Kompas.com - 26/01/2021, 20:25 WIB
Logo Persib Bandung. TWITTER.com/PERSIBLogo Persib Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com - Berstatus sebagai tim besar dan berprestasi di kancah sepak bola Indonesia, tak menjamin kiprah Persib Bandung dalam mengarungi kompetisi sepak bola nasional selalu berjalan mulus.

Dalam beberapa masa, klub berjulukan Maung Bandung itu juga sempat mengalami keterpurukan. Ada sejumlah momen keterpurukan yang pernah dialami Persib dalam kiprahnya di kompetisi sepak bola Indonesia.

Paling dikenang tentunya saat Persib berkiprah di Liga Indonesia musim 2003. Saat itu, Persib benar-benar terpuruk hingga hampir terdegradasi ke divisi I, atau strata kedua kompetisi sepak bola Indonesia.

Baca juga: Bos Persib Bandung Sebut Beckham Putra Bisa Hijrah ke Eropa pada Medio 2021

Miris, mungkin itulah diksi yang tepat dalam menggambarkan kondisi Persib pada masa itu. Bagaimana tidak, keterpurukan yang dialami Maung Bandung terjadi ketika mereka mulai membuka diri untuk menggunakan jasa pemain asing dalam skuadnya.

Sepanjang sejarah perjalanan Persib berkisah, klub yang berdiri sejak tahun 1933 itu memang memiliki kecenderungan memperkuat skuadnya dengan pemain lokal hasil binaan sendiri.

Tradisi tersebut tetap dipertahankan Persib ketika PSSI mulai memperbolehkan penggunaan pemain asing bagi kontestan kompetisi sepak bola Indonesia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebijakan tersebut mulai berlaku ketika kompetisi Liga Indonesia I bergulir pada musim 1994/1995.

Kala itu, Persib menolak ikut dalam arus utama. Maung Bandung memilih untuk tetap mengandalkan pemain lokal hasil binaan sendiri saat tampil dalam Liga Indonesia I.

Keputusan yang terbilang tepat, karena meski tak diunggulkan karena materi pemain yang kalah mentereng dengan para pesaingnya, Persib tetap bisa menunjukkan taringnya sebab mampu meraih gelar juara Liga Indonesia I.

Kebijakan pengurus Persib untuk tetap mengandalkan pemain lokal dalam skuadnya bertahan hingga akhir musim 2002.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X