Kompas.com - 15/12/2020, 21:33 WIB
Pelatih Liverpool asal Perancis Gerard Houllier mengibarkan bendera Liverpool setelah memenangi Piala UEFA di Dortmund Westfalenstadion, 16 Mei 2001, melawan Deportivo Alaves. Liverpool menang 5-4 di perpanjangan waktu. AFP/PATRICK HERTZOGPelatih Liverpool asal Perancis Gerard Houllier mengibarkan bendera Liverpool setelah memenangi Piala UEFA di Dortmund Westfalenstadion, 16 Mei 2001, melawan Deportivo Alaves. Liverpool menang 5-4 di perpanjangan waktu.

KOMPAS.com - Legenda Liverpool yang kini bekerja sebagai pelatih Rangers, Steven Gerrard, tidak bisa menutupi kesedihannya setelah ditinggal Gerard Houllier.

Gerard Houllier meninggal dunia pada Senin (14/12/2020) pagi waktu Perancis akibat masalah jantung yang sudah lama dia derita.

Kabar duka itu langsung menghentak jagat sepak bola dunia, khususnya publik Liverpool.

Sebab, Houllier adalah salah satu pelatih yang pernah membawa Liverpool meraih banyak prestasi.

Dalam karier kepelatihannya, Houllier sempat enam tahun menukangi Liverpool pada periode 1998 sampai 2004.

Baca juga: Kisah Houllier Temukan Bakat Gerrard hingga Beri Debut di Liverpool

Dalam periode itu, Houllier mengantar Liverpool meraih enam trofi bergengsi domestik maupun kompetisi antarklub Eropa.

Musim terbaik Houllier di Liverpool terjadi pada 2000-2001 berkat raihan mini treble atau juara Piala FA, Piala Liga Inggris, dan Piala UEFA.

Tidak hanya soal prestasi, Houllier juga diingat publik Liverpool karena keberaniannya memainkan banyak pemain muda.

Jamie Carragher, Michael Owen, dan Steven Gerrard adalah tiga legenda Liverpool yang mendapat kesempatan naik kelas dari akademi ke tim utama pada masa kepelatihan Houllier.

Baca juga: Sempurna di Grup, Steven Gerrard Patahkan Rekor di Liga Europa

Mendengar Houllier meninggal dunia, ketiga legenda Liverpool itu melalui akun media sosial pribadinya mengungkapkan rasa kesedihan yang mendalam.

Michael Owen yang meraih Ballon d'Or saat diasuh Houllier pada 2001 mengaku sangat terpukul karena kehilangan sosok pelatih hebat yang penuh perhatian.

Di sisi lain, Carragher langsung menulis sebuah kolom di Telegraph yang menceritakan betapa berjasanya Houllier terhadap karier sepak bolanya dan kejayaan Liverpool.

Steven Gerrard merayakan keberhasilan mencetak gol kemenangan ke gawang QPR, Sabtu (2/5/2015). DOK. LIVERPOOL FC Steven Gerrard merayakan keberhasilan mencetak gol kemenangan ke gawang QPR, Sabtu (2/5/2015).

Baca juga: Sempurna di Grup, Steven Gerrard Patahkan Rekor di Liga Europa

Terkini, Gerrard secara terbuka mengungkapkan rasa kesedihannya di tengah-tengah konferensi pers menjelang laga St Mirren vs Rangers.

Gerrard mengaku sangat kehilangan sosok pelatih dan ayah yang membuatnya lebih baik ketika masih menjadi pemain hingga kini bekerja sebagai juru taktik di Rangers.

"Berita kemarin sangat sulit diterima. Saya sangat terpukul. Kemarin saya baru saja mengantar Rangers meraih kemenangan. Namun, tiba-tiba ada kabar duka itu. Ini adalah pukulan pahit untuk saya," ucap Gerrard dikutip dari situs BBC Sport.

"Houllier lebih dari sekadar pelatih untuk saya. Dia adalah sosok yang penuh perhatian, pria yang penuh cinta kasih," kata Gerrard.

"Saya selalu mencoba mengambil bagian terbaik dari semua pelatih selama masih menjadi pemain. Namun, tidak ada satu pun pelatih yang memiliki karisma, memberi perhatian, dan cinta sebesar Houllier," tutur Gerrard.

Baca juga: Akhiri Penantian 30 Tahun atau Next Year Lagi, Liverpool?

"Houllier adalah pelatih yang tidak hanya fokus kepada sepak bola. Dia juga sangat memperhatikan perkembangan diri pemain. Dia saat itu ingin saya menjadi lebih baik bukan hanya dari sisi sepak bola atau taktik, melainkan juga personal," ucap Gerrard menambahkan.

