Kunci Man City Puncaki Klasemen, Guardiola: Kami Lebih Sedikit Berlari

Kompas.com - 30/01/2021, 21:40 WIB
Pep Guardiola, Manajer Manchester City berinteraksi dengan Kevin De Bruyne dari Manchester City setelah pertandingan Liga Premier antara Sheffield United dan Manchester City di Bramall Lane pada 31 Oktober 2020 di Sheffield, Inggris. AFP/GETTY IMAGES/GETTY IMAGES EUROPE /POOLPep Guardiola, Manajer Manchester City berinteraksi dengan Kevin De Bruyne dari Manchester City setelah pertandingan Liga Premier antara Sheffield United dan Manchester City di Bramall Lane pada 31 Oktober 2020 di Sheffield, Inggris.

KOMPAS.com - Manchester City memasuki pekan pertandingan ke-21 kompetisi teratas Liga Inggris, Premier League, berstatus sebagai pemuncak klasemen sementara.

Posisi tersebut mereka raih setelah meraih tujuh kemenangan dalam pertandingan di kancah liga secara beruntun sejak Desember lalu.

Bahkan, skuad asuhan pelatih Pep Guardiola itu tidak terkalahkan dalam sebelas pertandingan terakhir mereka di ajang liga tepatnya saat meraih kemenangan 5-0 atas Burnley pada 28 November 2020.

Rupanya sejak saat itu Man City sedikit mengubah pendekatan permainan mereka, dengan kembali menerapkan pola serangan yang pernah diterapkan pada musim lalu.

Baca juga: Kalah dari Tim Juru Kunci, Man United Gagal Kudeta Man City

"Saya tidak menyukai cara tim ini bermain dan untuk sejumlah alasan kami harus beradaptasi dengan kualitas para pemain yang tersedia belakangan ini," ujar Guardiola seperti dilansir dari BBC.

"Alasan tersebut membuat saya kembali menempatkan para pemian sayap lebih melebar dan garis pertahanan awal lebih maju, sehingga saat kami memegang bola para pemain tidak banyak berlari," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Taktik gubahan pelatih asal Spanyol itu membuat Man City tampil lebih stabil, serta mendorong para pemain mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Guardiola menyebut gaya permainan anak asuhnya yang terlihat lebih tenang membuat mereka bisa menciptakan peluang lebih banyak untuk membongkar pertahanan lawan.

Pelatih 50 tahun itu sekaligus meluruskan anggapan timnya terlihat tidak lagi bergairah untuk membangun serangan ketika hasil pertandingan tidak lagi berpihak pada timnya.

"Orang lain menuding para pemain tidak terlihat bersemangat saat hasil akhir laga buruk bagi kami, sebaliknya kami lebih sering bermain jelek ketika para pemain kelewat sering berlari membawa bola," ujar Guardiola.

Halaman:


Sumber BBC Sport
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.