Inter Tersandung, Conte Sesalkan Kurangnya "Naluri Pembunuh"

Kompas.com - 11/01/2021, 00:08 WIB
Pelatih kepala Inter Milan, Antonio Conte memberikan instruksi selama pertandingan sepak bola Serie A Italia Inter Milan vs Cagliari pada 26 Januari 2020 di stadion San Siro di Milan. AFP/MIGUEL MEDINAPelatih kepala Inter Milan, Antonio Conte memberikan instruksi selama pertandingan sepak bola Serie A Italia Inter Milan vs Cagliari pada 26 Januari 2020 di stadion San Siro di Milan.

KOMPAS.com - Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, menyesali kegagalan timnya menuntaskan beberapa kesempatan emas pada laga kontra AS Roma, Minggu (10/1/2020).

Inter Milan hanya bisa bermain 2-2 saat bertandang ke markas AS Roma.

Gol-gol Milan Skriniar (56') dan Achraf Hakimi (63') diapit oleh gol Lorenzo Pellegrini (17') serta Gianluca Mancini (86').

Sebenarnya, Inter Milan berhasil menekan AS Roma hingga medio babak kedua.

Nerazzurri bahkan berhasil mencatatkan 17 tembakan berbanding hanya empat dari tim tuan rumah memasuki menit ke-70.

Akan tetapi, Antonio Conte melakukan beberapa perubahan pemain serta bermain 5-4-1 yang membuat AS Roma mengambil inisiatif serangan.

Baca juga: Inter Milan Gagal Menang Lagi, Conte Ketus Ditanya Soal Transfer

Bahkan, selama 20 menit terakhir pertandingan, Roma bisa mencatatkan 10 tembakan ke gawang Samir Handanovic tanpa bisa dibalas sekali pun oleh Inter.

Mereka juga mencatatkan 151 sentuhan di paruh lapangan lawan, berbanding hanya 18 dari Inter.

Roma melakukan 94 sentuhan bola di sepertiga serangan akhir berbanding hanya dua dari Inter dan 22 sentuhan di kotak penalti lawan berbanding, lagi-lagi, hanya dua dari Inter.

Bagi Antonio Conte, kegagalan mengambil tiga poin terjadi bukan karena statistik 20 menit terakhir melainkan saat timnya masih mendominasi laga hingga menit ke-70.

"Kami punya kesempatan untuk menutup laga," ujarnya seperti dikutip dari Tuttomercatoweb.

"Kami kekurangan insting pembunuh. Kami melawan tim kuat yang melakukan banyak hal bagus."

Baca juga: AS Roma Vs Inter Milan, Achraf Hakimi Hidupkan Lagi Catatan 11 Musim Silam

Conte juga membandingkan hasil ini dengan beberapa laga sebelumnya, terkait jumlah tembakan ke gawang berbanding gol yang tercipta.

"Sejauh ini, jumlah gol kami minim berbanding kesempatan yang tercipta."

"Saat melawan Sampdoria kami mencatatkan lebih dari 20 gol tetapi hanya tercipta satu gol," ujarnya.

"Setidaknya, penting untuk menciptakan peluang karena hal itu berarti ada basis yang bisa kami ciptakan."

Dengan hasil ini, Inter Milan tetap menghuni peringkat kedua klasemen Liga Italia 2020-2021 dengan nilai 39, terpaut tiga angka dari AC Milan yang bertengger di posisi puncak.

Sementara, AS Roma yang mengoleksi 34 poin berada satu setrip di bawah Inter Milan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Respons Robertson soal Liverpool yang Kian Bobrok Usai Dibekuk Chelsea

Respons Robertson soal Liverpool yang Kian Bobrok Usai Dibekuk Chelsea

Liga Inggris
Timnas U23 Indonesia Vs Tira Persikabo, Shin Tae-yong Sebut Kekurangan Garuda Muda

Timnas U23 Indonesia Vs Tira Persikabo, Shin Tae-yong Sebut Kekurangan Garuda Muda

Sports
Timnas U23 Indonesia Vs Tira Persikabo, Fisik Anak Asuh Shin Tae-yong Dipuji

Timnas U23 Indonesia Vs Tira Persikabo, Fisik Anak Asuh Shin Tae-yong Dipuji

Liga Indonesia
Olimpiade Tokyo, Alternatif Tanpa Penonton Asing Mengemuka

Olimpiade Tokyo, Alternatif Tanpa Penonton Asing Mengemuka

Sports
Olimpiade Tokyo, Ada Alih Fungsi Penggunaan Perkampungan Atlet

Olimpiade Tokyo, Ada Alih Fungsi Penggunaan Perkampungan Atlet

Sports
Olimpiade Tokyo, Penyelenggara Sudah Siapkan Solusi Terbaik

Olimpiade Tokyo, Penyelenggara Sudah Siapkan Solusi Terbaik

Sports
Ozan Kabak Ikutan Cedera, Juergen Klopp Makin Pusing

Ozan Kabak Ikutan Cedera, Juergen Klopp Makin Pusing

Sports
David de Gea Absen demi Anak, Dean Henderson Siap Unjuk Gigi

David de Gea Absen demi Anak, Dean Henderson Siap Unjuk Gigi

Liga Inggris
Hasil Timnas U23 Indonesia Vs Tira Persikabo - Garuda Muda Gemilang di Uji Coba Perdana

Hasil Timnas U23 Indonesia Vs Tira Persikabo - Garuda Muda Gemilang di Uji Coba Perdana

Liga Indonesia
Bertahan di Persib, Erwin Ramdani Siap Kerja Lebih Keras demi Menit Bermain

Bertahan di Persib, Erwin Ramdani Siap Kerja Lebih Keras demi Menit Bermain

Liga Indonesia
Loris Capirossi: Valentino Rossi Sudah Lupa Berapa Umurnya Sekarang

Loris Capirossi: Valentino Rossi Sudah Lupa Berapa Umurnya Sekarang

Motogp
Timnas U22 Indonesia Vs Tira Persikabo, M Rafli Tambah Keunggulan Garuda Muda

Timnas U22 Indonesia Vs Tira Persikabo, M Rafli Tambah Keunggulan Garuda Muda

Sports
Banjir Kejadian Kontroversial, IFAB Perjelas Peraturan Handball

Banjir Kejadian Kontroversial, IFAB Perjelas Peraturan Handball

Sports
Olimpiade Tokyo, Alasan Atlet Tak Bisa Lagi Menunggu

Olimpiade Tokyo, Alasan Atlet Tak Bisa Lagi Menunggu

Sports
Gelandang Bayern Jelang Der Klassiker: Dortmund Selalu Jadi Lawan Terberat

Gelandang Bayern Jelang Der Klassiker: Dortmund Selalu Jadi Lawan Terberat

Bundesliga
komentar di artikel lainnya
Close Ads X