Kisah Persib Tembus Perempat Final Liga Champions Asia, Dibobol Shin Tae-yong

Kompas.com - 08/02/2021, 20:00 WIB
Bomber Persib Bandung, Sutiono Lamso, beraksi pada ajang kompetisi Perserikatan 1993-1994. DOK TABLOID BOLABomber Persib Bandung, Sutiono Lamso, beraksi pada ajang kompetisi Perserikatan 1993-1994.

Akan tetapi, keuntungan tersebut tak berarti apa-apa karena lawan yang dihadapi secara kualitas berada jauh di atas Persib. Maung Bandung kepayahan, tiga kali bertanding, tiga kali pula kekalahan dialami Persib.

Pada laga pertama melawan Verdy Kawasaki, Persib kalah 2-3. Kekalahan berlanjut pada laga kedua ketika bersua Thai Farmers. Dalam laga tersebut Persib menyerah 1-2.

Adapun pada laga terakhir menghadapi Ilhwa Chunma, Persib kalah dengan skor telak 2-5. Salah satu gol yang bersarang ke gawang Persib saat itu dibukukan oleh Shin Tae-Yong, yang kini menjabat sebagai pelatih kepala timnas Indonesia.

"Kalau sudah berbicara tentang kompetisi antarklub Asia, apalagi lawan tim Jepang-Korea itu mainnya sudah kelas-lah pokoknya. Terakhir main lawan Chunma, kami kalah juga di pertandingan terakhir," ujar Yudi.

Persib memang kepayahan ketika melakoni pertandingan di fase perempat final. Satu hal yang wajar juga karena lawan yang dihadapi kelasnya berada di atas Persib. Hanya saja, meski selalu kalah dari lawan-lawannya, perlawanan tetap ditunjukkan Persib.

Lihat saja hasil akhir dalam tiga laga yang dilakoni. Meski kalah, setidaknya Persib selalu bisa mencetak gol ke gawang lawan. Bahkan, dua dari tiga kekalahan yang dialami, diderita dengan skor tipis. Hanya saat melawan Ilhwa Chunma saja Persib kalah dengan margin lebih dari dua gol.

Pencapaian tersebut setidaknya layak untuk dibanggakan. Sebab, dalam kiprahnya di LCA 1995, skuad Persib semuanya dihuni oleh pemain lokal hasil binaan sendiri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kuncinya pada saat itu adalah kekompakan tim. Kami sebenarnya tidak ada pemain bintang. Namun, kami kompak di dalam dan luar lapangan. Itu yang membuat kami menjadi tim yang tangguh pada saat itu," ucap Yudi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X