Sang Kawah Candradimuka Selangkah Lagi Kembali ke Pelukan Persebaya

Kompas.com - 17/11/2020, 13:20 WIB
Tempat bersejarah milik Persebaya Surabaya, wisma Karanggayam tampak dari luar. KOMPAS.com/Suci RahayuTempat bersejarah milik Persebaya Surabaya, wisma Karanggayam tampak dari luar.

SURABAYA, KOMPAS.com - Posisi hukum Persebaya Surabaya dalam kasus sengketa Lapangan Persebaya di Jalan Karanggayam Nomor 1, Surabaya, semakin kuat.

Pengadilan Tinggi Surabaya menolak banding yang diajukan Pemerintah Kota Surabaya melalui amar putusan nomor 416/PDT/2020/PT SBY yang diunggah di situs mahkamahagung.co.id.

Alhasil penolakan tersebut memperkuat keputusan pengadilan pertama yang menyebut bahwa Persebaya Surabaya sebagai pihak yang berhak dan punya prioritas untuk mendapatkan hak atas tanah sengketa itu.

Persebaya juga berhak memperoleh tanda bukti hak atas sebidang tanah yang disengketakan.

Baca juga: Ubah Rencana, Gelandang Persebaya Nikmati Liburan di Inggris

Keputusan ini disambut suka cita oleh pihak Bajul Ijo. Persebaya Surabaya berharap sengketa ini bisa dihentikan karena yang mereka perjuangkan juga untuk nama baik Kota Surabaya.

"Kami bersyukur kepada Allah SWT atas putusan ini, karena keputusan ini menguatkan putusan sebelumnya dari PN (Pengadilan Negeri) Surabaya," kata Direktur Amatir Persebaya, Saleh Hanifah, kepada Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami berharap dari pihak Pemkot sudahlah, ini kan juga untuk kepentingan pembinaan sepak bola Surabaya. Toh kami selama ini menggunakan lapangan dan mes Persebaya untuk kepentingan pembinaan sepak bola, tidak digunakan yang lain-lain," tutur dia.

Saleh Hanifa mengatakan pihaknya belum mengambil langkah selanjutnya lantaran masih menunggu surat keputusan resmi.

Namun, paling tidak sudah ada kelegaan karena sang 'kawah candradimuka' kembali ke pelukan.

Dengan demikian, Persebaya Surabaya kini punya tempat untuk pulang, menghimpun kekuatan dan berenegerasi.

Kemungkinan besar fungsi utama Wisma Persebaya sebagai tempat pembinaan usia dini bakal dihidupkan kembali.

Akan tetapi, untuk sementara ini masih melihat situasi dan kondisi pandemi.

Baca juga: Manajer Persebaya Angkat Bicara Soal Isu Perampingan Skuad

"Pembinaan kami terus berjalan berkesinambungan, berkelanjutan tanpa henti. Jadi selama dulu pun kami tetap melaksanakan kompetisi dengan baik, tidak berhenti kompetisi internal itu. Hanya di saat pandemi kami tidak bisa berbuat apa-apa," tuturnya.

"Saat ini tidak ada kegiatan karena dari manajemen sudah tidak ada kegiatan sejak ada pandemi pertama kali bulan Maret."

"Jadi tim-tim untuk Soeratin Cup, Liga 3, semuanya berhenti total tidak ada persiapan sama sekali dan kompetisi internal juga berhenti," ucap Saleh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.