Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penjelasan Aturan Baru Bursa Transfer Liga Inggris setelah Brexit

Kompas.com - 01/01/2021, 08:40 WIB
Firzie A. Idris

Penulis

Semua pemain dari negara-negara Uni Eropa akan perlu persetujuan Governing Body Endorsement (GBE) apabila ingin bermain di Inggris.

Alasan pelarangan transfer pemain U18

Sebelum ini, klub-klub Inggris "doyan" mendatangkan pemain U18. Manchester United, misalnya, musim lalu mendatangkan 6 pemain U18 dari luar Inggris.

Pemain-pemain seperti Cesc Fabregas, Hector Bellerin, Paul Pogba, Gael Kakuta, dan Eric Garcia datang dari Eropa daratan sebelum ulang tahun mereka ke-18.

FIFA memang memberi Uni Eropa pengecualian dari Artikel 19 mereka, yakni pembatasan pergerakan pemain U18 yang dibuat untuk melindungi pesepak bola muda dari eksploitasi.

Keluarnya Inggris dari Uni Eropa secara otomatis membuat mereka kehilangan privelese tersebut.

Apa itu Governing Body Endorsement (GBE)?

Setiap transfer pemain senior kini akan ditentukan oleh GBE berbasis poin yang ditentukan dari enam kriteria.

Setiap pemain memerlukan minimal 15 poin untuk mendapat lampu hijau. Penilaian dilihat dari beberapa kriteria berikut di klub sang pemain sebelumnya:

  • Penampilan internasional
  • Penampilan domestik
  • Penampilan kompetisi benua (seperti Liga Champions atau copa Libertadores)
  • Posisi liga
  • Kemajuan tim di kompetisi benua
  • Kualitas liga

Pengecualian transfer

Suatu transfer masih mungkin terjadi apabila para pemain tak dapat memenuhi kriteria di atas. Ada Exceptions Panel yang akan mereview ulang aplikasi transfer pemain.

Namun, seorang pemain harus mempunyai "kualitas tertinggi" untuk mendapat izin dari GBE.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Persebaya Vs Bali United, Teco Minta Bali Kerja Keras

Persebaya Vs Bali United, Teco Minta Bali Kerja Keras

Liga Indonesia
Arsenal Vs Chelsea, Arteta Salut dengan Pochettino

Arsenal Vs Chelsea, Arteta Salut dengan Pochettino

Liga Inggris
Persebaya Vs Bali United, Mental Kuat Bajul Ijo

Persebaya Vs Bali United, Mental Kuat Bajul Ijo

Liga Indonesia
Klasemen Liga Italia: Inter Scudetto, Jauhi Milan dan Juventus

Klasemen Liga Italia: Inter Scudetto, Jauhi Milan dan Juventus

Liga Italia
Fakta Menarik Korsel, Lawan Timnas U23 Indonesia di Perempat Final Piala Asia U23

Fakta Menarik Korsel, Lawan Timnas U23 Indonesia di Perempat Final Piala Asia U23

Liga Indonesia
Babak Akhir Ten Hag di Man United, Disebut Tidak Ada Jalan Kembali

Babak Akhir Ten Hag di Man United, Disebut Tidak Ada Jalan Kembali

Liga Inggris
Respons Pemain Persib Usai Ikuti 'Kelas' VAR Liga 1

Respons Pemain Persib Usai Ikuti "Kelas" VAR Liga 1

Liga Indonesia
Format Baru Liga 1 Disebut Seru, Apresiasi Trofi untuk Borneo FC

Format Baru Liga 1 Disebut Seru, Apresiasi Trofi untuk Borneo FC

Liga Indonesia
Persib Dapat Sosialisasi Penerapan VAR untuk Championship Series Liga 1

Persib Dapat Sosialisasi Penerapan VAR untuk Championship Series Liga 1

Liga Indonesia
Cara AC Milan Ganggu Pesta Scudetto Inter Milan di San Siro

Cara AC Milan Ganggu Pesta Scudetto Inter Milan di San Siro

Liga Italia
Indonesia Cetak Sejarah di Piala Asia U23, Kekuatan Poros Ernando-Rizky Ridho

Indonesia Cetak Sejarah di Piala Asia U23, Kekuatan Poros Ernando-Rizky Ridho

Timnas Indonesia
Pelatih Timnas U23 Korea Terkejut dengan STY, Indonesia Lawan Sulit

Pelatih Timnas U23 Korea Terkejut dengan STY, Indonesia Lawan Sulit

Timnas Indonesia
Indonesia Vs Korea Selatan: PSSI Upayakan Nathan Tjoe-A-On Kembali

Indonesia Vs Korea Selatan: PSSI Upayakan Nathan Tjoe-A-On Kembali

Timnas Indonesia
Inter Juara Serie A, 'Demonismo', dan Karya Master Transfer Marotta

Inter Juara Serie A, "Demonismo", dan Karya Master Transfer Marotta

Liga Italia
Pengamat Australia Soal Syarat Timnas Indonesia Jadi 'Superpower' di Asia

Pengamat Australia Soal Syarat Timnas Indonesia Jadi "Superpower" di Asia

Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com