Mengenang Diego Maradona, Lebih dari Sekadar Legenda Sepak Bola...

Kompas.com - 27/11/2020, 05:45 WIB
Diego Maradona, 30 Oktober 1960-25 November 2020 KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoDiego Maradona, 30 Oktober 1960-25 November 2020

BANDUNG, KOMPAS.com - Jagat sepak bola berduka mengiringi kepergian Diego Armando Maradona.

Legenda sepak bola Argentina itu meninggal pada Rabu (25/11/2020) malam WIB karena masalah jantung. Maradona berpulang dalam usia 60 tahun.

Mantan pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, mengaku sangat berduka mendengar kabar meninggalnya Maradona.

Menurut pelatih asal Argentina itu, Maradona adalah pesepak bola dengan talenta luar biasa yang pernah berkiprah di kancah sepak bola dunia.

Banyak orang mengidolai Maradona sehingga kepergiannya membuat banyak orang berduka.

Gomez mengakui, seluruh masyarakat Argentina bersedih atas wafatnya Maradona.

Maka, Pemerintah Argentina pun mengumumkan masa berkabung selama tiga hari untuk mengenang kepergian sang legenda.

Baca juga: Rekor Diego Maradona yang Belum Tersentuh Pemain Mana Pun

"Saya dan banyak orang tentunya sangat berduka. Dia seorang yang hebat. Masyarakat Argentina sangat bersedih atas kepergian Maradona," kata Gomez kepada wartawan, Kamis (26/11/2020).

Duka juga diungkapkan oleh Esteban Vizcarra. Winger Persib Bandung itu merasa kehilangan karena bagi Vizcarra, Maradona adalah idola yang sangat menginspirasinya dalam berkarier di dunia sepak bola.

Vizcarra mengatakan, sosok Maradona memiliki tempat yang spesial di hati orang-orang Argentina.

"Yang pasti saya merasa kehilangan salah satu legenda sepak bola dunia, apalagi untuk orang Argentina dia sangat spesial. Dia adalah sosok yang membuat sepak bola Argentina dikenal sebagai kekuatan besar dalam sepak bola dunia," kata Vizcarra.

Baca juga: Vizcarra dan Tato Maradona: Pengingat Mimpi Jadi Pesepak Bola Dimulai...

Ucapan belasungkawa mengalir deras, bukan hanya dari para pesepakbola, melainkan juga atlet dari olahraga lain hingga tokoh publik.

Hal tersebut cukup membuktikan betapa besar nama Maradona di mata dunia.

Piala Dunia 1986, panggung aksi fenomenal Maradona

Maradona memang sosok fenomenal di jagat sepak bola. Banyak orang mengagumi bakat olah bolanya yang luar biasa.

Selain itu, banyak prestasi ditorehkan Maradona selama aktif bermain. Paling fenomenal, tentunya saat Maradona membawa Argentina juara Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Piala Dunia 1986 tak ubahnya panggung pertunjukan bagi Maradona. Menjadi andalan di lini depan La Albiceleste, Maradona menunjukkan performa gemilang selama berlangsungnya turnamen empat tahunan itu.

Paling dikenang dari aksi Maradona di Piala Dunia 1986 tentunya aksi dia saat "mempermalukan" Inggris dalam babak perempat final.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Azteca, 22 Juni 1986 itu, Argentina menuntaskan perlawanan Inggris dengan skor tipis 1-2.

Maradona menjadi bintang kemenangan Argentina melalui dua gol yang dibukukannya. Dua gol tersebut diciptakan Maradona dengan proses gemilang nan kontroversial. Maradona mencetak gol pertama pada menit ke-50.

Baca juga: Maradona, Legenda Sekaligus Sepak Bola Itu Sendiri...

Berawal dari serangan balik cepat, Maradona berhasil merangsek hingga area pertahanan Inggris. Akan tetapi, para pemain Inggris merespons serangan balik tersebut dengan transisi yang baik sehingga menyulitkan Maradona untuk melaju lebih jauh.

Maradona kemudian memberikan bola kepada Jorge Valdano yang sebenarnya sedang mendapatkan pengawalan ketat pemain lawan. Hasilnya, bola berhasil disapu oleh bek Inggris.

Sayangnya, sapuan tersebut malah mengarah ke area kotak penalti Inggris.

Kiper Inggris, Peter Shilton, sudah membaca arah bola tersebut dan bersiap untuk mengamankannya. Akan tetapi, tanpa diduga, Maradona melakukan pergerakan tanpa bola dan langsung melompat untuk bisa menjangkau bola tersebut.

Duel udara terjadi. Logisnya, Shilton seharusnya bisa memenangi duel tersebut. Selain unggul postur, timing Shilton lebih sempurna ketimbang Maradona.

Akan tetapi, dalam sekejap, bola yang hampir ditangkap Shilton tiba-tiba "menghilang" dan malah meluncur ke gawang.

