Kompas.com - 22/12/2020, 19:20 WIB
Koreografi yang dilakukan suporter timnas Indonesia di tribune selatan pada laga terakhir Grup B Piala AFF 2018 antara Indonesia vs Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/11/2018). Kompas.com/Alsadad RudiKoreografi yang dilakukan suporter timnas Indonesia di tribune selatan pada laga terakhir Grup B Piala AFF 2018 antara Indonesia vs Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/11/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Sepak bola Indonesia pernah berjaya di kancah internasional pada era 1950-an. Pada masa itu, timnas Indonesia berhasil menorehkan sejumlah pencapaian membanggakan, seperti menembus semifinal Asian Games 1954 Manila hingga meraih medali perunggu Asian Games 1958 Tokyo.

Tentunya, ada banyak tokoh yang berperan penting dan berkontribusi besar dalam masa keemasan sepak bola Indonesia kala itu. Salah satunya adalah Antun "Toni" Pogacnik.

Dalam bukunya yang berjudul Sepak Bola Indonesia, Kadir Jusuf, tak segan menganggap Pogacnik sebagai bapak sepak bola modern Indonesia. Tidak berlebihan, karena pada kenyataannya Pogaknik adalah orang pertama yang meletakkan dasar permainan sepak bola modern di Indonesia.

Pogacnik ditunjuk sebagai pelatih timnas Indonesia pada Februari 1954. Dia datang dengan segudang pengalaman mumpuni. Saat masih aktif bermain, Pogacnik pernah membela timnas Yugoslavia dan Kroasia.

Baca juga: Sejarah Hari Ini, Timnas Indonesia Sabet Medali Emas SEA Games 1991

Karier kepelatihannya pun tak bisa dipandang remeh. Sebelum membesut timnas Indonesia, Pogacnik terlebih dahulu menangani Metalac Zagreb dan FK Partizan.

Memiliki reputasi dan pengalaman mumpuni di kancah sepak bola Eropa tak membuat Pogacnik pongah. Sebaliknya, dia dikenal sebagai sosok yang bersahaja. Dalam melatih, Pogacnik tak segan turun langsung ke lapangan untuk "mengajari" anak asuhnya memahami dasar-dasar permainan sepak bola.

Dalam pandangan Pogacnik, Indonesia memiliki banyak talenta pesepak bola luar biasa. Bahkan, Pogacnik pun terkesan dengan semangat dan etos kerja pesepak bola Indonesia. Sayangnya, kedua hal tersebut belum ditunjang dengan pemahaman yang baik soal teknik dasar permainan sepak bola.

Maka, tugas pertama Pogacnik saat menangani timnas Indonesia adalah melatih dan memberikan pemahaman kepada para pemainnya terkait teknik dasar permainan sepak bola. Hasilnya, Pogacnik mampu membentuk skuad yang dihuni pemain-pemain yang mumpuni bersaing di pentas internasional.

Baca juga: Musuh Terbesar Bagi Pesepak Bola di Mata Legenda Timnas Indonesia

Dari segi taktik dan strategi permainan, agak sulit memang untuk membaca dan menerka pola permainan baku Pogacnik. Sebab, Pogacnik bukanlah tipikal pelatih yang menganut paham atau filosofi permainan tertentu.

Hal tersebut tak lepas dari kebiasaan Pogacnik untuk mencari tahu kekuatan dan kelemahan calon lawannya. Setelah mengetahui kedua hal tersebut, barulah Pogacnik meramu strategi yang akan diterapkan timnya saat bertanding.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X