Kompas.com - 05/02/2021, 21:50 WIB
Bek Arsenal, David Luiz, menerima kartu merah dari wasit Craig Pawson dalam laga Premier League melawan Wolverhampton di Stadion Molineux, 2 Februari 2021. NICK POTTS/POOL/AFPBek Arsenal, David Luiz, menerima kartu merah dari wasit Craig Pawson dalam laga Premier League melawan Wolverhampton di Stadion Molineux, 2 Februari 2021.

Sementara itu, menurutnya Komisi Wasit menilai Mike Dean keliru soal kontak Bednarek kepada Martial.

"Semua di dunia sepak bola tahu itu kartu merah," kata Walton soal keputusan Luiz dikutip dari Football London, Jumat (5/2/2021).

"Apa yang terjadi kepada Luiz adalah dia terus berlari, menempel ketat lawan, lalu dengan momentumnya menabrak lawan. Itu tendangan penalti."

"Dia ceroboh dalam sentuhan ke tumit lawan. Jadi, wasit tidak punya pilihan selain memberikan tendangan penalti karena dia tidak berusaha menguasai bola. Itu pelanggaran dan kartu merah."

Baca juga: Bukan karena Uang, Ini Alasan Neymar Enggan Merumput di Liga Inggris

"Kemudian Bednarek, yang terjadi adalah wasit Mike Dean melihat kontak dengan Martial dan memberikan tendangan penalti," tandasnya.

"VAR mencari sudut untuk membenarkan keputusan tersebut. Dia melihatnya sebagai kontak sehingga tidak ada bukti jelas untuk membuat Mike Dean membatalkan penalti."

"Mike Dean pergi ke monitor bukan untuk melihat apakah itu pelanggaran atau tidak, tetapi memastikan sang pemain mendapatkan sanksi tepat karena Bednarek tidak mencoba memainkan bola."

“Namun, Komisi memiliki pandangan sedikit berbeda dengan wasit lapangan dan VAR," ungkapnya.

"Komisi bisa menambahkan adanya sentuhan, konteks pelanggaran dan keadaan yang meringankan seperti apakah sang penyerang kehilangan keseimbangan sehingga menjadi lebih mudah terjatuh?"

"Sebagai wasit, saya masih pikir keputusan Mike Dean tepat. Ada kontak di sana dan apabila ada kontak, dalam pendapatnya, ia akan memberikan pelanggaran."

"Saya mendukung keputusan itu dari sudut murni seorang wasit. Namun, Komisi punya opsi-opsi lain untuk menilai situasi," tuturnya menutup.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X