Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/01/2021, 09:30 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Sengketa Wisma Persebaya di Jalan Karanggayam Surabaya memulai babak baru. Pemerintah Kota Surabaya melunak dan mengajak PT Persebaya Indonesia mencari jalan tengah perihal sengketa yang sudah berjalan sejak 2010 tersebut.

Plt Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, Pemkot mengajukan jalur damai dengan menawarkan peluang kerjasama dengan skema sewa dan perjanjian khusus.

Salah satu yang diusulkan adalah sistem Build Operate Transfer (BOT) atau yang juga dikenal dengan istilah Bangun Guna Serah (BGS).

“Bisa digunakan sistem BOT dengan Persebaya. Bisa juga sistem sewa," kata politisi dari partai PDIP tersebut.

"Ke depan, kita akan melakukan diskusi bersama pihak Persebaya. Itu salah satu skema yang kita tawarkan hasil rapat jajaran Pemerintah Kota Surabaya," imbuhnya.

Baca juga: Banyak Godaan, Hansamu Yama Masih Setia Tunggu Persebaya

Whisnu Sakti Buana berharap jalur damai yang ditawarkan Pemkot ini membuat Persebaya ikut melunak dengan mencabut tuntutan hukum yang tengah berjalan.

"Ya, agar bisa kita kerja sama kan ya harus begitu (cabut tuntutan),” terangnya.

BOT sendiri adalah istilah pemanfaatan aset daerah dengan cara mendirikan bangunan atau sarana berikut fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati.

Selanjutnya, ketika waktu yang disepakati telah habis, pihak pengelola wajib mengembalikan aset beserta bangunan dan fasilitasnya kepada pemilik.

Skema BOT tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Baca juga: Mundur dari Persebaya, Mahmoud Eid Berlabuh ke Liga Qatar

Selain mengajukan jalur damai, pihak Pemkot juga memberikan kabar baik lain. Whisnu Sakti Buana memastikan lampu hijau penggunaan Stadion Gelora Bung Tomo dan Gelora 10 Nopember.

"GBT dan Gelora 10 November itu bisa digunakan Persebaya. Asalkan membayar sewa. Untuk tarif sewanya, saat ini sedang digodok oleh teman-teman DPRD untuk berapanya," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+