Rahasia Kesuksesan Jaino Matos Jadikan Diklat Persib Pabrik Pemain Bintang

Kompas.com - 20/11/2020, 19:40 WIB
Winger Persib Bandung, Febri Hariyadi, menjalani latihan kolektif bersama tim di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Selasa (18/8/2020).  Official Persib BandungWinger Persib Bandung, Febri Hariyadi, menjalani latihan kolektif bersama tim di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Selasa (18/8/2020).

KOMPAS.com - Jaino Matos mengungkapkan rahasia kesuksesan dalam merintis Diklat Persib hingga menjadi Kawah Candradimuka pemain berkualitas nasional.

Dia mengatakan pembentukan karakter para pemain menjadi kunci utama metodanya.

Pelatih berusia 41 tahun tersebut merintis Diklat Persib bersama General Manager Yoyo S. Adireja pada 2013.

Pertama kali dibentuk, Diklat Persib hanya sekedar nama. Tidak ada lapangan, apalagi mess pemain.

Namun, nama besar Persib Bandung menarik animo pemain-pemain muda berkualitas seperti Henhen Herdiana, Gian Zola, Febri Haryadi, Sutanto Tan, Hanif Sjahbandi, Asnawi Bahar, Ryuji Utomo, Alfath Fathier, dan Agil Munawar.

Baca juga: Kisah Jaino Matos Rintis Diklat Persib Bandung dari Nol

 

Para pemain itu yang pada akhirnya menjadi bukti nyata eksistensi Diklat Persib di kancah sepak bola nasional.

Persib Bandung tidak pernah kekurangan talenta. Justru karena itu Jaino Matos benar-benar memperkencang aspek pendidikan karakter pemainnya.

“Dari hari pertama kami tegaskan dedikasi dan sikap, bagaimana pemain itu membawa dirinya sendiri agar suatu saat jadi pemain profesional,” kata pelatih asal Brasil tersebut kepada KOMPAS.com.

Jaino Matos pun memperlakukan anak didiknya seperti pemain profesional.

Pemain harus sangat disiplin termasuk masalah kelengkapan atribut saat latihan seperti seragam, sepatu, hingga kaus kaki.

Kurang satu saja, dia tak segan memulangkan pemain ke mess.

Baca juga: Jaino Matos: Indonesia Tak Butuh Pemain Naturalisasi, Asalkan...

“Sebagai filosofi utama selain membangun pemain berkualitas kami utamakan membangun manusia yang pantas dan jujur,” tutur mantan pelatih Persiba Balikpapan.

“Kami percaya jika karakter dibangun secara baik, pasti kemampuan sepak bola akan berbuah manis,” imbuhnya.

Dari segi teknis, Jaino Matos juga selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada anak didiknya.

Dia memberikan program pembelajaran paling mutakhir yang diperdalam dengan ilmu sport science.

Jaino Matos (kanan) dan Iwan Setiawan (kanan) saat Semifinal Piala Gubernur Kaltim 2018 antara Borneo FC melawan Sriwijaya FC yang berakhir penalti dengan skor 3 (4) - 3 (5) di Stadion Palaran Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (02/03/2018) malam.KOMPAS.com/Suci Rahayu Jaino Matos (kanan) dan Iwan Setiawan (kanan) saat Semifinal Piala Gubernur Kaltim 2018 antara Borneo FC melawan Sriwijaya FC yang berakhir penalti dengan skor 3 (4) - 3 (5) di Stadion Palaran Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (02/03/2018) malam.

Paling penting, Jaino secara rutin memberikan pertandingan kepada para pemain, entah itu uji coba, kompetisi, maupun turnamen.

Bagaimana pun, marwah pesepak bola tetap di dalam lapangan.

“Salah satu faktor yang sangat krusial adalah kami mengajarkan anak muda punya motivasi diri dan rasa tanggung jawab. Faktor motivasi tidak boleh tergantung pihak ketiga,”

“Saya anggap diri saya sebagai mediator bukan motivator. Motivasi tentang impian mereka sendiri dan tentu harus siap berdarah setiap hari,” pungkasnya.

Jaino Matos mengakui semua tidak bisa didapatkan secara instan. Ada proses panjang dan pengorbanan yang tidak sedikit.

Butuh dua tahun penuh kerja keras hingga hasilnya mulai terlihat.

Kini, dia bisa berbangga diri membuat fondasi bagi Diklat Persib hingga sukses seperti sekarang ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X