VIDEO - Saat Lukaku "Gagalkan" Peluang Emas Sanchez, Inter Milan Gugur

Kompas.com - 10/12/2020, 10:20 WIB
Romelu Lukaku pada laga Inter Milan vs Bologna di Stadion Giuseppe-Meazza dalam lanjutan Serie A, kasta teratas Liga Italia, Minggu 5 Juli 2020. Romuelu Lukaku kembali bermain pada laga Inter Milan vs Fiorentina dalam lanjutan pekan ke-35 Liga Italia, Rabu 22 Juli 2020. MIGUEL MEDINARomelu Lukaku pada laga Inter Milan vs Bologna di Stadion Giuseppe-Meazza dalam lanjutan Serie A, kasta teratas Liga Italia, Minggu 5 Juli 2020. Romuelu Lukaku kembali bermain pada laga Inter Milan vs Fiorentina dalam lanjutan pekan ke-35 Liga Italia, Rabu 22 Juli 2020.

MILAN, KOMPAS.com - Inter Milan bisa saja lolos ke fase gugur Liga Champions andai peluang emas Alexis Sanchez tidak "digagalkan" rekan satu timnya sendiri, Romelu Lukaku.

Inter Milan dipastikan tersingkir sesuai ditahan imbang 0-0 oleh Shakhtar Donetsk pada laga keenam Grup B yang dihelat di Stadion Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (9/12/2020) atau Kamis dini hari WIB.

Pada menit ke-88, Inter Milan yang membutuhkan kemenangan untuk lolos mendapatkan peluang emas melalui skema sepak pojok.

Total ada enam pemain Inter Milan yang bersiap menyambut sepak pojok Christian Eriksen di dalam kotak penalti Shakhtar Donetsk.

Di sisi lain, semua pemain Shakhtar Donetsk memilih bertahan di dalam kotak penalti.

Baca juga: Inter Milan Vs Shakhtar, Antonio Conte Berang dan Gertak Jurnalis

Setelah wasit meniup peluit, Eriksen langsung mengirim umpan lambung ke arah depan gawang Shakhtar Donetsk.

Umpan itu kemudian disundul Sanchez yang sukses memenangi duel udara melawan dua pemain bertahan Shaktar Donetsk.

Bola sundulan Sanchez meluncur sangat deras ke arah tengah gawang.

Namun, sundulan Sanchez gagal merobek gawang Shakhtar Donetsk karena membentur kepala rekan satu timnya sendiri, Romelu Lukaku.

Dalam tayangan ulang, Lukaku terlihat ingin mengganggu kiper Shakhtar, Anatolii Trubin, dengan berdiri tepat di depan gawang.

Namun, sayang, keputusan Lukaku itu justru "merugikan" timnya sendiri karena menghalangi bola sundulan Sanchez masuk ke gawang.

Kesalahan kedua Lukaku adalah tidak bergerak saat Eriksen melepaskan sepak pojok.

Baca juga: Daftar 16 Besar Liga Champions, Wakil Jerman dan Spanyol Terbanyak

Alhasil, bola muntah sundulan Sanchez tidak bisa dimanfaatkan lagi oleh pemain Inter Milan karena Lukaku sudah berada dalam posisi offside.

Lukaku yang terkena bola sundulan Sanchez kemudian hanya bisa memegangi kepalanya entah itu karena kesakitan ataupun menyesal telah membuat timnya gagal mencetak gol.

Ekspresi memegang kepala tanda kecewa juga ditunjukkan oleh Marcelo Brozovic yang berdiri di luar kotak penalti Shakhtar Donetsk ketika bola sundulan Sanchez membentur Lukaku.

Berikut adalah cuplikan video peluang emas Sanchez yang digagalkan Lukaku:

Andai bola sundulan Sanchez masuk, Inter Milan mungkin bisa melaju ke fase gugur Liga Champions.

Sebab, Inter Milan hanya membutuhkan kemenangan satu gol untuk meraih tiket 16 besar Liga Champions.

Hal itu tidak lepas dari hasil pertandingan Grup B lainnya, yakni Real Madrid vs Borussia Monchengladbach, yang berakhir 2-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Jika mampu mengalahkan Shakhtar, Inter Milan akan memiliki koleksi delapan poin, sama seperti Monchengldabach dan Shakhtar Donetsk.

Jika skenario itu terjadui, Inter Milan lebih berhak menempati peringkat dua dan lolos ke fase gugur karena unggul secara head-to-head atas Monchengladbach dan Shakhtar.

Baca juga: 16 Besar Liga Champions, 4 Tim Ini Tak Terkalahkan pada Fase Grup

Namun, Inter Milan pada akhirnya harus menerima nasib tersingkir dari Liga Champions dengan status juru kunci Grup B seusai bermain imbang tanpa gol melawan Shakhtar.

Ini adalah kegagalan kedua Inter Milan lolos ke fase gugur Liga Champions secara beruntun atau sejak dilatih Antonio Conte.

Dalam sejarah Liga Champions, ini adalah kali pertama Inter Milan tersingkir di fase grup dengan status juru kunci.

Klasemen akhir Grup B setelah keempat tim menyelesaikan enam pertandingan adalah Real Madrid (10 poin), Moenchengladbach (8), Shakhtar (8), dan Inter Milan (6).

Moenchengladbach berhak menempati peringkat dua meskipun perolehan poinnya identik dengan Shakhtar karena unggul secara head-to-head maupun selisih gol.

Bagi Moenchengladbach, ini adalah keberhasilan pertama tim asal Jerman itu lolos ke fase gugur Liga Champions.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X