Denda hingga Ditendang dari Serie A, Hukuman bagi Juventus dalam Kasus Suarez

Kompas.com - 05/12/2020, 07:30 WIB
Luis Suarez berpose bersama para penguji dari Universita per Stranieri di Perugia setelah ia mengikuti ujian kewarganegaraan Italia pada Kamis (17/9/2020). TWITTER.com/sspinaLuis Suarez berpose bersama para penguji dari Universita per Stranieri di Perugia setelah ia mengikuti ujian kewarganegaraan Italia pada Kamis (17/9/2020).

KOMPAS.com - Kantor Kejaksaan Umum Perugia memastikan Juventus kini sedang diselidiki terkait dugaan keterlibatan di kejanggalan tes Luis Suarez demi mendapatkan paspor Italia pada September.

Jaksa penuntut Perugia mengatakan bahwa Juventus "telah diaktifkan, bahkan di level institusi tertinggi, untuk mengakselerasi agar Luis Suarez mendapat kewarganegaraan Italia."

Cesare Di Cintio, ahli hukum olahraga di Italia, mengutarakan bahwa hukuman bagi Juventus jika terbukti bersalah sangat beragam mulai dari denda, pengurangan poin, sampai ditendang dari Serie A.

Penyelidikan ini merupakan investigasi lanjutan setelah ada dugaan kejanggalan dalam ujian kewarganegaraan Luis Suarez saat ia (ketika itu) di ambang pindah dari Barcelona ke Juventus.

Luis Suarez diduga sudah tahu topik pertanyaan dan jawaban dari ujian bahasa level B1 yang diperlukan sebagai bagian ujian kewarganegaraan tersebut.

Baca juga: Polisi Duga Ada Kecurangan dalam Ujian Kewarganegaraan Italia Luis Suarez

Jaksa penuntut dan otoritas Italia lain telah menyelidiki para petinggi Universita per Stranieri di Perugia tempat ujian tersebut dilangsungkan.

Salah satunya adalah Profesor Stefania Spina yang bertugas menyiapkan kandidat dan mengorganisir sesi ujian serta Lorenzo Rocca, sang penguji.

Dari hasil penyadapan yang dilakukan otoritas terkait, Spina mengatakan kepada Rocca kalau Suarez tak boleh gagal mendapatkan sertifikat bahasa tersebut.

"Ia harus lulus. Ia harus lulus karena dengan gaji 10 juta euro per musim kita tak bisa membuatnya gagal ujian B1," tuturnya seperti dikutip dari Corriere della Serra.

Bianconeri sendiri pada awalnya tidak diselidiki secara langsung terkait kasus ini. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Liga Italia Pekan ke-24: Verona Vs Juventus, AS Roma Vs AC Milan

Jadwal Liga Italia Pekan ke-24: Verona Vs Juventus, AS Roma Vs AC Milan

Sports
Jelang Tottenham Vs Burnley, Mourinho Justru Digoyang Isu Pemecatan

Jelang Tottenham Vs Burnley, Mourinho Justru Digoyang Isu Pemecatan

Liga Inggris
Melati Daeva soal Praveen Jordan: Kami Sudah Baikan

Melati Daeva soal Praveen Jordan: Kami Sudah Baikan

Badminton
Jadwal Tinju dan Hasil Timbang Badan Canelo Alvarez dan Avni Yildrim

Jadwal Tinju dan Hasil Timbang Badan Canelo Alvarez dan Avni Yildrim

Sports
Jadi Mesin Gol Bayern Muenchen, Lewandowski Disebut Gila oleh Erling Haaland

Jadi Mesin Gol Bayern Muenchen, Lewandowski Disebut Gila oleh Erling Haaland

Bundesliga
Kekejaman Pep Guardiola Jadi Faktor Besar di Balik Prestasi Man City

Kekejaman Pep Guardiola Jadi Faktor Besar di Balik Prestasi Man City

Liga Inggris
Nasib Liverpool: Sulit Finis di Empat Besar dan Tak Lagi Jadi Momok Lawan

Nasib Liverpool: Sulit Finis di Empat Besar dan Tak Lagi Jadi Momok Lawan

Liga Inggris
Bahagianya Juergen Klopp Ketika Diogo Jota Membaik

Bahagianya Juergen Klopp Ketika Diogo Jota Membaik

Sports
PON Papua, Harapan Sulteng pada Sepak Takraw

PON Papua, Harapan Sulteng pada Sepak Takraw

Sports
Melati Daeva Akui Ada Salah Paham dengan Praveen Jordan

Melati Daeva Akui Ada Salah Paham dengan Praveen Jordan

Badminton
Bertemu Lille, Celtic, Red Star, dan Man United, Tanda AC Milan Juara Liga Europa?

Bertemu Lille, Celtic, Red Star, dan Man United, Tanda AC Milan Juara Liga Europa?

Liga Lain
Saat Zlatan Ibrahimovic Biara soal Perbedaan Usia di Skuad AC Milan...

Saat Zlatan Ibrahimovic Biara soal Perbedaan Usia di Skuad AC Milan...

Liga Italia
Olimpiade Tokyo, Penyelenggara Tegaskan Lagi Komitmen Kebersihan Lingkungan

Olimpiade Tokyo, Penyelenggara Tegaskan Lagi Komitmen Kebersihan Lingkungan

Sports
Chelsea Vs Man United, Satu Rekor Menanti Setan Merah di Stamford Bridge

Chelsea Vs Man United, Satu Rekor Menanti Setan Merah di Stamford Bridge

Liga Inggris
Kaki Kian Berat, AC Milan Harus Main Tiap 3 Hari sampai Akhir Maret, Termasuk Lawan Man United

Kaki Kian Berat, AC Milan Harus Main Tiap 3 Hari sampai Akhir Maret, Termasuk Lawan Man United

Liga Lain
komentar di artikel lainnya
Close Ads X