Kompas.com - 19/11/2020, 20:20 WIB
Jaino Matos (kanan) dan Iwan Setiawan (kanan) saat Semifinal Piala Gubernur Kaltim 2018 antara Borneo FC melawan Sriwijaya FC yang berakhir penalti dengan skor 3 (4) - 3 (5) di Stadion Palaran Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (02/03/2018) malam. KOMPAS.com/Suci RahayuJaino Matos (kanan) dan Iwan Setiawan (kanan) saat Semifinal Piala Gubernur Kaltim 2018 antara Borneo FC melawan Sriwijaya FC yang berakhir penalti dengan skor 3 (4) - 3 (5) di Stadion Palaran Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (02/03/2018) malam.

TANGERANG, KOMPAS.com - Diklat Persib Bandung beberapa tahun terakhir menjelma menjadi akademi yang terus menelurkan talenta-talenta terbaik di Indonesia. Para pemain didikan Diklat Persib meramaikan jagad sepak bola nasional di semua level kompetisi.

Kesuksesan tersebut membuat Diklat Persib Bandung menjadi rujukan bagi para pemain muda yang ingin menjadi pesepak bola profesional.

Kesuksesan Diklat Persib tak lepas dari peran seorang Jaino Matos.

Pelatih asal Brasil tersebut adalah salah satu perintis fondasi Diklat Persib Bandung hingga besar seperti sekarang.

Semua bermula dari pertemuannya dengan bos Persib Bandung Glenn Sugita pada 2012.

Kala itu, Jaino masih menjabat sebagai staff pelatih Penang FA yang diperbantukan untuk mengurus persiapan Timnas Senior ke Piala AFF 2012 di Malaysia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Jaino Matos: Indonesia Tak Butuh Pemain Naturalisasi, Asalkan...

Pada suatu kesempatan, Jaino datang ke Jakarta untuk mengurusi keperluan timnas.

Akan tetapi, dirinya lalu bertemu dengan Glenn. Dari pertemuan tersebut menjadi titik awal sepak terjangnya di Diklat Persib.

“Saya bertemu bos Persib Bandung, Pak Glenn Sugita, di Jakarta. Seseorang dengan visi misi yang modern dan beliau mengundang saya untuk membangun sistem pembinaan di Persib bandung,” kata pelatih berusia 41 tahun tersebut kepada KOMPAS.com.

“Setelah 6 tahun di Malaysia (bersama Penang FA sejak 2006), saya sudah hadapi tantangan baru. Pada awal 2013 saya pindah dari Penang ke Bandung,” imbuhnya.

Jaino Matos menuturkan bahwa sebenarnya sudah banyak sekolah sepak bola maupun akademi pada 2013.

Namun, sangat jarang diklat yang berasal dari dalam tubuh klub profesional itu sendiri.

Semua klub lebih fokus pada prestasi senior. Saat itu memang ada kompetisi U21, tetapi dibubarkan setelah kompetisi usai.

“Sistem tersebut tidak bisa dianggap sebagai pembinaan. Namun, Persib Bandung punya owner visioner.”

“Kami membentuk Diklat Persib dari nol. Belum ada mess, belum ada tim,” terangnya.

Baca juga: Jaino Matos Angkat Bicara soal Pola Makan Pemain dan Nasi Goreng

Projek tersebut pun dimulai.

Bersama dengan Yoyo S Adiredja yang menjabat sebagai General Manajer, Jaino bergerak membentuk akademi yang kelak menjadi Kawah Candradimuka pemain sepak bola nasional.

“Kami mulai bergerak, tujuan pertama membentuk fondasi solid bersama dengan anak-anak yang punya potensi sepak bola tapi juga baik secara sikap," tutur mantan pelatih Persiba Balikpapan tersebut.

"Sikap sangat krusial, mereka harus punya dedikasi, kesungguhan, disiplin dan mampu membawa diri.”

Dari situ, satu persatu talenta terbaik dicetak dan diterbitkan sebagai pemain profesional.

Sebut saja Henhen Herdiana, Gian Zola, Febri Hariyadi, Hanif Sjahbandi, dan masih banyak lainnya.

Diklat Persib pun masih belum menunjukkan sinyal akan berhenti menjadi ‘pabrik’ pemain profesional.

Persib menyumbangkan dua personel dari total 26 nama di ajang Garuda Select III.

Tidak hanya itu, ada empat nama pemain Persib yang menjalani pemusatan latihan bersama Shin Tae-yong di Timnas U19.

Di sisi lain, kebersamaan Jaino Matos bersama Diklat Persib cukup singkat, hanya dua tahun saja.

Pada tahun 2015 dia hijrah ke PSSI untuk membantu persiapan Timnas U23 Indonesia ke SEA Games Singapura.

Kendati demikian, fondasi yang diciptakan masih kokoh menjadi landasan kelanjutan Diklat Persib.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.