Kompas.com - 02/01/2021, 11:00 WIB
Selama kompetisi Liga 1 2020 dihentikan akibat pandemi virus corona, Bayu Gatra menghabiskan waktu dengan main bola bersama Tunas Remaja, tim yang ada di kampung halamannya, Jember. Dokumentasi PribadiSelama kompetisi Liga 1 2020 dihentikan akibat pandemi virus corona, Bayu Gatra menghabiskan waktu dengan main bola bersama Tunas Remaja, tim yang ada di kampung halamannya, Jember.

JEMBER, KOMPAS.com - Winger PSM Makassar Bayu Gatra menjadi salah satu pemain profesional yang paling aktif mengikuti kegiatan sepak bola amatir seperti Fun Football maupun tarkam di tengah liburnya Liga 1 2020.

Aktivitas tersebut bisa dilihat dari unggahan story akun Instagram @bayu23gatra maupun unggahan akun lain yang menandai.

Dari pantauan sosial media, dia mulai rajin mengikuti tarkam sejak penghentian Liga 1 2020.

Kegiatan pemain asal Jember pun sempat ramai menjadi buah bibir warganet.

Mereka mempertanyakan keputusan pemain berusia 29 tahun ini yang mau menurunkan level dengan mengikuti tarkam.

Bayu Gatra menegaskan tidak menyesal sekalipun kegiatan tersebut membuatnya dapat label pemain profesional tarkam.

Baca juga: Bayu Gatra dan Pentingnya Jadi Pemain Sepak Bola Serba Bisa

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengatakan keputusannya merumput karena tidak bisa jauh dari sepakbola. Dia merasa harus melakukan kegiatan yang dicintai apapun alasannya.

“Sepak bola sudah jadi kehidupan saya. Jadi, meski netizen mau bilang itu tarkam atau apapun yang penting saya tetap bermain sepak bola,” kata mantan pemain Madura United tersebut kepada KOMPAS.com.

“Yang penting tetap waspada dan tetap hati-hati. Sebelum jadi pemain profesional, saya juga lakukan itu, menghibur masyarakat,” imbuhnya.

Bayu Gatra tidak menampik keputusannya untuk terjun kembali ke sepak bola amatir karena penghentian kompetisi dan pandemi Covid-19.

Dia menyebut tahun 2020 yang membuatnya berada di titik terendah selama menjadi pemain profesional.

Baca juga: Bayu Gatra Berharap Kompetisi Dilanjutkan dengan Aturan Perlindungan Pemain

“Yang paling diingat tahun 2020 adalah penghentian Liga. Selama karier saya di sepak bola paling buruk ya tahun 2020,” tutur pemain berusia 29 tahun tersebut.

“Pada 2020, apa yang tidak pernah dilakukan jadi dilakukan. Biasanya kan kita bermain bola, sekarang ada yang kerja ada yang buka usaha baru,“ imbuhnya.

Dia pun berharap pergantian tahun 2021 bisa membuka lembaran baru yang lebih baik dari tahun 2020.

"Itu pelajaran hidup, semoga 2021 lebih baik.”

“Semoga tahun 2021 ini liga bergulir dan perekonomian semua lancar. Semoga semua aspek sepak bola bisa bangkit kembali dan berjalan normal,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.