Kompas.com - 22/01/2021, 14:40 WIB
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahyono, (KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHA) KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHADirektur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahyono, (KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHA)

BANDUNG, KOMPAS.com - Manajemen Persib Bandung belum menentukan nasib para pemain setelah kompetisi Liga 1 2020 resmi dibubarkan karena keadaan kahar.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahyono, mengatakan kalau pihaknya belum bisa berkomentar banyak terkait nasib pemain karena masih menunggu Surat Keputusan (SK) resmi dari PSSI terkait penghentian kompetisi musim 2020.

Seperti diketahui, PSSI telah memutuskan untuk membubarkan gelaran Liga 1 dan Liga 2 2020 karena keadaan kahar.

Keputusan itu diambil dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada Rabu (20/01/2021).

Baca juga: 4 Poin Penting Pembatalan Liga 1-Liga 2 Musim 2020 oleh PSSI

Hanya saja, dalam rapat tersebut, PSSI belum menentukan jadwal gelaran kompetisi musim 2021.

Menurut Teddy, PSSI baru mewacanakan kompetisi musim baru digelar seusai Hari Raya Lebaran (13-14 Mei 2021).

Akan tetapi belum diketahui secara rinci bulan dan tanggal penyelenggaraannya.

Menurut Teddy, sebelum ada kepastian jadwal kompetisi musim 2021, pihaknya belum bisa menentukan nasib pemain.

Dia ingin semua informasi jelas agar Persib bisa menentukan langkah secara tepat.

"Kami perlu kepastian dari PSSI dulu. Saya tidak mau berandai-andai sampai dengan menerima SK PSSI beserta dengan petunjuk pelaksanaannya," kata Teddy kepada wartawan, Kamis (21/01/2021) malam WIB.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X