Skuad Kelas Obralan AC Milan Bisa Datangkan Pembantaian untuk Inter Milan

Kompas.com - 09/02/2021, 12:00 WIB
Proses menuju gol Zlatan Ibrahimovic pada laga perempat final Coppa Italia 2020-2021 Inter Milan vs AC Milan di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (26/1/2021) atau Rabu dini hari WIB. MIGUEL MEDINAProses menuju gol Zlatan Ibrahimovic pada laga perempat final Coppa Italia 2020-2021 Inter Milan vs AC Milan di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (26/1/2021) atau Rabu dini hari WIB.
|

KOMPAS.com - Inter Milan disebut ada dalam posisi wajib menjuarai Liga Italia jika menilik kekuatan sang rival bebuyutan, AC Milan, yang cuma dibangun dari pemain kelas “obralan”.

Dua sisi Kota Milano, AC Milan dan Inter Milan bersaing ketat di papan atas kompetisi kasta tertinggi Liga Italia, Serie A 2020-2021.

AC Milan sementara memuncaki klasemen dengan koleksi 49 poin dari 21 laga, sementara Inter Milan menguntit di posisi kedua via torehan 47 angka.

Persaingan ketat dua tim tersebut di jalur scudetto memancing komentar dari Antonio Cassano, eks pemain timnas Italia yang pernah memperkuat AC Milan dan Inter Milan.

“AC Milan membangun tim dengan biaya hanya 1,5 juta euro (sekitar 25 miliar rupiah) dan mereka menjalani musim yang luar biasa. Jika Milan juara, hal itu akan jadi sebuah pembantaian untuk Inter,” kata Cassano yang ikut mengantar AC Milan meraih scudetto pada 2010-2011.

Baca juga: Meriahkan Super Bowl LV, Inter Sindir AC Milan dengan Video

Ya, AC Milan musim ini memang membangun tim dengan barisan pemain kelas obralan alias didapatkan dengan harga miring atau bahkan gratisan.

Figur seperti Brahim Diaz, Diogo Dalot, Soualiho Meite, sampai Fikayo Tomori didatangkan dengan formula peminjaman.

Nama besar semodel Zlatan Ibrahimovic dan Mario Mandzukic bahkan bisa direkrut tanpa melibatkan biaya transfer sepeser pun.

Situasi tersebut berlawanan dengan Inter Milan yang menyokong sang pelatih, Antonio Conte, via pembelian premium macam Achraf Hakimi dari Real Madrid dengan nilai transfer mencapai 40 juta euro (sekitar 676,3 miliar rupiah).

Baca juga: Legenda Inter Milan: Romelu Lukaku Harus Lebih Egois!

“Inter Milan membeli semua pemain yang diinginkan Conte pada musim panas. Ia punya kewajiban untuk juara,” kata Cassano.

Faktor lain yang menurut Cassano akan menambah beban di pundak Inter Milan adalah fakta bahwa skuad berkostum hitam-biru itu sudah tersingkir dari kompetisi antarklub Eropa.

Inter Milan hanya finis di posisi juru kunci babak penyisihan grup Liga Champions musim ini sehingga tak kelimpahan tiket partisipasi ke ajang Liga Europa yang jadi hak penghuni posisi tiga klasemen.

Baca juga: Setelah Legenda Treble Inter Milan, Maicon, Divisi 4 Liga Italia Diramaikan Drogba

Sebaliknya, AC Milan masih ambil bagian di pentas Liga Europa 2020-2021 dan tengah bersiap menghadapi tantangan Crvena Zvezda di babak 32 besar.

“Conte sudah tereliminasi di kancah antarklub Eropa. Akan menjadi sebuah kegagalan besar jika ia tak memenangi scudetto,” tutur Cassano yang membela panji AC Milan pada 2011-2012 dan Inter Milan pada 2012-2013.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X