Maradona, Si Pencetak Gol Tangan TuhanKOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Maradona, Si Pencetak Gol Tangan Tuhan

Wasit pun meniup peluit panjang tanda gol terjadi. Para pemain Inggris memprotes keputusan tersebut karena Maradona mencetak gol dengan tangannya. Akan tetapi, wasit bergeming dan tetap mengesahkan gol tersebut.

Gol kontroversial tersebut kemudian dikenal dengan julukan "Gol Tangan Tuhan". Popularitas gol tersebut terjaga hingga hari ini dan identik dengan sosok Maradona.

Tak lama kemudian, tepatnya pada menit ke-54, Maradona kembali mencetak gol untuk membawa Argentina unggul 2-0.

Proses gol tersebut sangatlah cantik. Maradona melakukan solo run dari tengah lapangan dan berhasil melewati lima pemain Inggris, termasuk Shelton, sebelum akhirnya menceploskan bola ke gawang kosong.

Baca juga: Mengenang Penjelasan Diego Maradona soal Gol Tangan Tuhan

Menjelang laga berakhir, Inggris akhirnya mampu mencetak gol melalui Gary Lineker.

Sayangnya, gol tersebut belum bisa membantu Inggris merebut tiket semifinal. Laga tersebut pun berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Argentina.

Kegemilangan Argentina tak terhenti sampai di sana.

Maradona cs melanjutkan performa impresifnya dengan mengalahkan Belgia 2-0 pada babak semifinal dan menghentikan kedigdayaan Jerman Barat dengan skor 3-2 dalam partai final.

Argentina pun keluar sebagai juara Piala Dunia untuk kali kedua.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Profil Andritany Ardhiyasa, Benteng Terakhir Persija Menuju Final Piala Menpora

Profil Andritany Ardhiyasa, Benteng Terakhir Persija Menuju Final Piala Menpora

Sports
12 Tim Elite Disebut Ikut European Super League, UEFA Siapkan Sanksi Tegas

12 Tim Elite Disebut Ikut European Super League, UEFA Siapkan Sanksi Tegas

Liga Champions
5 Kata-kata Bijak Lionel Messi

5 Kata-kata Bijak Lionel Messi

Sports
Klasemen Liga Italia - Inter Biarkan Milan Mendekat, Juventus Melorot

Klasemen Liga Italia - Inter Biarkan Milan Mendekat, Juventus Melorot

Liga Italia
Hasil Liga Italia - Gol Bunuh Diri Jadi Penentu Nasib Duo Milan, Juventus Tumbang

Hasil Liga Italia - Gol Bunuh Diri Jadi Penentu Nasib Duo Milan, Juventus Tumbang

Liga Italia
Hasil dan Klasemen La Liga Spanyol - Atletico Pesta Gol, Madrid Loyo

Hasil dan Klasemen La Liga Spanyol - Atletico Pesta Gol, Madrid Loyo

Liga Spanyol
Tangis Haru Marc Marquez Usai MotoGP Portugal 2021

Tangis Haru Marc Marquez Usai MotoGP Portugal 2021

Motogp
Getafe Vs Real Madrid Imbang, Los Blancos Gagal Tempel Atletico Madrid

Getafe Vs Real Madrid Imbang, Los Blancos Gagal Tempel Atletico Madrid

Liga Spanyol
PSS Vs Persib - Maung Bandung Bidik Rekor Tanpa Kalah di Piala Menpora

PSS Vs Persib - Maung Bandung Bidik Rekor Tanpa Kalah di Piala Menpora

Liga Indonesia
Hasil Napoli Vs Inter Milan, Calon Terkuat Scudetto Hanya Curi Satu poin

Hasil Napoli Vs Inter Milan, Calon Terkuat Scudetto Hanya Curi Satu poin

Liga Italia
Piala Menpora Lancar, Zainudin Amali Yakin Izin Liga 1 Akan Terbit

Piala Menpora Lancar, Zainudin Amali Yakin Izin Liga 1 Akan Terbit

Liga Indonesia
PSS Vs Persib: Super Elang Jawa Habis-habisan demi Cari Jalan ke Final

PSS Vs Persib: Super Elang Jawa Habis-habisan demi Cari Jalan ke Final

Liga Indonesia
PSS Vs Persib - Kabar soal Tampil Tidaknya Wander Luiz dan Ezra Walian

PSS Vs Persib - Kabar soal Tampil Tidaknya Wander Luiz dan Ezra Walian

Liga Indonesia
Babak I Napoli vs Inter Milan, Nerazzurri Tertinggal akibat Gol Bunuh Diri Handanovic

Babak I Napoli vs Inter Milan, Nerazzurri Tertinggal akibat Gol Bunuh Diri Handanovic

Liga Italia
Link Live Streaming Getafe Vs Real Madrid, Kick-off 02.00 WIB

Link Live Streaming Getafe Vs Real Madrid, Kick-off 02.00 WIB

Liga Spanyol
komentar di artikel lainnya
Close Ads X