Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/11/2020, 14:38 WIB
Firzie A. Idris

Penulis

KOMPAS.com - Almarhum Ricky Yacobi sempat diberi oksigen dan pertolongan pertama sesaat setelah ia mengalami serangan jantung di Lapangan A, Senayan, pada Sabtu (21/11/2020) pagi.

Hal tersebut diungkapkan Vennard Hutabarat, mantan pemain Persija dan kapten Timnas Futsal Indonesia yang bermain satu tim bersama Ricky Yacobi sebelum tragedi menimpa.

Vennard mengungkapkan urutan kejadian yang menimpa mantan striker unggulan Arseto Solo dan timnas Indonesia tersebut.

Ia mengutarakan bahwa dirinya dan Ricky bermain satu tim di ajang Trofeo Medan Selection tersebut.

"Kami bermain bermain satu tim, mulai pertandingan jam 08:30. Sebelum main tidak ada tanda-tanda," ujarnya kepada KOMPAS.com.

Baca juga: Legenda Timnas Indonesia Ricky Yacob Meninggal Dunia

"Pertandingan baru berjalan 15 menit dan beliau mencetak gol, ia lalu memeluk saya dan kemudian melakukan sujud. Dikira teman-teman ingin melakukan selebrasi gol," ujar Vennard.

"Namun, raut mukanya sudah berbeda. Saya melihat matanya sudah kosong. Saya balik badannya langsung, ada yang memberikan nafas buatan dan dia sempat balik lagi."

"Ia lalu dilarikan ke Mintoharjo tetapi begitu sampai sudah dinyatakan meninggal. Kemungkinan besar meninggal di lapangan."

Vennard pun mengatakan bahwa sebenarnya sudah ada penanganan pertama dari seorang dokter di lapangan.

"Kebetulan ada salah satu anggota tim yang merupakan dokter. Sudah diberi oksigen. Lalu datang tim medis dari lapangan sebelah yang juga memberikan bantuan," tuturnya.

Vennard mengutarakan memang tidak ada tandu untuk membawa pria berusia 57 tahun itu keluar lapangan dengan foto-foto yang banyak beredar menunjukkan bahwa ia digotong oleh rekan-rekannya.

Baca juga: Kronologi Meninggalnya Ricky Yacobi: Cetak Gol Terakhir, lalu Terjatuh Tak Sadarkan Diri...

"Tandu tidak ada. Pertolongan pertama ada tetapi hanya untuk cedera yang lazim di sepak bola, obat merah, perban, dll," ujar Vennard lagi.

Vennard mengatakan bahwa dirinya sudah beberapa waktu ini bermain bersama Ricky Yacobi.

Namun, ia sudah lama mengenal sang legenda pemenang medali emas SEA Games 1987 itu karena keterlibatan di Indonesia Football Ambassador dan di Specs juga.

Vennard pun mengutarakan salah satu hal yang ia duga sebagai penyebab kepergian legenda timnas sepak bola tersebut.

"Pandangan saya beliau mungkin kurang tidur. Kondisi tidak fit," ujar pria yang menjadi salah satu pelopor olahraga futsal di Indonesia ini menjelaskan.

"Beliau sudah tiba di lapangan dari jam 6 pagi karena diinfokan main jam 7 di grup agar anak-anak tidak telat. Rumahnya di Bintaro. Kalau seperti itu berangkat dari jam 5."

Baca juga: Ricky Yacobi Meninggal Dunia, Ini Perjalanan Karier Sang Legenda di Timnas Indonesia

Saat ditanya apa alasan Ricky berangkat sepagi itu, Vennard menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bentuk dedikasinya kepada olaharaga yang ia cintai.

"Beliau profesional sampai terakhir. Disiplin biar tidak terlambat," ujarnya.

"Beliau orang yang sangat profesional. Laga-laga sparring seperti ini diperlakukan seperti pertandingan profesional."

"Totalitas sebagai mantan pemain profesional yang patut dicontoh."

Terakhir, Vennard pun mengucapkan kata-kata perpisahan kepada sosok yang sudah anggap sebagai anggota keluarganya sendiri itu.

"Saya mewakili teman-teman Medan Selection mengucapkan belasungkawa sebesar-besarnya. Beliau bukan lagi sekadar senior tetapi juga sudah seperti abang," tuturnya lagi.

"Semoga keluarga yang ditinggal diberi kekuatan dan semua dosanya dimaafkan serta amal ibadahnya diterima."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Pembelajaran dari Piala Dunia U17 2023 demi Sepak Bola Tanah Air

Pembelajaran dari Piala Dunia U17 2023 demi Sepak Bola Tanah Air

Internasional
Hal Menarik dari Penganugerahan Gelar Piala Dunia U17 2023

Hal Menarik dari Penganugerahan Gelar Piala Dunia U17 2023

Internasional
Man United Keok, Ten Hag dan Martial Cekcok

Man United Keok, Ten Hag dan Martial Cekcok

Liga Inggris
BERITA FOTO Final Piala Dunia U17 2023: Jerman Juara, Mental Baja Panser Muda

BERITA FOTO Final Piala Dunia U17 2023: Jerman Juara, Mental Baja Panser Muda

Internasional
Jerman Juara Piala Dunia U17 2023, Perancis Kembali Sial di Final

Jerman Juara Piala Dunia U17 2023, Perancis Kembali Sial di Final

Internasional
David da Silva Buru 100 Gol di Liga 1, Beri yang Terbaik untuk Persib

David da Silva Buru 100 Gol di Liga 1, Beri yang Terbaik untuk Persib

Liga Indonesia
Milan Vs Frosinone: Assist Mike Maignan Tepat di Kaki, Sempurna

Milan Vs Frosinone: Assist Mike Maignan Tepat di Kaki, Sempurna

Liga Italia
Hasil Drawing Euro 2024: Italia dan Spanyol Satu Grup

Hasil Drawing Euro 2024: Italia dan Spanyol Satu Grup

Internasional
Piala Dunia U17 2023: Dibuka Sejarah Indonesia, Diakhiri Jerman dengan Histori

Piala Dunia U17 2023: Dibuka Sejarah Indonesia, Diakhiri Jerman dengan Histori

Timnas Indonesia
Hasil dan Klasemen Liga Inggris: Arsenal di Puncak, MU Kalah, Gol 15 Detik

Hasil dan Klasemen Liga Inggris: Arsenal di Puncak, MU Kalah, Gol 15 Detik

Liga Inggris
Daftar Juara Piala Dunia U17 2023: Jerman Terbaru Sambil Ukir Sejarah

Daftar Juara Piala Dunia U17 2023: Jerman Terbaru Sambil Ukir Sejarah

Internasional
Hasil Newcastle Vs Man United 1-0: Gol Bersejarah, Setan Merah Kalah

Hasil Newcastle Vs Man United 1-0: Gol Bersejarah, Setan Merah Kalah

Liga Inggris
Hasil Milan Vs Frosinone: Gol Langka Luka Jovic, Kiper Cetak Assist

Hasil Milan Vs Frosinone: Gol Langka Luka Jovic, Kiper Cetak Assist

Liga Italia
Hasil Arsenal Vs Wolves: Arsenal Berhasil Pertahankan Puncak Klasemen

Hasil Arsenal Vs Wolves: Arsenal Berhasil Pertahankan Puncak Klasemen

Liga Inggris
Jerman Juara Piala Dunia U17 2023: Bangga Ukir Sejarah di Indonesia, Stadion dan Lapangan Bagus

Jerman Juara Piala Dunia U17 2023: Bangga Ukir Sejarah di Indonesia, Stadion dan Lapangan Bagus

Sports
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com