Kompas.com - 02/02/2021, 10:00 WIB
Pemain Arema FC Dedik Setiawan sebelum mendapatkan vaksin Covid-19 di Pendopo Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (30/01/2021) pagi. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPemain Arema FC Dedik Setiawan sebelum mendapatkan vaksin Covid-19 di Pendopo Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (30/01/2021) pagi.

 

MALANG, KOMPAS.com - Penyerang Arema FC, Dedik Setiawan, mengakui mendapatkan banyak tawaran dari klub luar selama masa tunggu kompetisi.

Namun, untuk saat ini, dia punya beberapa alasan untuk tetap bertahan di Indonesia.

"Kemarin banyak yang menawar, lebih banyak dari luar. DM (Instagram) dan WhatsApp juga. Yang banyak dari Malaysia," kata pemain berusia 26 tahun itu.

Dedik Setiawan mengungkap beberapa tawaran sudah menjurus serius, bahkan sampai memberikan nominal kontrak dan mengajukan negosiasi harga.

Tawaran tersebut sempat membuat dia membayangkan kiprah di luar. Akan tetapi, untuk saat ini, dia menghormati kontraknya bersama Arema FC.

Baca juga: Dedik Setiawan: Vaksin Aman dan Solusi untuk Kelanjutan Sepak Bola Indonesia

Selain itu, dia sudah menjalin komitmen dengan tim yang membesarkan namanya. Karena itu, semua tawaran yang masuk diarahkan langsung kepada manajemen.

"Banyak agen yang menghubungi. Ada yang serius memberikan nominal gaji segini, bagikan ada yang bilang, 'kamu minta berapa?'" ucapnya.

"Saya suruh menghubungi manajemen saja, tetapi katanya sulit. Kalau yang lain ya sekadar tanya saja," tuturnya.

Selain alasan profesional, keluarga menjadi alasan kedua Dedik Setiawan.

Baca juga: Cara Shin Tae-yong Melatih Timnas U19 Indonesia Disebut Mirip Eks Pelatih Arema FC

Mantan pemain Persekam Metro FC tersebut baru saja dikaruniai putra pertamanya pada bulan Desember lalu. Dia tidak bisa meninggalkan keluarganya sendiri, apalagi dengan situasi pandemi seperti ini.

Begitu pula dengan pihak keluarga. Mereka keberatan jika dia berkarier di luar untuk sementara waktu ini.

"Aslinya ingin (main di luar), tetapi saya komunikasi keluarga dulu bagaimana, katanya jangan jauh-jauh dulu," kata mantan pemain timnas Indonesia itu.

"Sepertinya kurang setuju kalau jauh-jauh. Kalau di Arema tiap hari pulang dan dekat sama keluarga," tuturnya.

"Untuk mengajak keluarga juga repot, enggak senyaman seperti di sini," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X