Kompas.com - 24/12/2020, 05:50 WIB
Jose Mourinho (tengah) saat memberikan instruksi pada laga Tottenham Hotspur vs West Ham United di Tottenham Hotspur Stadium dalam lanjutan pekan ke-31 Premier League, kasta teratas Liga Inggris, Selasa 23 Juni 2020. AFP/ NEIL HALLJose Mourinho (tengah) saat memberikan instruksi pada laga Tottenham Hotspur vs West Ham United di Tottenham Hotspur Stadium dalam lanjutan pekan ke-31 Premier League, kasta teratas Liga Inggris, Selasa 23 Juni 2020.

KOMPAS.com - Kemenangan 3-1 atas Stoke City pada babak perempatfinal Piala Liga Inggris, atau kini disebut Carabao Cup, justru membuat pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, merasa kesal.

Hal itu disebabkan kesalahan gelandang Dele Alli, yang kehilangan bola dan berujung pada terciptanya gol penyeimbang dari Stoke pada menit ke-53 melalui gelandang Jordan Thompson.

"Pemain yang berada di posisinya seharusnya bertugas menjadi penghubung maupun menciptakan peluang bagi tim, bukan memberi masalah pada rekan-rekannya," ujar Mourinho seperti dilansir dari Sky Sports.

"Dalam situasi tersebut serangan balik lawan memungkinkan terjadinya gol, karena lini pertahanan kami berada dalam posisi yang tidak seimbang," katanya menambahkan.

Baca juga: Taklukkan Stoke, Tottenham Raih Tiket Semifinal Carabao Cup

Laga menghadapi Stoke merupakan kesempatan bagi Alli, yang kali terakhir tampil sejak menit awal pertandingan pada agenda Liga Europa menghadapi Ludogorets, November lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mourinho lantas menarik keluar Alli dari lapangan permainan dan memasukkan gelandang serang lain, Erik Lamela, setelah timnya kebobolan dari tembakan tepat sasaran pertama Stoke tersebut.

"Mereka berhasil memanfaatkan peluang melalui serangan balik dan sempat mengubah hasil pertandingan, sehingga membuat saya kesal," ucap Mourinho.

Dalam kesempatan yang sama, Mourinho menjelaskan keputusan untuk menarik penyerang Gareth Bale, yang mencetak gol pembuka keunggulan Tottenham pada babak pertama.

"Terjadi masalah pada betisnya, saat itu saya tidak merasa yakin, dan memutuskan untuk menyesuaikan susunan pemain dengan melakukan perubahan," kata pelatih asal Portugal itu.

"Bale memberitahu saya mengenai masalah yang ia rasakan pada pengujung babak pertama, dan merasa tidak mampu melanjutkan pertandingan," ujarnya menambahkan.

Mourinho di sisi lain memiliki catatan bagus setiap kali membawa tim asuhannya melaju hingga babak semifinal Piala Liga Inggris.

Dalam empat kesempatan sebelumnya berakhir dengan raihan gelar juara yakni pada 2004-2005, 2006-2007, 2014-2015, dan 2016-17.

Namun, ia memilih untuk sementara melupakan rekor tersebut dan fokus pada calon lawan di fase empat besar Carabao Cup nanti.

"Tim lain yang berada dalam undian nanti adalah lawan yang sulit bagi kami," ujar Mourinho.

Baca juga: Mourinho Dianggap Berhasil Suntikkan Mental Juara ke Skuad Tottenham

"Manchester City jelas lawan yang sangat sulit, sementara cara bermain Brentford tidak menunjukkan bahwa tim tersebut datang dari tingkat kompetisi lebih rendah," katanya menambahkan.

Tottenham memang pada akhirnya memperoleh tim asal kompetisi kasta kedua Liga Inggris, Championship, tersebut sebagai lawan pada babak semifinal Carabao Cup pada Januari nanti.

Hal itu ditentukan dalam undian yang berlangsung seusai berakhirnya laga perempat final lain, yakni Everton menghadapi Manchester United.



Sumber Sky Sports
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.