Kompas.com - 18/01/2021, 18:20 WIB
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts. KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAPelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, mendukung wacana digulirkannya Liga 1 2021.

Sejak lama Alberts memang telah mengusulkan agar PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) melupakan rencana melanjutkan Liga 1 2020, dan mulai berpikir mengenai rencana menggulirkan kompetisi musim baru, Liga 1 2021.

Dalam pandangan Alberts, Liga 1 2020 memang sudah tidak ideal lagi untuk dilanjutkan.

Pasalnya, kompetisi strata tertinggi sepak bola Indonesia itu terhenti sejak pertengahan Maret 2020 karena wabah virus corona. Artinya, sudah hampir setahun kompetisi mengalami hiatus.

Baca juga: Persib Tak Merasa Rugi Bila Liga 1 2020 Dihentikan

Nyatanya, bukan hanya Alberts yang mengusulkan agar Liga 1 2020 tidak dilanjutkan. Melainkan banyak kesebelasan yang sepemahaman dengan pelatih asal Belanda itu.

Buktinya, dalam pertemuan antara PT LIB bersama perwakilan klub Liga 1 dan Liga 2 2020, rata-rata kesebelasan menginginkan agar Liga 1 2020 dihentikan total.

"Saya sudah berbicara mengenai penghentian Liga 1 2020 sejak Desember, karena ketidakjelasan maka seharusnya kami menghentikan Liga 1 2020. Sebab, liga terhenti sejak Maret 2020 dan sekarang sudah memasuki tahun 2021," kata Alberts kepada wartawan, Senin (18/01/2021).

"Selain itu berdasarkan situasi yang tidak jelas juga. Jadi tidak bagus untuk memulai lagi Liga 1 2020 di tahun 2021 dan juga memaksakan digelar liga 2021 di tahun 2021," sambung dia.

Meski begitu, Alberts juga berharap agar PSSI dan PT LIB pun turut memikirkan tentang keberlangsung Piala Indonesia. Menurut Alberts, Piala Indonesia tetaplah ajang yang juga layak diprioritaskan selain kompetisi.

Selama ini Alberts hampir tidak pernah mendengar ada pihak yang menyinggung soal Piala Indonesia. Semua fokus pada kompetisi.

Padahal, selain Liga 1, Piala Indonesia juga merupakan ajang penting. Banyak kesebelasan menjadikan Piala Indonesia sebagai jalur lain untuk mendapatkan tiket tampil di kompetisi Asia.

Seperti diketahui, Indonesia mengalokasikan satu jatah klub untuk tampil di Piala AFC kepada juara Piala Indonesia.

"Di waktu yang bersamaan juga jangan lupakan Piala Indonesia karena saya hanya mendengar masukan soal liga. Saya belum melihat ada masukan mengenai Piala Indonesia," ungkap Alberts.

"Padahal ini adalah cara kedua bagi klub Indonesia maju ke kompetisi AFC tapi tidak pernah disebut. Saya pikir Piala Indonesia harus tetap diperhatikan, karena di negara lain Piala Indonesia adalah turnamen penting kedua setelah liga," tegas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X