Kisah Pedri Lolos dari Jaring Real Madrid Saat Masih Berusia 15 Tahun

Kompas.com - 09/01/2021, 00:30 WIB
Bintang baru Barcelona, Pedro Gonzalez Pedri, beraksi bagi UD Las Palmas pada musim 2019-2020. LALIGABintang baru Barcelona, Pedro Gonzalez Pedri, beraksi bagi UD Las Palmas pada musim 2019-2020.

KOMPAS.com - Pedri Gonzalez menjelma jadi salah satu pemain muda paling mengasyikkan di Liga Spanyol selama beberapa tahun terakhir.

Penampilannya kian memukau dari laga ke laga. Terkini, Pedri mencetak gol pembuka laga dan menyumbang satu assist ke Lionel Messi saat Barcelona mengalahkan Athletic Club 3-2 pada Rabu (6/1/2021).

Pedri menjadi pemain termuda sepanjang sejarah LaLiga, kasta teratas Liga Spanyol, yang mencatatkan satu gol dan satu assist pada satu laga.

Tak hanya itu, Pedri juga sudah digadang-gadang bakal masuk ke skuad timnas Spanyol untuk Euro 2020.

Baca juga: Makna Selebrasi Tiga Jari Pedri di Dekat Lionel Messi

Hal ini tentu pijakan besar bagi karier pemain yang datang dengan banderol 5 juta euro dari Las Palmas pada awal musim ini.

Di balik perkembangan pesat karier Pedri, ada kisah sangat menarik soal masa-masa pembentukan pemuda dari Kepulauan Canaries ini.

Pedri ternyata sempat dipantau secara seksama dengan Real Madrid saat masih berusia 15 tahun.

Hal ini terjadi saat ia masih bermain untuk klub bernama CF Juventud Laguna, satu tahun sebelum ia bergabung dengan UD Las Palmas pada 2018.

"Pedri bermain bagi Laguna dan ia berupaya melakukan trial dengan berbagai tim besar seperti Valencia, Villarreal, Barcelona, dan Madrid," tutur agen sang pemain, Hector Peris, di Mundo Deportivo.

"Saat itu, tak ada klub yang ingin mendatangkannya. Satu-satunya kub yang tertarik dengan jasanya adalah Madrid."

Baca juga: Bilbao Vs Barcelona, Kunci di Balik Koneksi Backheel Pedri-Messi...

Akan tetapi, situasi ketika itu tak memungkinkannya untuk melakukan trial dengan optimal.

"Hari pertama dia tiba, Pedri tak bisa berlatih karena lapangan bersalju," tutur Peris lagi.

"Keesokan harinya, ia berlatih dengan tim Cadet A (untuk usia U15) tetapi sesi ketika itu adalah latihan ringan sebelum menghadapi pertandingan sehingga ia tak bisa menunjukkan bakatnya."

"Esok hari setelah itu, ia berlatih dengan tim lain, dan sehari setelahnya ia kembali latihan dengan Cadet A," tuturnya.

"Namun, pada saat itu sudah ada mispersepsi soal kemampuan Pedri. Ini adalah kumpulan kejadian luar biasa yang membuat Madrid tidak merekrutnya."

"Pedri akhirnya bergabung dengan Las Palmas beberapa bulan kemudian."

Baca juga: Juergen Klopp Diklaim Bakal Latih Barcelona Musim Depan

Pedri merupakan satu generasi bersama bocah ajaib Barca, Ansu Fati.

Bahkan, Fati lahir hanya 25 hari sebelum Pedri datang ke dunia.

Kendati masih berusia 17 tahun ketika itu, Pedri merupakan pemain yang paling banyak merumput bagi Las Palmas di kasta kedua Liga Spanyol musim lalu.

Pemuda yang mengidolai Andres Iniesta ini turun dalam 36 laga dan melahap 2.833 menit bermain.

Koeman dikabarkan mendapat rekomendasi cemerlang perihal sang pemain dari Jose Mari Bakero dan Ramon Planes.

Dua orang ini menjadi penggerak dalam rekrutmen pemain kelahiran 25 November 2002 tersebut dan mempunyai hubungan baik dengan Koeman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X