Kompas.com - 25/11/2020, 17:40 WIB
Pemain Arema FC tos dengan Madura United sebelum game saat latihan bersama di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (21/10/2020) sore. 
KOMPAS.com/Suci RahayuPemain Arema FC tos dengan Madura United sebelum game saat latihan bersama di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (21/10/2020) sore.

MALANG, KOMPAS.com - Penghentian Liga 1 2020 memaksa semua klub harus kreatif dalam menambah pendapatannya, tak terkecuali Arema FC.

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, mengakui besarnya pendapatan di tengah penghentian Liga 1 2020 tidak cukup menutupi beban pengeluaran klub, khususnya dari pembayaran gaji pemain, staf, dan karyawan yang sangat besar.

Sejauh ini, memang untuk membayar pengeluaran masih mengandalkan suntikan dana dari owner. Namun, pihak tim pun juga tidak mau berdiam diri.

Untuk saat ini, satu-satunya sumber pendapatan yang masih tetap aktif dalam penjualan adalah merchandise, jersey, dan pernak-pernik Arema.

Baca juga: Arema FC Tak Larang Pemainnya Ikut Tarkam, tetapi..

Karena itu, manajemen pun melakukan upaya dan terobosan baru untuk memaksimalkan sumber tersebut.

"Saya cek, tetapi sepertinya teman-teman membuat konten, tetapi juga tidak menolong banyak," kata General Manager asal Kota Madiun itu.

"Yang dikerjakan teman-teman bisnis itu adalah bagaimana penjualan merchandise itu bisa naik. Salah satunya rekan-rekan Arema FC Women mengontrak pemain timnas itu kan salah satunya tujuannya selain untuk meningkatkan prestasi, ya meningkatkan penjualan," tuturnya.

"Sementara itu yang bisa dikerjakan," katanya.

Terakhir Arema FC memang melakukan terobosan dengan merekrut kapten timnas putri, Safira Ika Putri. Kehadiran dara kelahiran 21 April 2003 itu sukses membuat warna baru, baik di tim maupun secara branding.

Baca juga: Dualisme Arema Telah Merusak Pikiran, Hati, Jiwa Persaudaraan, dan...

Terbukti setelah diperkenalkan sebagai rekutran baru, akun Instagram Arema FC Women mendadak ramai.

Ruddy Widodo mengakui memang opsi Arema FC untuk menambah pemasukan sangat terbatas. Jadi, untuk sementara ini manajemen menggenjot dari sisi bisnis penjualan saja.

“Mau mengerjakan apa juga tidak bisa karena terbentur dengan perizinan. Jadi, ya hanya bisa mengandalkan penjualan jersey itu,” tutur pria berusia 48 tahun itu.

Sementara itu, Arema FC juga membuka kemungkinan adanya penyelenggaraan kegiatan e-sport, apalagi Singo Edan masih dalam gegap gempita setelah keluar sebagai runner-up Indonesian Football e-League 2020.

“Mungkin nanti saya coba komunikasikan dengan divisi bisnis, bisa mendatangkan sponsor juga, menarik itu,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X