Kompas.com - 27/11/2020, 22:00 WIB

KOMPAS.com - Kata-kata terakhir Diego Maradona terungkap setelah beberapa hari kepergian pesepak bola legendaris asal Argentina tersebut.

Diego Maradona dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (25/11/2020) siang waktu setempat dalam usia 60 tahun.

Media Argentina menulis bahwa Maradona meninggal dalam tidurnya akibat gagal jantung yang menyebabkan edema (penumpukan cairan) akut di paru-paru.

Dia mengembuskan napas terakhir saat berada di kediamannya yang terletak di Tigre, Argentina.

Maradona kembali ke kediamannya untuk melanjutkan pemulihan setelah menjalani operasi otak pada awal November.

Baca juga: Mengenang Diego Maradona, Lebih dari Sekadar Legenda Sepak Bola...

Selama menjalani masa pemulihan, dia ditemani oleh keponakannya, Johnny Esposito, dan seorang perawat.

Pada hari kepergiaanya, Maradona disebut sempat sarapan dengan penampilan pucat sambil mengeluh kedinginan.

Berdasarkan pemberitaan The Independent, Maradona merasa tidak enak badan dan ingin melanjutkan tidur setelah sarapan.

Namun, sebelum tidur, Maradona sempat berbicara kepada keponakannya. Dia berkata, "Me siento mal", yang berarti, "Saya tidak enak badan".

Baca juga: Agama Penyembah Diego Maradona Itu Bernama Iglesia Maradoniana...

Tak lama setelah itu, Psikolog Maradona, Carloz Ciaz, dan psikiater, Agustina Coaschoov, tiba di kediaman sang legenda.

Maradona dilaporkan sudah tidak merespons ketika mereka tiba.

Menurut otopsi awal yang telah bocor ke media Argentina, mereka memasuki kamar Maradona setelah pencetak gol "Tangan Tuhan" itu tidak merespons keponakannya.

"Mereka (Carloz Ciaz dan Agustina) pergi ke kamar tidur Maradona di lantai dasar dan mencoba berbicara dengannya. Saat itu, dia tidak menjawab dan mereka meminta keponakan dan asistennya untuk memasuki ruangan," demikian bunyi laporan otopsi awal.

"Mereka mencoba membangunkan Maradona dan melakukan CPR. Petugas medis pertama yang ada di tempat melanjutkan upaya membangunkan Maradona bersama seorang ahli bedah yang tinggal di dekat kediamannya."

"Mereka menggunakan adrenalin dan atropin yang merupakan resep obat untuk mengobati gejala detak jantung rendah."

Baca juga: Diego Maradona adalah Puisi nan Abadi di Sepak Bola

Akan tetapi, upaya itu tidak berhasil, nyawa Maradona tak tertolong.

Tak ada yang menyangka bahwa kata-kata terakhir yang diucapkan Maradona adalah "Saya tidak enak badan".

Kepergian Maradona meninggalkan duka yang mendalam, terutama bagi warga Argentina.

Presiden Argentina, Alberto Fernandez, mengumumkan tiga hari masa berkabung nasional setelah kepergian Maradona.

Berita duka ini juga mengundang warga Argentina untuk berbondong-bondong turun ke jalan, memberi penghormatan kepada sang legenda.

Baca juga: Kala Maradona Membuat Fans River dan Boca Berpelukan dalam Isak Tangis

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.