Kegemaran Zlatan Ibrahimovic, Senang "Pecut" Bocah-bocah di AC Milan

Kompas.com - 12/02/2021, 05:00 WIB
Striker gaek Zlatan Ibrahimovic merayakan golnya ke gawang Crotone dalam laga AC Milan vs Crotone, Minggu (7/2/2021) di San Siro. AFP/Miguel MedinaStriker gaek Zlatan Ibrahimovic merayakan golnya ke gawang Crotone dalam laga AC Milan vs Crotone, Minggu (7/2/2021) di San Siro.

KOMPAS.com - Gelandang AC Milan, Ismael Bennacer, mengungkap Zlatan Ibrahimovic senang memecut pemain muda Rossoneri alias memberikan dorongan untuk berbuat lebih baik.

Bennacer melihat sikap seniornya tersebut begitu membawa dampak positif bagi Milan yang mayoritas dihuni oleh generasi muda dengan rata-rata usia 24 tahun.

Ini merupakan jumlah rata-rata usia termuda suatu tim di lima liga top Eropa, meski Ibrahimovic mengisi skuad Rossoneri sebagai pemain tertua berusia 39 tahun.

Tampil di usia senja, Ibrahimovic tak hanya membawa dampak sebagai mesin gol Milan, tetapi juga untuk mendorong timnya dari dalam.

Baca juga: CEO AC Milan Sebut Ibrahimovic Jadi Pembeda di Serie A

Pengalaman dan mentalitas pemain asal Swedia itu berharga untuk membuat Milan lebih kuat.

Teruntuk pemain muda, dipaparkan Bennacer, bahwa Ibrahimovic sangat jarang menahan diri untuk mendorong bocah-bocah di Milan agar menunjukkan yang terbaik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ibrahimovic jarang menahan diri saat dia harus menekan rekan-rekan setim yang lebih memuda di Milan," kata Bennacer dikutip dari Football Italia, Kamis (11/2/2021).

Baca juga: Skuad Kelas Obralan AC Milan Bisa Datangkan Pembantaian untuk Inter Milan

"Meskipun terkadang kami melihatnya berteriak di lapangan, itu lebih baik daripada jika dia tidak mengatakan apa-apa," katanya.

"Artinya, saat itu dia tidak peduli dengan apa yang kami lakukan sekarang," tuturnya.

"Dia memberi kami banyak hal, dengan semua pengalaman yang dimiliki, dia mencoba membawa kami ke level tertinggi," ungkap pemain berusia 23 tahun itu.

"Dia memberi kami banyak nasihat. Ibrahimovic telah menjadi pembawa standar generasi baru talenta muda," katanya.

Sebelum kedatangan Ibrahimovic pada musim dingin 2020 lalu, AC Milan merupakan penghuni papan tengah di Serie A.

Baca juga: Meriahkan Super Bowl LV, Inter Sindir AC Milan dengan Video

Namun, setelah pemain berjuluk Ibracadabra itu kembali ke San Siro untuk periode keduanya, performa Milan semakin melejit.

Hingga pertengahan musim 2020-2021, Ibrahimovic sukses membawa Rossoneri ke puncak klasemen Serie A dengan torehan 49 poin dari 21 laga.

Kontribusinya boleh dibiilang sangat besar. Pasalnya, striker gaek itu telah mencetak 14 gol di Serie A musim ini.

Perolehan tersebut membuatnya menjadi runner-up top skor sementara di bawah megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, yang unggul dua gol.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X