaya, Kans Persib Dekati Puncak

Jadwal Liga 1 Hari Ini: Ada Bali United-Persebaya, Kans Persib Dekati Puncak

Liga Indonesia
Promosi dan Degradasi Pelatnas PBSI: Jumlah Ganjil Ganda Putri, Peran The Daddies, hingga Tekad Pramel

Promosi dan Degradasi Pelatnas PBSI: Jumlah Ganjil Ganda Putri, Peran The Daddies, hingga Tekad Pramel

Badminton
Dusan Vlahovic Resmi Gabung Juventus, Pakai Nomor Punggung Cristiano Ronaldo

Dusan Vlahovic Resmi Gabung Juventus, Pakai Nomor Punggung Cristiano Ronaldo

Liga Italia
Arti Penting Kehadiran Ahsan/Hendra di Pelatnas PBSI: Menerjang Degradasi, Sukseskan Regenerasi

Arti Penting Kehadiran Ahsan/Hendra di Pelatnas PBSI: Menerjang Degradasi, Sukseskan Regenerasi

Badminton
Praveen/Melati Dicoret dari Pelatnas meski Dianggap Nomor Satu, Siap Unjuk Gigi di 2022 bersama PB Djarum

Praveen/Melati Dicoret dari Pelatnas meski Dianggap Nomor Satu, Siap Unjuk Gigi di 2022 bersama PB Djarum

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.