Kompas.com - 05/12/2020, 22:35 WIB
Eks kapten tim nasional Italia, fabio Cannavaro, menjalani sesi konferensi pers usai laga bertajuk Calcio Legend, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (21/5/2016). NUGYASA LAKSAMANA/KOMPAS.comEks kapten tim nasional Italia, fabio Cannavaro, menjalani sesi konferensi pers usai laga bertajuk Calcio Legend, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (21/5/2016).

BEIJING, KOMPAS.com - Liga Super China (CLS) musim 2021 mendapat tantangan dari ide perubahan nama klub.

CSL pada musim 2020 sudah mendapatkan jawara baru.

Adalah Jiangsu Suning yang menjadi pemuncak musim ini.

"Musim depan kami ingin mendapatkan tantangan baru," kata manajemen Jiangsu Suning yang ikut ambil bagian dalam ide pergantian nama klub CSL.

"Kami ingin kembali dengan nama asli klub," kata manajemen Jiangsu Suning.

Suning adalah nama perusahaan ritel raksasa di China.

Baca juga: Liga Super China, Semangat Klub Ingin Ganti Nama

Tak cuma itu, klub Guangzhou Evergrande juga menyuarakan hal sama.

Evergrande adalah perusahaan pengembang berskala besar di China.

Klub Tianjin Teda pada kompetisi Liga Super China Klub Tianjin Teda pada kompetisi Liga Super China

Tak tanggung-tanggung, orang di balik ide perubahan nama itu adalah pelatih Guangzhou, Fabio Cannavaro, mantan bintang timnas Italia.

Lantas, tokoh lain yang juga seirama dengan Cannavaro adalah Oscar.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.