Kompas.com - 07/01/2021, 10:20 WIB
Penyerang Brasil Paris Saint-Germain Neymar (kiri) dijegal oleh bek Lyon asal Belanda Kenny Tete selama pertandingan sepak bola L1 Prancis antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Lyon (OL), pada 13 Desember 2020 di stadion Parc des Princes di AFP/FRANCK FIFEPenyerang Brasil Paris Saint-Germain Neymar (kiri) dijegal oleh bek Lyon asal Belanda Kenny Tete selama pertandingan sepak bola L1 Prancis antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Lyon (OL), pada 13 Desember 2020 di stadion Parc des Princes di

KOMPAS.com - Mauricio Pochettino gagal mengawali kariernya sebagai pelatih tim Paris Saint-Germain (PSG) dengan hasil sempurna, dalam pekan pertandingan kompetisi teratas Liga Perancis, Ligue 1, pada Rabu (6/1/2021) atau Kamis dini hari WIB.

Skuad arahan pelatih asal Argentina itu hanya mampu meraih hasil seri dengan skor 1-1 saat bertamu ke markas Saint-Etienne, di Stadion Geoffroy-Guichard.

Tuan rumah mampu meraih keunggulan lebih dahulu, lewat aksi tendangan kaki kiri penyerang Romain Harmouna di menit ke-19 babak pertama.

PSG baru dapat menyamakan kedudukan berselang tiga menit kemudian, setelah penyerang Moise Kean berhasil menyelesaikan operan dari Marco Veratti di dalam kotak penalti lawan.

Baca juga: Menanti Saint-Etienne Vs PSG, Debut Pochettino Sebagai Pelatih

Pochettino mengaku kecewa timnya hanya berhasil membawa pulang satu poin dari laga kali ini, sembari menyebut minimnya persiapan menjadi penyebab para pemain PSG tak tampil maksimal.

"Hasil ini jelas bukanlah yang kami inginkan, pihak lawan di sisi lain pantas memperoleh angka dari laga ini," kata Pochettino seperti dikutip KOMPAS.com dari L'Equipe.

"Kami sendiri merasa tidak sepenuhnya berada dalam kondisi maksimal jelang laga karena cuma memiliki tiga hari untuk berlatih, saya pikir masih ada banyak hal untuk diperbaiki ke depannya" ujarnya lagi.

Mantan pelatih Tottenham Hotspur itu menyebut sejumlah ide yang ia siapkan dalam pola permainan PSG sudah dapat berjalan dengan baik, seperti peran Veratti sebagai jenderal di lini tengah.

Selain itu, PSG masih dapat mempertahankan kemampuan untuk dapat menguasai bola secara dominan, terlepas belum secara efektif mengonversi lima peluang bersih yang didapat untuk membobol gawang lawan.

Berdasarkan statistik yang dirangkum dari laman resmi Ligue 1, Kylian Mbappe dan rekan setim mencatat rataan penguasaan bola hingga 68,4 persen sepanjang pertandingan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber L'Equipe
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X