Perjalanan Makan Konate di Persebaya, Proyek Besar tetapi Antiklimaks

Kompas.com - 17/12/2020, 17:00 WIB
Penampilan perdana Makan Konate bersama Persebaya Surabaya di musim 2020 saat uji coba melawan Sabah FA yang berakhir dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (08/02/2020) malam. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPenampilan perdana Makan Konate bersama Persebaya Surabaya di musim 2020 saat uji coba melawan Sabah FA yang berakhir dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (08/02/2020) malam.

SURABAYA, KOMPAS.com - Mundurnya Makan Konate benar-benar menjadi antiklimaks bagi Persebaya Surabaya. Didatangkan sebagai projek target juara Liga 1 2020, Persebaya Surabaya cuma merasakan jasa Makan Konate sebanyak dua pertandingan.

Fakta ini tentu tidak sebanding dengan perjuangan untuk mendapatkan pemain asal Mali tersebut.

Setelah berhasil menjadi runner up Liga 1 2019, Persebaya Surabaya menarget posisi puncak pada kompetisi 2020.

Demi memuluskan target tersebut, manajemen menghimpun kekuatan dengan mendatangkan pemain-pemain asing berkualitas super.

Bagian dari strategi itu adalah merekrut salah satu playmaker terbaik di Indonesia, Makan Konate.

Persebaya Surabaya mendatangkan Makan Konate dari Arema FC dengan status bebas transfer pada awal Januari 2020.

Baca juga: Hengkang dari Persebaya, Makan Konate Diminati Tiga Negara

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Konate menjadi kejutan besar manajemen kepada Bonek. Kedatangannya sekaligus menjadi bukti keseriusan manajemen meraih Juara musim 2020.

Hal yang cukup menarik adalah kepindahan Makan Konate dari Arema FC ke Persebaya Surabaya memicu konflik di level suporter.

Meski pun dilepas dengan status free transfer, Arema FC sebetulnya berusaha mati-matian untuk mempertahankan Konate.

Segala upaya negosiasi dilancarkan tim berjuluk Singo Edan tersebut demi mempertahankan jimat ajaibnya tersebut.

Namun syarat-syarat yang dipasang pihak Makan Konate membuat Arema FC berpikir dua kali.

Singo Edan pun kemudian legowo dan mundur teratur.

Baca juga: Shopee Liga 1 Tak Kunjung Jelas, Makan Konate Hengkang dari Persebaya

Pendukung Arema FC, Aremania pun terkejut setelah Persebaya Surabaya mengumumkan Makan Konate sebagai rekrutan terbarunya.

Aremania menyayangkan keputusan pemain kelahiran 10 November 1991 tersebut menyeberang ke klub rival.

Kegaduhan tersebut tidak bertahan lama, memasuki kompetisi pra musim Aremania sudah mulai menerima keputusan Makan Konate. 

Piala Gubernur Jatim 2020 menjadi tantangan pertama Makan Konate bersama Persebaya Surabaya.

Melewatkan dua pertandingan awal karena masalah administrasi, Konate baru mendapatkan kesempatan debut pada pertandingan ketiga melawan Madura United.

Kapten Persebaya Surabaya Makan Konate membawa trofi juara Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (20/02/2020) sore.KOMPAS.com/SUCI RAHAYU Kapten Persebaya Surabaya Makan Konate membawa trofi juara Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (20/02/2020) sore.

Menarik, Makan Konate langsung didapuk sebagai kapten pada laga penentuan penyisihan grup Piala Gubernur Jatim 2020.

Berbhubung masih pertandingan debut, kontribusi Makan Konate kurang begitu kelihatan.

Namun, mantan pemain T-Team Malaysia tersebut terlihat jelas.

Makan Konate pun berhasil mempersembahkan kemenangan 4-2 bagi Persebaya Surabaya 

Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Persebaya Surabaya lolos ke babak semifinal.

Di partai semifinal kejutan terjadi, Persebaya Surabaya bertemu dengan Arema FC, sekaligus memaksa Makan Konate menghadapi mantan klubnya.

