Berusaha Profesional, Pelatih Arema FC Tegar Habiskan Natal Tanpa Keluarga

Kompas.com - 26/12/2020, 11:57 WIB
Pelatih Arema FC asal Brasil, Carlos Oliveira. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPelatih Arema FC asal Brasil, Carlos Oliveira.

MALANG, KOMPAS.com - Pengorbanan besar dilakukan pelatih Arema FC, Carlos Oliveira, demi sebuah tim.

Setelah kesabarannya diuji karena lantaran debutnya ditunda karena dihentikannya Liga 1 2020, pelatih asal Brasil itu masih bekerja dengan totalitas untuk Arema FC.

Totalitas ypula yang membuat dia memutuskan untuk menunggu kelanjutan kompetisi di Indonesia.

Carlos Oliveira memutuskan untuk bertahan di Malang dan melewati Natal tanpa keluarga tercintanya.

Itu adalah sebuah keputusan yang sangat berat baginya karena tidak memiliki sanak saudara maupun kerabat di Indonesia.

Baca juga: Arema FC Masuk Nomine Klub Populer ASEAN, Bukti Cinta Aremania

Meskipun demikian, hal tersebut tak menghalanginya dalam menyambut perayaan Natal.

Semangat dan kebahagiaan menyambutnya hari kelahiran Kristus tetap dibagikan kepada sesama.

“Ini adalah Natal, kita merayakan hari kelahiran Yesus. Satu hal yang ia inginkan adalah putra-putranya menyebarkan rasa cinta ke seluruh dunia . Selama Natal semua,” tutur pria berusia 59 tahun itu kepada Kompas.com, Jumat (25/12/2020).

Meskipun tanpa keluarganya, Carlos Oliveira mengakui tidak benar-benar sendiri dalam merayakan Natal tahun ini.

Dia mengatakan ada beberapa teman atau kenalan yang menemaninya merayakan malam Natal.

“Saya merayakan Natal bersama teman-teman saya mulai malam kemarin sampai pagi ini. Itu sangat menyenangkan,” ucapnya.

Natal sangat identik dengan budaya tukar kado. Lantaran berada di Indonesia, pelatih berusia 59 itu pun tak bisa menjalankan tradisi tersebut.

Baca juga: Alasan Carlos Oliveira Tetap Setia di Arema FC meski Dapat Tawaran dari Klub Luar Negeri

Akan tetapi, dia mengaku tidak keberatan. Dia pun yakin keluarganya memahami bahwa ada pekerjaan dan tanggung jawab yang harus dikerjakan saat ini.

Menurut dia, hal yang terpenting adalah kehangatan dari keluarga, sedangkan soal kado bisa menyusul kemudian hari.

“Mereka tahu saat ini saya jauh dari mereka, dan satu-satunya keinginan mereka adalah melihat saya bahagia di mana pun saya berada.”

“Hadiah dan hal-hal semacam itu bisa diberikan kapan saja, tidak harus momen-momen seperti ini,” tutur Carlos Oliveira.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X