Sangar di Lapangan Tengah, Fernandes Ternyata Awali Karier sebagai Bek

Kompas.com - 14/11/2020, 22:40 WIB
Gelandang asal Portugal, Bruno Fernandes, melakukan selebrasi usai mencetak gol penyama kedudukan pada laga Everton vs Man United di Stadion Goodison Park, Minggu (1/3/2020). AFP/PAUL ELLISGelandang asal Portugal, Bruno Fernandes, melakukan selebrasi usai mencetak gol penyama kedudukan pada laga Everton vs Man United di Stadion Goodison Park, Minggu (1/3/2020).


KOMPAS.com - Bruno Fernandes menjelma sebagai salah satu gelandang terbaik. Kariernya kian bersinar semenjak bergabung dengan Manchester United pada Januari 2020.

Kehadirannya di lini tengah Man United sukses mendongkrak penampilan Setan Merah hingga finis di peringkat ketiga Liga Inggris musim lalu.

Bruno Fernandes sejauh ini telah mencatatkan 18 gol dan 13 assist dalam 33 penampilannya bersama Man United di semua kompetisi.

Meski sangar di posisi gelandang, Fernandes ternyata mengawali kariernya sebagai bek tengah.

Baca juga: Sempat Didekati Man United, Ini Alasan Striker Wolves Tolak Setan Merah

Namun, dia mengaku tak suka mengawal timnya di lini pertahanan sehingga ogah menuruti sang pelatih yang menyarankannya bermain sebagai bek tengah.

"Saya di posisi bek tengah ketika mulai bermain sepak bola. Kalau tidak bek tengah, ya bek kanan," kata Bruno Fernandes, dilansir dari Goal.

"Saya bermain sangat bagus waktu itu. Lalu pelatih saya bilang, 'Jika ingin menjadi pemain top, Anda harus bermain sebagai bek tengah. Kalau hanya mau jadi pemain yang bagus saja, Anda akan jadi gelandang'."

"Saya pikir dia salah, tetapi mungkin sebagai bek tengah saya juga bisa jauh lebih bagus lagi. Saya tidak tahu."

"Pada saat itu, saya tidak suka bermain di sana. Namun, semua orang mengatakan saya adalah bek yang bagus dan pintar. Mereka bilang bahwa saya bisa menutupi sisi-sisi permainan," tutur Bruno Fernandes.

Bruno Fernandes pun tak langsung jadi gelandang setelahnya. Dia mengungkapkan sempat bermain sebagai penyerang ketika masuk klub.

Baca juga: Carragher: Liverpool Bisa Pertahankan Gelar Liga Inggris, Syaratnya...

"Pelatih melihat daftar pemain dan karena beberapa orang masih liburan, dia bilang, 'Kami tidak memiliki striker'. Lalu, saya bilang 'Saya seorang penyerang'. Dia pikir saya bek, tetapi saya tak mau main di posisi itu lagi," ujarnya.

"Jadi, dia memberi saya satu percobaan dalam latihan dan saya mencetak dua gol. Dia berkata, 'Oke, Anda bisa bermain sebagai striker'."

"Dia memainkan saya sebagai penyerang dalam satu pertandingan, kemudian di laga kedua saya jadi semacam 'false 9' dengan dua penyerang. Setelah itu saya kembali ke 'nomor 10' dan 'nomor 8'."



Sumber Goal
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X