FIFA Kembali Ajukan Tuntutan Hukum kepada Sepp Blatter

Kompas.com - 22/12/2020, 20:40 WIB
Sepp Blatter mengundurkan diri sebagai Presiden FIFA pada Selasa (2/6/2015). AFP PHOTO / VALERIANO DI DOMENICOSepp Blatter mengundurkan diri sebagai Presiden FIFA pada Selasa (2/6/2015).

KOMPAS.com - Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional ( FIFA) secara resmi melayangkan tuntutan hukum atas mantan presidennya era 1998 hingga 2015, Sepp Blatter.

Kasus yang menyeret nama Blatter, adalah dugaan penyalahgunaan anggaran dalam proyek pembangunan museum FIFA yang terletak di Zurich, Swiss.

Dalam detail tuntutan tersebut, FIFA menulis total kerugian senilai hampir 420 juta Poundsterling (sekitar 8 triliun Rupiah) terkait proses pemugaran bangunan yang dimaksud.

Total kerugian tersebut terdiri dari biaya renovasi bangunan serta kesepakatan sewa jangka panjang dengan pemilik gedung yakni perusahaan asuransi Swiss Life, hingga 2045 mendatang.

Baca juga: Juergen Klopp Jadi Pelatih Terbaik FIFA 2020, Jose Mourinho Nyinyir

"Biaya besar yang harus dikeluarkan untuk proyek itu dan reputasi kinerja kepengurusan FIFA sebelumnya, membuat audit forensik dilakukan untuk mencari duduk perkaranya," ujar Alasdair Bell, Wakil Sekretaris Jenderal FIFA seperti dikutip KOMPAS.com dari BBC.

"Kami berkesimpulan tidak memiliki cara lain untuk melaporkan kasus ini kepada pihak berwenang, karena adanya dugaan keputusan yang bersifat kriminal dalam berjalannya proyek tersebut," katanya menjelaskan.

Berkas tuntutan perkara ini sudah diajukan FIFA kepada pihak Kejaksaan wilayah Zurich untuk ditindaklanjuti, dan menyatakan akan bekerjasama terkait pengembangan kasus tersebut.

Proyek pembangunan museum FIFA sendiri mulai berjalan pada 2013, atau dua tahun sebelum Blatter memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden FIFA.

Melalui kuasa hukumnya, Blatter merespons adanya tudingan penyalahgunaan anggaran dalam pengerjaan museum tersebut tidak berdasar dan merasa pihaknya hanya dijadikan kambing hitam.

Baca juga: Juergen Klopp Raih Penghargaan Pelatih Terbaik FIFA 2020, Hansi Flick Kecewa

Kasus korupsi selama menjabat sebagai sosok tertinggi dalam organisasi sepak bola dunia itu, membuat Blatter mundur dari jabatannya lima tahun lalu.

Hal tersebut membuat Blatter menjalani larangan menjalani aktivitas apapun di dunia sepak bola selama delapan tahun, sebelum proses banding memotongnya menjadi tinggal enam tahun.



Sumber BBC Sport
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X