Derby Jatim dini di Stadion Supriadi Blitar tersebut berjalan seperti yang diperkirakan.

Mempertaruhkan gengsi, kedua tim sama-sama tidak mau mengalah sehingga membuattempo pertandingan berjalan sangat cepat.

Baca juga: Lagu Suporter Bonek, Ini Lirik dan Chord Song For Pride - Persebaya

Bahkan, baru berjalan 3 menit, Arema FC sudah membuka keunggulan melalui John Alfarizi.

Tempo cepat membuat pertandingan memanas, sampai-sampai wasit mengeluarkan dua kartu merah dari kantongnya.

Makan Konate yang didapuk menjadi kapten harus bekerja lebih keras menenangkan rekan-rekannya.

Pemain Persebaya Surabaya musim 2020, Arif Satria, M Hidayat, David da Silva, Makan Konate dan Mahmoud Eid.KOMPAS.com/Suci Rahayu Pemain Persebaya Surabaya musim 2020, Arif Satria, M Hidayat, David da Silva, Makan Konate dan Mahmoud Eid.

Pada akhirnya, Persebaya Surabaya berhasil menang 4-2 atas rival abadinya tersebut dan melaju ke babak pamungkas melawan Persija Jakarta.

Setelah pertandingan, Makan Konate menyempatkan diri masuk ke ruang ganti pemain untuk menyapa mantan rekan-rekannya di Arema FC.

Kedatangannya pun disambut baik, meskipun para pemain masih tertunduk lesu karena kekalahan.

Di partai final, Makan Konate kembali dipercaya menjadi starter.

Setelah melewati dua pertandingan, playmaker terampil tersebut mulai bisa melebur dengan skema permainan Persebaya Surabaya.

Pertandingan berjalan sangat menarik dengan tempo pertandingan sedang ke cepat.

Persebaya Surabaya yang didukung ribuan pendukungnya secara langsung punya suntikan moril lebih sehingga bisa menguasai laga.

Pada akhirnya, Persebaya Surabaya berhasil menang 4-1 atas Persija Jakarta. Gelora Delta Sidoarjo pun bergemuruh menyambut gelar pertama Persebaya Surabaya pada musim 2020.

Pemain asing Persebaya Surabaya Makan Konate (kiri) dan David da Silva (kanan).KOMPAS.com/Suci Rahayu Pemain asing Persebaya Surabaya Makan Konate (kiri) dan David da Silva (kanan).

Memasuki awal musim Liga 1 2020, Makan Konate semakin matang bersama Persebaya Surabaya.

Dia terus dipercaya tampil penuh di dua pertandingan pertama dan berhasil menyumbangkan satu assist.

Penampilanya yang impresif membuat Bonek semakin yakin Makan Konate bakal membawa Bajul Ijo ke jalur juara Liga 1 2020.

Sayang, baru menjalani dua pertandingan, Liga 1 dihentikan karena pandemi Covid-19.

Selama berhentinya Liga 1 2020, Makan Konate jadi pemain asing yang paling sedih.

Baca juga: David Da Silva Resmi Mundur dari Persebaya, Ini Alasannya

 

Di saat legion mancanegara pulang, dia justru tetap bertahan di Surabaya.

Dengan demikian, dia tak pernah melewatkan latihan saat kegiatan tim aktif kembali.

Sayang, Makan Konate tak bisa menunggu lebih lama lagi mengingat Liga 1 kini ditunda hampir satu tahun lamanya.

Konate memutuskan untuk menyusul langkah David da Silva yang lebih dulu mengundurkan diri untuk mencari tantangan di kompetisi lain.

Persebaya Surabaya harus legowo pilar-pilar proyek juaranya angkat kaki.

Belum diketahui ke mana Makan Konate akan berlabuh.

Saat pamit, dia mengaku ada beberapa tim Asia Tenggara dan Asia yang menjalin komunikasi dengannya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.