"Saya tidak akan pernah melupakan apa yang telah Houllier lakukan kepada saya. Jadi, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Houllier. Ini adalah masa-masa sulit yang harus saya hadapi," tutur Gerrard.

Baca juga: Mo Salah Kini Sejajar dengan Legenda Liverpool, Steven Gerrard

Houllier bisa dikatakan sosok yang membuat Gerrard bisa menyandang status legenda Liverpool saat ini.

Sebab, selain memberi debut, Houllier juga adalah pelatih pertama yang menyematkan ban kapten Liverpool ke lengan Steven Gerrard.

Momen itu terjadi pada 15 Oktober 2003. Houllier saat itu membuat keputusan mengejutkan karena menunjuk Gerrard yang masih berusia 23 tahun menjadi kapten utama Liverpool.

Meski demikian, keberanian Houllier itu nyatanya membuahkan hasil.

Gerrard kini dikenal tidak hanya menjadi sebagai legenda Liverpool, tetapi juga salah satu kapten terbaik sepanjang masa tim dengan julukan The Reds itu.

Selama 12 tahun menjadi kapten, Gerrard mengantar Liverpool meraihi trofi lima trofi termasuk satu gelar juara Liga Champions pada musim 2004-2005.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC Sport
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Sekolah Berpartisipasi di Kompetisi Bola Basket Putri GoBasket x GMC

4 Sekolah Berpartisipasi di Kompetisi Bola Basket Putri GoBasket x GMC

Sports
Babak Pertama Timnas Indonesia Vs Thailand, Garuda Pertiwi Tertinggal 0-2

Babak Pertama Timnas Indonesia Vs Thailand, Garuda Pertiwi Tertinggal 0-2

Liga Indonesia
Selain GMC, 3 Klub Ini Berlaga di Turnamen Bola Basket Putri Cirebon

Selain GMC, 3 Klub Ini Berlaga di Turnamen Bola Basket Putri Cirebon

Sports
Timnas Putri Indonesia Vs Thailand: Garuda Pertiwi Tertinggal 0-2

Timnas Putri Indonesia Vs Thailand: Garuda Pertiwi Tertinggal 0-2

Liga Indonesia
Iba dengan Bayaran di UFC, Tyson Fury Tantang Ngannou ke Ring Tinju

Iba dengan Bayaran di UFC, Tyson Fury Tantang Ngannou ke Ring Tinju

Sports
Profil Rudy Eka Priyambada, Pelatih Timnas Putri Indonesia

Profil Rudy Eka Priyambada, Pelatih Timnas Putri Indonesia

Sports
Resmi, Lee Zii Jia Ajukan Banding Terkait Sanksi 2 Tahun dari BAM

Resmi, Lee Zii Jia Ajukan Banding Terkait Sanksi 2 Tahun dari BAM

Badminton
2 Kategori Laga Turnamen Bola Basket Putri di Cirebon

2 Kategori Laga Turnamen Bola Basket Putri di Cirebon

Sports
Shin Tae-yong Janjikan Penampilan Baru Timnas Indonesia Saat Lawan Timor Leste

Shin Tae-yong Janjikan Penampilan Baru Timnas Indonesia Saat Lawan Timor Leste

Liga Indonesia
Eks Atlet Voli Aprilio Manganang Resmi Bertunangan

Eks Atlet Voli Aprilio Manganang Resmi Bertunangan

Sports
Alasan di Balik Dorna Sports Gelar MotoGP Indonesia 2022

Alasan di Balik Dorna Sports Gelar MotoGP Indonesia 2022

Motogp
Susunan Pemain Timnas Indonesia Vs Thailand, Zahra Muzdalifah Jadi Cadangan

Susunan Pemain Timnas Indonesia Vs Thailand, Zahra Muzdalifah Jadi Cadangan

Liga Indonesia
Vietnam Siap 'Mengurung Diri' dan Bersedih Jelang Piala AFF U23 2022

Vietnam Siap "Mengurung Diri" dan Bersedih Jelang Piala AFF U23 2022

Internasional
PSSI Minta Asprov yang Masa Kepengurusannya Sudah Tuntas Segera Laksanakan Kongres

PSSI Minta Asprov yang Masa Kepengurusannya Sudah Tuntas Segera Laksanakan Kongres

Liga Indonesia
Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Thailand, Kickoff 19.00 WIB

Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Thailand, Kickoff 19.00 WIB

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.