Kompas.com - 26/11/2020, 18:54 WIB
Diego Maradona menyapa suporter saat menyaksikan laga Argentina vs Islandia di fase grup Piala Dunia 2018 yang bergulir di Stadion Spartak, Moskow, pada 16 Juni 2018. Kredit: DOK TABLOID BOLA/Herka Yanis Pangaribowo. DOK TABLOID BOLA/Herka Yanis PangaribowoDiego Maradona menyapa suporter saat menyaksikan laga Argentina vs Islandia di fase grup Piala Dunia 2018 yang bergulir di Stadion Spartak, Moskow, pada 16 Juni 2018. Kredit: DOK TABLOID BOLA/Herka Yanis Pangaribowo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan bintang dan kapten timnas Indonesia, Charis Yulianto menyampaikan duka atas kepergian Diego Armando Maradona yang tutup usia pada Rabu (25/11/2020) waktu setempat.

Maradona meninggal pada usia ke-60, setelah kondisinya memburuk karena pembekuan darah di otak sehingga sempat naik meja operasi dua pekan lalu.

Menurut Charis Yulianto, Diego Maradona merupakan seorang legenda yang tidak pernah lekang oleh zaman.

Masih dalam ingatannya saat kecil, dia cukup mengidolakan Diego Maradona. Dia sangat terpukau dengan skill individu pemain berjuluk Golden Boy. Apalagi saat itu sedang hingar bingar gol Tangan Tuhan yang menjadi ikon Diego Maradona.

Dia pun tak malu mengakui Diego Maradona sebagai referensi dalam bermain bola. Meskipun pada akhirnya dia bermain di posisi defender, posisi yang sangat bertolak belakang dengan Diego Maradona.

Baca juga: Lewat Sebuah Foto, Mike Tyson Kenang Momen bersama Diego Maradona

“Yang pasti semua tanpa kecuali sangat kehilangan sosok pemain legend dan inspirasi pemain seluruh dunia yang sangat terkenal karena kualitas individunya itu,” kata asisten pelatih Arema FC kepada Kompas.com.

“Saya pun tahu pada saat SD melihat gol tangan Tuhannya dan saya salah satu penggemar Maradona kala itu,” imbuhnya.

Kini setelah menjadi pelatih, Charis Yulianto melihat kualitas yang dimiliki Diego Maradona masih sangat relevan.

Terlepas dari kehidupan di luar lapangan yang kontroversial, Diego Maradona meninggalkan banyak warisan yang bisa dikembangkan dalam persepakbolaan modern.

Dia yakin tidak sedikit pemain-pemain sekarang yang masih menjadikan Diego Maradona sebagai referensi dan inspirasi.

“Memang jaman ataupun pemain sepakbola sudah berubah, tapi setidaknya pemain yang aktif saat ini juga bisa belajar dari seorang Maradona.”

“Bukan kualitasnya saja, tapi dia seorang pemimpin dan pemain yang berpengaruh dalam sebuah tim,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X