Diambang Penghentian, Arema FC Minta Kompetisi Dituntaskan Apapun Caranya

Kompas.com - 07/01/2021, 23:30 WIB
Pelatih kepala Arema FC Carlos Oliveira (kiri) dan pelatih kiper Felipe Americo (kanan). KOMPAS.com/Suci RahayuPelatih kepala Arema FC Carlos Oliveira (kiri) dan pelatih kiper Felipe Americo (kanan).

MALANG, KOMPAS.com - General Manager Arema FC, Ruddy Widodo angkat bicara soal wacana rapat Exco PSSI demi menentukan nasib Liga 1 2020.

Plt. Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengungkapkan adanya opsi penghentian kompetisi sepak bola 2020 secara total.

Ruddy Widodo mengatakan jika harus memilih, Arema FC akan lebih senang untuk melanjutkan Liga 1 2020.

Petinggi Arema itu beranggapan jika penghentian kompetisi 2020 justru akan menciptakan masalah baru.

Baca juga: Tanggapan Arema FC soal Isu Pembubaran Tim karena Liga Tak Jelas

"Jujur saja saat ini yang penting ada sepak bola dulu. Terus kalau disuruh memilih ya mending lanjut karena kita tidak bicara waktu," tutur pria asal Madiun tersebut.

"Walau 2020 sudah lewat, tetapi liga bisa dijalani karena tidak ada degradasi, dll. Yang penting jangka waktunya."

Pelaksanaan kompetisi 2020 tentu saja melibatkan banyak pihak di luar federasi, operator, dan juga klub.

Misalnya saja pihak sponsor, venue, dan juga stakeholder lainnya.

Terkait hal tersebut, Ruddy Widodo menilai ada tanggung jawab yang harus diselesaikan dan tidak bisa serta merta dihentikan begitu saja.

"Hal terpenting adalah kita tidak punya hutang di 2020. Baru nanti dimulai liga baru. Terserah kapan yang penting pada 2021," kata pria berusia 48 tahun ini.

Baca juga: Arema Yakin Buramnya Kelanjutan Liga Bisa Jelas dengan Bahasa Bola

"Pada 2020 kan sepak bola tidak sendiri. Di industri ada sponsor dan broadcaster. Di klub lain kan juga gitu. Hak dan kewajibannya juga ada. Nah, biar tidak ada tanggungan, itu dilalui dulu baru ada liga baru," imbuhnya.

Ruddy Widodo menegaskan bahwa Arema FC akan tetap bersikap dinamis dan patuh pada keputusan federasi.

Namun, dia tetap menaruh harapan besar agar PSSI tetap memikirkan nasib kompetisi 2020 agar klub dapat melangkah ringan dalam menjalani musim baru.

"Jika federasi bilang stop kompetisi 2020 terus langsung ada Liga 1 2021 ya ayo, tapi liga 2020 harus dipikirkan juga. Jadi, jangan stop langsung ditinggalkan," pungkasnya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X