Kata-kata Terakhir Diego Maradona: Keluhkan Kondisi Badan

Kompas.com - 27/11/2020, 22:00 WIB
Legenda Argentina, Diego Maradona, hadir pada kemenangan 4-1 Tottenham atas Liverpool di Stadion Wembley, 22 Oktober 2017. Hasil ini adalah kekalahan besar terakhir The Reds sebelum tumbang 0-3 di markas Watford pada akhir pekan ini. AFP/GLYN KIRKLegenda Argentina, Diego Maradona, hadir pada kemenangan 4-1 Tottenham atas Liverpool di Stadion Wembley, 22 Oktober 2017. Hasil ini adalah kekalahan besar terakhir The Reds sebelum tumbang 0-3 di markas Watford pada akhir pekan ini.

KOMPAS.com - Kata-kata terakhir Diego Maradona terungkap setelah beberapa hari kepergian pesepak bola legendaris asal Argentina tersebut.

Diego Maradona dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (25/11/2020) siang waktu setempat dalam usia 60 tahun.

Media Argentina menulis bahwa Maradona meninggal dalam tidurnya akibat gagal jantung yang menyebabkan edema (penumpukan cairan) akut di paru-paru.

Dia mengembuskan napas terakhir saat berada di kediamannya yang terletak di Tigre, Argentina.

Maradona kembali ke kediamannya untuk melanjutkan pemulihan setelah menjalani operasi otak pada awal November.

Baca juga: Mengenang Diego Maradona, Lebih dari Sekadar Legenda Sepak Bola...

Selama menjalani masa pemulihan, dia ditemani oleh keponakannya, Johnny Esposito, dan seorang perawat.

Pada hari kepergiaanya, Maradona disebut sempat sarapan dengan penampilan pucat sambil mengeluh kedinginan.

Berdasarkan pemberitaan The Independent, Maradona merasa tidak enak badan dan ingin melanjutkan tidur setelah sarapan.

Namun, sebelum tidur, Maradona sempat berbicara kepada keponakannya. Dia berkata, "Me siento mal", yang berarti, "Saya tidak enak badan".

Baca juga: Agama Penyembah Diego Maradona Itu Bernama Iglesia Maradoniana...

Tak lama setelah itu, Psikolog Maradona, Carloz Ciaz, dan psikiater, Agustina Coaschoov, tiba di kediaman sang legenda.

Maradona dilaporkan sudah tidak merespons ketika mereka tiba.

Menurut otopsi awal yang telah bocor ke media Argentina, mereka memasuki kamar Maradona setelah pencetak gol "Tangan Tuhan" itu tidak merespons keponakannya.

"Mereka (Carloz Ciaz dan Agustina) pergi ke kamar tidur Maradona di lantai dasar dan mencoba berbicara dengannya. Saat itu, dia tidak menjawab dan mereka meminta keponakan dan asistennya untuk memasuki ruangan," demikian bunyi laporan otopsi awal.

"Mereka mencoba membangunkan Maradona dan melakukan CPR. Petugas medis pertama yang ada di tempat melanjutkan upaya membangunkan Maradona bersama seorang ahli bedah yang tinggal di dekat kediamannya."

"Mereka menggunakan adrenalin dan atropin yang merupakan resep obat untuk mengobati gejala detak jantung rendah."

Baca juga: Diego Maradona adalah Puisi nan Abadi di Sepak Bola

Akan tetapi, upaya itu tidak berhasil, nyawa Maradona tak tertolong.

Tak ada yang menyangka bahwa kata-kata terakhir yang diucapkan Maradona adalah "Saya tidak enak badan".

Kepergian Maradona meninggalkan duka yang mendalam, terutama bagi warga Argentina.

Presiden Argentina, Alberto Fernandez, mengumumkan tiga hari masa berkabung nasional setelah kepergian Maradona.

Berita duka ini juga mengundang warga Argentina untuk berbondong-bondong turun ke jalan, memberi penghormatan kepada sang legenda.

Baca juga: Kala Maradona Membuat Fans River dan Boca Berpelukan dalam Isak Tangis



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X