Kompetisi Terhenti, Beto Goncalves Rajin "Blusukan"...

Kompas.com - 08/12/2020, 17:00 WIB
Alberto Goncalves menjadi pelatih tamu JFT Training camp di Agrokusuma Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (06/12/2020) sore. DokumentasiAlberto Goncalves menjadi pelatih tamu JFT Training camp di Agrokusuma Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (06/12/2020) sore.

BATU, KOMPAS.com - Penghentian sementara kompetisi 2020 tak menghentikan Alberto Goncalves untuk produktif berkegiatan.

Baru-baru ini dia terpantau menjadi motivator dalam kegiatan coaching clinic di Malang Raya.

"Sejak dulu memang saya sering mengikuti kegiatan seperti berkunjung ke panti asuhan atau mungkin teman-teman yang punya sekolah sepak bola saya diminta datang untuk memberikan motivasi," kata pemain yang kini membela Sriwijaya FC itu.

"Namun, setelah saya mendapatkan Lisensi C, ini baru pertama kali," tuturnya.

Selain untuk mengisi kesibukan, kegiatan tersebut dilakukan pemain yang biasa disapa Beto  itu untuk menambah portofolionya seusai mengikuti kursus kepelatihan Lisensi C AFC.

Baca juga: Beto Goncalves bagi Tips Sukses Berkarier Bola di Negeri Orang

Namun, yang utama, dia sangat senang bisa memberikan pengalaman kepada para pemain-pemain cilik.

Terlebih lagi, pemain-pemain sangat antusias dengan kehadiranya. Semua fokus memperhatikan arahan yang diberikan oleh penyerang naturalisasi timnas Indonesia tersebut.

"Karena mereka sudah di sini, tentunya punya motivasi karena mereka suka dengan sepak bola, mereka cinta sepak bola. Mereka semakin antusias ketika melihat idolanya di depan," tutur mantan pemain Arema itu.

"Jadi, mereka punya semangat lebih," katanya.

Meski bukan event pertama, Alberto Goncalves mendapatkan banyak pengalaman berharga dari kegiatan-kegiatan tersebut, utamanya pengalaman menghadapi pemain cilik atau level akar rumput.

Baca juga: Wejangan bagi Para Pengemban Mimpi di Timnas U19 Indonesia

"Karena mereka masih kecil, belum matang. Jadi, ketika kami beri instruksi atau contoh, kadang-kadang mereka tidak bisa menjalankannya dengan maksimal. Mungkin mereka belum pernah dan teknik mereka belum matang," ucapnya.

"Namun, yang paling penting mereka mau mencoba. Mungkin mereka belum benar dalam melakukannya, tetapi setidaknya mereka mau mencoba. Itulah yang paling utama," kata pemain berusia 39 tahun itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X